property

Ingin Membeli Rumah? Perhatikan tips berikut!

15.37.00

Mortgage Calculator adalah


Memiliki rumah tentunya menjadi impian semua keluarga. Kalau sudah memiliki rumah sendiri hidup rasanya lebih tenang. Karena senyaman-nyamannya di rumah orang lain tentu saja masih lebih nyaman di rumah sendiri walau kondisinya jauh lebih sederhana. Kalau ada yang berpendapat berbeda itu sah-sah saja, terserah bagaimana yang menjalani. Namun bagi kami yang tergolong kaum mendang-mending, memiliki rumah sendiri memang harus diusahakan walau jalannya tidak mudah. 

Orang jawa bilang kalau rumah itu bagaikan jodoh. diusahakan bagaimanapun kalau bukan jodohnya tetap tak akan bisa dimiliki. Tapi kalau memang jodoh, maka pasti akan ada jalan untuk memilikinya. Saya milih yang jalan tengah saja. Pada saat belum memiliki rumah berdoanya dipertemukan dengan rumah yang terbaik, yang memang dipilihkan untuk kami. Dengan demikian usaha kami untuk mendapatkan rumah adalah memang rumah yang menjadi jodoh kami. Tapi karena kami tidak bisa melihat ke masa depan,. maka kami hanya berprasangka baik saja. semoga apa yang kami usahakan ini memang benar menjadi jodoh bagi kami.

Memiliki rumah sebisanya diusahakan segera setelah menikah, karena jika sampai punya anak maka kebutuhan akan semakin bertambah banyak. Sedangkan kita tahu kalau harga tanah maupun rumah itu cepat sekali naiknya. 

Setelah menikah, saya dan Pak Suami langsung tinggal di kontrakan. Sebulan setelah menikah langsung hamil, disusul dua kehamilan berikutnya dalam jangka waktu 3 tahun. Semuanya terasa berjalan begitu cepat. Pada waktu anak-anak masih kecil beberapa kali uang tabungan tak bersisa karena anak harus opname di rumah sakit. 

Tak kunjung memiliki rumah sampai 6 tahun orang tua mulai khawatir (padahal kami yang menjalaninya masih tenang-tenang saja). Kedua belah pihak orang tua mulai menanyakan kapan rencana memiliki rumah kok terlihat adem-ayem saja. Kami agak terkejut karena ternyata orang tua juga memikirkan tentang rumah sampai menanyakan kepada kami. Bahkan sempat juga kami diminta pulang ke rumah orang tua saja daripada uang digunakan untuk mengontrak. 

Memang ada sensasi tersendiri ketika kontrakan hampir habis. Kami yang tidak suka berpindah-pindah selalu ada perasaan khawatir saat kontrakan waktunya mendekati limit. Takut kalau tiba-tiba rumahnya tidak dikontrakkan lagi, takut kalau biaya kontraknya tiba-tiba naik dan takut kalau tiba-tiba diminta kontrakan sampai sekian tahun padahal kami siap dana hanya untuk dua tahun dan lain sebagainya.

Akhirnya kami pun berniat untuk memiliki rumah walaupun pada saat itu belum memilki uang. Dan syukurlah ternyata rumah yang kami incar memang menjadi jodoh kami. Walaupun dengan penuh perjuangan akhirnya kami bisa memilikinya.

Pelajaran yang ingin saya sampaikan adalah, rumah merupakan kebutuhan penting bagi sebuah keluarga. Jika memang memungkinkan, sebaiknya menjadi prioritas. Enggak apa-apa menunda kesenangan di awal menikah namun bisa hidup lebih tenang di waktu berikutnya.

Tips Membeli Rumah Pertama Kali


Sebelum membeli rumah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya :

1. Tentukan lingkungan rumah yang diinginkan.

Misalnya saja apakah menginginkan rumah di perkampungan, perumahan yang besar atau perumahan kecil dengan sistem yang lebih lengkap. Calon pembeli juga harus memikirkan akses dan lokasi rumah. Kemudahan akan akses transportasi akan memberikan banyak kemudahan saat tinggal rumah tersebut. Begitu juga dengan lokasi yang strategis akan memberikan kelebihan tersendiri.

2. Periksa kemampuan finansial

Dengan mengetahui kemampuan finansial kita bisa memilih rumah yang harganya sesuai dengan kemampuan kita. Apakah kita akan membeli rumah secara kontan atau menggunakan sistim cicilan.

3. Cari informasi harga pasaran rumah di daerah tersebut.

Tidak disarankan untuk memilih rumah secara terburu-buru. BiAsanya penjual rumah yang berpengalaman akan memberi harga yang lebih tinggi kepada pembeli yang terburu-buru atau terlihat sangat menginginkan rumah tersebut. Oleh karena itu, cari informasi sebanyak-banyaknya tentang harga pasaran rumah secara umum agar kita tidak mendapatkan harga yang terlalu tinggi.

4. Tentukan tipe rumah yang sesuai kebutuhan.

Membeli rumah pada saat belum memiliki anak biasanya berbeda dengan membeli rumah setelah memiliki anak. Jika belum memiliki anak maka harus berpikir jangka panjang. Rencananya ingin memiliki berapa anak. Hal ini berkaitan dengan berapa jumlah kamar tidur yang dibutuhkan. Jika budgetnya terbatas dan hanya mampu membeli rumah yang kecil, maka perhatikan kondisi rumah apakah memungkinkan untuk menambah ruang tanpa harus membongkar total rumah tersebut. Dengan demikian kita bisa menambah ruang dengan dana yang jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan membongkar total rumah tersebut kemudian membangunnya kembali sesuai kebutuhan kita.

5. Rumah bekas atau rumah baru?

Harga rumah bekas biasanya lebih murah daripada rumah yang baru di bangun. Yang perlu dipikirkan adalah : Apakah rumah bekas tersebut membutuhkan renovasi, berapa perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk renovasi rumah tersebut?  Selain harga lebih murah, kelebihan rumah bekas adalah memiliki sertifikat. Jika membeli rumah baru di perumahan pastikan pengembangnya memiliki reputasi yang bagus dan terpercaya untuk menghindari permasalahan di kemudian hari terkait surat kepemilikan rumah.

6. Ketahui berapa uang yang harus dibayarkan dan atau berapa cicilannya.

Mengetahui total pengeluaran yang kita butuhkan untuk membeli rumah itu sangat penting. Pastikan biaya mencakup semua biaya seperti pajak pembelian dan biaya pengurusan surat. Dengan demikian kedepannya kita tidak dikejutkan dengan biaya-biaya yang tiba-tiba muncul tanpa kita duga sebelumnya.

Jika membeli rumah secara mencicil, hitung benar-benar berapa sisa gaji kita setelah dipotong biaya cicilan. Perkara ini harus diperhitungkan dengan benar, karena mencicil sebuah rumah menggunakan uang gaji tidak hanya berjalan sebulan dua bulan saja.

Untuk mempermudah penghitungannya kita bisa menggunakan website MortgageCalculator.UK. Website ini membantu kita untuk menghitung kualifikasi hipotek berdasarkan pendapatan yang kita miliki.

Hipotek dalam KBBI memiliki dua definisi. Yang pertama, hipotek adalah kredit yang diberikan atas dasar jaminan berupa benda tidak bergerak. Yang kedua, hipotek merupakan surat pernyataan berutang untuk jangka panjang yang berisi ketentuan bahwa kreditur dapat memindahkan sebagian atau seluruh hak tagihannya kepada pihak ketiga

Sesuai dengan definisi Hipotek yang pertama seperti yang disebutkan dalam KBBI, Hipotek/Mortgage sendiri adalah kredit yang diberikan atas dasar jaminan benda tidak bergerak yang salah satu contohnya adalah Kredit Pemilikan Rumah atau KPR. Dengan sistem hipotek untuk KPR ini mempermudah kita untuk memiliki rumah yang kini harganya melambung dengan cepat. Caranya adalah dengan menggunakan rumah yang kita cicil sebagai agunan di bank. Kemudian kita sebagai pembeli rumah yang membayar cicilan rumah beserta bunganya di bank tersebut.

Mortgage Calculator, hitung berapa cicilan KPR anda disini.



Melalui laman https://www.mortgagecalculator.uk/affordability/, kita bisa menghitung kemampuan dalam mengambil Kredit Pemilikan Rumah. Dengan memasukkan nilai gaji, kemudian akan didapat nilai cicilan tiap bulannya.

Angka cicilan yang di dapat merupakan cicilan pokok ditambah dengan bunga bulanan yang sifatnya fixed/tetap dari awal mencicil hingga cicilan terakhir. Jika kita tidak mampu membayar cicilan maka rumah akan diklaim oleh bank. Kemudian rumah tersebut akan di jual atau di lelang yang kemudian uang hasil penjualan maupun hasil pelelangan tersebut digunakan untuk menutup utang hipotek.

Bagaimana sudah tahu kan caranya menghitung cicilan? Tinggal membuka web Mortgage Calculator, langsung muncul deh angka-angkanya. Selamat mencoba!

Nah itulah beberapa hal yang perlu dipersiapkan jika anda akan membeli rumah. Mungkin di antara teman-teman sudah ada yang punya pengalaman, boleh kok berbagi pengalaman di kolom komentar.

You Might Also Like

0 comments