entrepreneur

Serunya Belajar Shibori dan Ecoprint bareng Hamparan Rintik

18:26

Konten [Tampil]

cara membuat shibori dan ecoprint bareng hamparan rintik

Sering banget lihat postingan di media sosial tentang shibori dan ecoprint yang cantik cantik. Coba googling dan lihat di youtube tapi belum puas juga. Untunglah ada kesempatan belajar membuat shibori dan ecoprint bersama Hamparan Rintik dan Blogger Kodew Malang. Pucuk dicinta ulam pun tiba, waktu dan kondisi memungkinkan jadi kenapa enggak dimanfaatkan. Tapi sebelum ngobrolin soal Shibori dan ecoprint, mari kita mengenal Hamparan Rintik terlebih dahulu.

Sekilas tentang Hamparan Rintik

Hamparan Rintik adalah brand Fashion lokal dari kota Malang yang mengusung motif shibori dan batik sebagai produk unggulannya. Pendiri Hamparan Rintik ini adalah wirausahawan muda bernama Fikrah Ryanda Saputra atau yang biasa dipanggil Kak Fiko. Salah satu prestasi yang membanggakan dari Hamparan Rintik adalah pernah menjadi pemenang program Cipta Nyata yang diadakan oleh CEO RuangGuru Belva Syah Devara pada awal 2020.

Kemenangan itu diperoleh karena komitmen Hamparan rintik untuk selalu mengedepankan konsep zerowaste, dengan proses end to end dan memanusiakan pengrajin sebagai mitra kerjasama. Hamparan Rintik memang komit banget dengan ketiga hal diatas, karena sudah dilakukan semenjak tahun 2017 hingga sekarang. Bahkan di tahun 2018 bertambah lagi satu kelebihan yaitu selalu menggunakan pewarna alami untuk setiap produknya sehingga tidak mencemari lingkungan. Sedangkan konsep zerowaste diterapkan pada desain produknya yang sebisa mungkin tidak banyak menyisakan kain perca. Keren yah, beruntung banget loh saya bisa ketemu langsung dengan Kak Fiko dan mengikuti kelasnya.

Kelas Shibori dan Ecoprint bersama Hamparan Rintik

Shibori adalah teknik pewarnaan kain dengan cara dicelup dengan ikatan, lilitan, jahitan, dijepit maupun dibungkus. Keunikan dari shibori ini adalah hasil pewarnaan yang kadang tidak terduga. Oleh karena itu wajar jika setiap kain memiliki coraknya masing masing.

Ecoprint adalah teknik pemberian pola pada kain menggunakan bahan alami seperti daun, bunga, batang atau bagian tumbuhan lain yang bisa memberikan pigmen warna pada kain.

Pada kelas yang saya ikuti pada pertengahan Juli lalu, saya belajar keduanya yaitu Shibori dan Ecoprint. Kain di proses shibori terlebih dahulu baru dilakukan ecoprint. 

Bagaimana proses Shibori?

Nah pasti pada penasaran kan bagaimana proses shibori sehingga menghasilkan motif yang menarik. Kak Fiko menjelaskan untuk menghasilkan motif bisa dikreasikan seperti selera kita. Apakah kainnya mau diikat karet, dijepit menggunakan stik eskrim atau penjepit khusus. Teknik melipatnya juga bermacam macam. Bisa digulung lalu diikat, dilipat seperti kipas atau dibuat gulungan memutar, semua tergantung kreatifitas kita. Namun sebelum itu, kain harus diproses terlebih dahulu. Baiklah berikut ini proses membuat shibori bersama Hamparan Rintik

1. Proses awal adalah melakukan mordant pada kain. Yaitu direndam dengan menggunakan larutan yang terbuat dari air, besi sulfat/tunjung, cuka, tawas/alum dan soda ash atau kalau tidak ada bisa menggunakan soda kue. Dengan komposisi 1L air hangat : 15 ml cuka : 50 gr tunjung : 6 gr tawas : 2 gr soda abu. Cuka membuat warna lebih cerah dan tunjung membuat warna kain lebih pekat atau gelap. Tips yang lain adalah gunakan panci stainless karena tidak akan bereaksi dengan bahan larutan. Lama perendaman tergantung kebutuhan mulai dari 1 jam hingga satu hari. Setelah itu kain diangin-anginkan sampai kering. Proses mordant bertujuan agar tanin yang berasal dari daun bisa menempel pada kain.

2. Sesaat sebelum dilakukan shibori, kain dibilas tunjung kemudian diperas dan diangin-anginkan sebentar, tidak perlu sampai kering.

3. Setelah itu kain diikat-ikat sesuai selera. Bagi yang belum terbiasa maka motif yang muncul akan jadi kejutan. Tapi bagi yang sudah ahli bisa memperkirakan model ikatannya akan membentuk motif seperti apa. 

contoh teknik kanoko pada shibori

4. Teknik yang saya gunakan adalah Kanoko yaitu melipat kain dan mengikatnya dengan menggunakan karet (bisa pakai benang juga) Namun ada juga teman saya yang menggunakan teknik itajime yaitu kain dilipat kemudian dijepit dengan menggunakan kayu dan kemudian diikat. Setelah itu bagian kain yang tidak ingin terkena pewarna bisa dibungkus dengan menggunakan plastik dan diikat erat agar larutan pewarna tidak masuk.

5. Setelah itu persiapkan larutan pewarnanya. Karena Hamparan Rintik selalu menggunakan bahan alami, pada kesempatan ini juga menggunakan pewarna biru alami yang disebut Indigofera, disini indigo yang dipakai adalah Indigofera tinctoria. Cara membuat larutannya adalah air ditambah dengan indigofera dan reaktornya yaitu indigosulfit. Tunggu sampai larutan berwarna hijau baru kain yang sudah diikat-ikat dimasukkan. Proses ini berlangsung hingga 7-8 kali.

proses pencelupan shibori menggunakan indigofera

6. Setelah melewati proses pencelupan, ikatan dibuka kemudian dijemur agar tidak terlalu basah, kemudian akan dilakukan proses ecoprint.

hasil teknik kanoko pada shibori

Begini cara membuat Ecoprint

Pada kesempatan ini daun yang digunakan untuk memberi pola pada kain adalah daun jati, daun lanang, dan daun jarak.

1. Setelah kain setengah kering, kemudian dihamparkan di tempat yang lapang. Karena proses ecoprintnya ini mirror maka hanya separuh bagian saja yang dibentangkan, separuhnya lagi akan ditelangkupkan ke atas kain yang dihamparkan setelah daun daun di tata diatasnya.

2. Tata daun sesuai motif yang diinginkan pada bagian yang tidak terkena shibori. Daun yang digunakan pada kesempatan ini adalah daun jati, jarak, lanang dan eucaliptus. Untuk daun jati yang digunakan adalah daun jati yang masih muda, yaitu daun yang dipegang permukaannya masih halus. Baik daun jarak, jati, dan daun lanang tidak perlu dilakukan treatment terlebih dahulu karena kandungan taninnya cukup tinggi. 

cara membuat ecoprint

3. Setelah daun ditata di separuh bagian kain, kemudian separuh bagian lagi ditangkupkan diatasnya. Selanjutnya kain digulung dan dibungkus dengan plastik dan ikat dengan erat agar tidak ada udara yang bisa masuk. 

tahapan membuat ecoprint dengan cara dikukus

4. Setelah terbungkus dengan rapat, kukus kain antara 1-8 jam. Pada kegiatan kemarin kain dikukus hingga dua jam. Setelah itu gulungan dilepas dan kain ecoprint sudah jadi.

shibori dan ecoprint bersama hamparan rintik

Prosesnya cukup panjang ya, walaupun begitu tidak membosankan karena kak Fiko sebagai tuan rumah sangat piawai membuat suasana jadi menyenangkan. Selain menerangkan tentang materi, beliau juga bercerita bagaimana mengawali Hamparan Rintik dan berbagi pengalaman lainnya.

Finishing 

Masih ada satu tahap lagi yang harus dilakukan agar warna terkunci, yaitu finishing. Agar warna shibori lebih cerah kain yang terkena shibori bisa dibilas dengan menggunakan larutan cuka. Komposisinya adalah 15 ml cuka untuk 1 liter air. Setelah itu kain diangin anginkan sampai kering. Agar warna ecoprint lebih muncul/gelap maka bisa direndam sebentar dengan menggunakan larutan tunjung dengan komposisi 10 gr tunjung untuk 1 liter air. Setelah itu kain diangin anginkan sampai kering.

Tertarik dengan Shibori dan Ecoprint? Ikuti kelasnya

Teman-teman juga bisa loh mengikuti kelas Hamparan Rintik karena kak Fiko ini kerap kali membuat kelas bersama komunitas-komunitas lainnya. Atau bisa juga mengundang Hamparan Rintik untuk membuat kelas sendiri di kantor atau komunitas anda. Jika tertarik, bisa langsung menghubungi kontak kak Fiko atau melalui instagram @HamparanRintik.

Ohya, pada kesempatan beberapa waktu lalu itu tim Hamparan Rintik ditemani oleh kakak kakak magang dari beberapa sekolah menengah atas dan mahasiswa yang cekatan membantu kami yang sedang belajar. Terima kasih Kak Fiko dari Hamparan Rintik, Blogger Kodew Malang dan kakak kakak yang sudah membantu. semoga ilmu yang dibagikan menjadi berkah. 


facebook

twitter

pinterest

linkedin

You Might Also Like

1 comments

  1. Dulu pernah belajar batik celup di SMA yang ternyata mudah dan seru banget, jadi kangen. Menarik ini aku belumm belajar yang pakai daun jadi pengin belajar. Terima kasih sharingnya!

    BalasHapus