My Generation, Gambaran Kehidupan Generasi Milenial

by - 6:50:00 PM

My Generation Film




Masa remaja adalah masa peralihan antara masa anak-anak dan dewasa. Pada masa-masa ini remaja butuh didampingi oleh orang yang lebih dewasa, terutama orang tua. Karena secara psikis, remaja ini masih dalam masa transisi antara anak-anak dan menjadi dewasa. Sehingga mereka cenderung labil dan mudah terpengaruh dalam pergaulan.




Mendampingi para remaja ini tak cukup hanya dengan melarang si remaja ini melakukan ini itu namun perlu juga memahami mereka. 



Untuk memahami remaja zaman sekarang itu berbeda  dengan zaman kita dulu. Karenanya kita juga harus melakukan pendekatan yang berbeda. Apalagi remaja sekarang ini lebih kritis dari remaja -remaja pada masa sebelumnya. Mereka lebih berani untuk mengungkapkan isi hatinya. Hal inilah yang kadang menimbulkan kesalah pahaman, karena si remaja tersebut dianggap membangkang.



Salah satu cara untuk memahami para remaja ini adalah dengan mencari tahu, bagaimana para remaja ini berpikir dan pola apa yang biasanya mereka gunakan untuk meyelesaikan masalah mereka. Berbagai cara dapat kita lakukan, salah satunya adalah melalui film. Salah satu Film yang mengangkat cerita tentang remaja Millenials ini adalah My Generation yang diproduksi oleh IFI Sinema.



Film My Generation ini akan tayang pada 9 November mendatang. Film ini  dibuat berdasarkan realita anak remaja zaman sekarang. Upi, sebagai sutradara melakukan pengamatan yang panjang terhadap gaya anak zaman sekarang. Waktu 2 tahun dihabiskan untuk melakukan riset social media dan film ini diproduksi selama 1 tahun. Tak heran kalau pemilihan kata yang digunakan selama film ini sesuai dengan gaya bahasa anak remaja zaman sekarang.



Film yang disutradarai oleh Upi yang juga sutradara dari film 30 Hari Mencari Cinta, Radit dan Jani dan film-film lainnya ini dibintangi oleh 4 pendatang baru yaitu Arya Vasco, Lutesha, Bryan Langelo dan Alexandra Kosasie. 



Dalam My Generation, ke empat remaja yang masing masing berperan sebagai Konji, Suki, Zeke dan Orly ini memiliki karakter yang berbeda. Dan masing-masing dari mereka memiliki konflik yang berbeda dengan keluarga mereka. 


Orly adalah seorang gadis yang kritis, terutama mengenai masalah kesetaraan gender. Orly hidup bersama ibunya yang single parents, dan menganggap gaya hidup ibunya tidak sesuai dengan umurnya.



Suki : meskipun nampak cool, sebenarnya ada yang dia sembunyikan perihal dirinya. Dan itu diperparah oleh keluarganya sendiri.



Zeke : meskipun dia easy going dan loyal pada sahabat-sahabatnya, sebenarnya Zeke punya sifat pemberontak, terutama pada keluarganya. 


Konji : adalah remaja paling polos dan naïf dibanding ketiga sahabatnya. Namun sebuah peristiwa mengejutkannya dan membuat dia hilang kepercayaan kepada orang tuanya.



Cerita ini berawal ketika 4 sahabat tersebut membuat video protes untuk guru, sekolah dan orang tua yang tiba-tiba menjadi viral. Sebagai hukumannya keempat anak remaja tersebut dilarang untuk pergi liburan.



Disinilah petualangan mereka dimulai, Banyak sekali kejadian yang tak terduga yang memberikan mereka pelajaran tentang kehidupan. 







Setelah melihat trailer diatas, mau tak mau kita harus mengakui kalau memang benar ada sebagian dari remaja kita yang mengalami hal itu. Walaupun saya yakin di luar sana masih banyak remaja-remaja yang berprestasi dan membanggakan orang tua bahkan negara.



Namun sebagai orang tua, saya juga tidak menutup mata. Bahwa di sekitar lingkungan saya banyak remaja yang mengalami hal yang serupa walaupun dalam bentuk yang berbeda. 



Dalam Film My Generation, anak anak yang diceritakan adalah anak-anak dari golongan menengah ke atas, dengan setting rumah mewah dan lain sebagainya. Tapi di sekitar kita, pemberontakan-pemberontakan itu juga dilakukan dengan cost yang lebih kecil (saya hanya mencoba untuk memperhalus kata “murah”). Apa contohnya? Banyak! Saya tidak ingin menyebutkannya di sini tapi cobalah amati sekeliling, pasti anda juga akan menemukannya. 


Setelah menonton trailernya saya harap para remaja tidak menonton ini sendirian, dalam artian mereka harus menonton bersama orang tua mereka.

Orang tua yang memiliki anak remaja juga perlu menonton bersama, agar orang tua ini mengerti tantangan apa yang dihadapi anak remaja mereka. Sehingga bisa bekerja sama lebih baik lagi dalam menghadapi anak remaja mereka.



Saya memang belum menonton film ini sepenuhnya, karena baru akan tayang tanggal 9 November besok. Saya harap di akhir cerita sutradara akan mampu memberikan nilai lebih dari sekedar tontonan. Semoga.

You May Also Like

2 comments

  1. Wah film ini bisa dijadikan pelajaran bagi orang tua untuk melihat kehidupan anak zaman sekarang dan bagaimana upaya membntunya dimulai dari keluarga.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete