lingkungan

KBA Kanreapia, Perjuangan Rumah Koran hingga Anugerah Proklim Lestari

10.48.00


KBA Kanreapia Proklim Lestari

Indonesia yang berada di khatulistiwa dan memiliki iklim tropis ini memang hanya memiliki dua musim yaitu musim penghujan dan kemarau. Biasanya musim kemarau terjadi pada bulan April hingga September, setelah itu terjadi masa peralihan hingga datangnya musim penghujan. Kondisi ini sudah berlangsung selama puluhan tahun di Indonesia.

Pada trimester pertama tahun ini banyak media yang memberitakan bahwa tahun ini musim kemarau akan berlangsung lebih lama dan akan menimbulkan banyak kekeringan. Puncak musim kemarau tahun ini diperkirakan akan berlangsung selama bulan Juli-Agustus, situasi yang serupa dengan tahun-tahun sebelumnya.

Namun ternyata pada tahun ini terjadi anomali, pada bulan juli yang diperkirakan menjadi bagian dari puncak kemarau ternyata malah terjadi hujan. Bahkan di daerah saya hujan turun terus menerus hingga hampir 15 hari. Hingga bulan Agustus inipun masih ada beberapa daerah yang mengalami hujan.

Tentu saja kejadian ini di luar perkiraan-perkiraan yang sudah disampaikan sebelumnya. Apakah ini akibat dari perubahan iklim secara global? Sehingga musim hujan dan kemarau tidak lagi menjadi kondisi yang sifatnya teratur namun bisa berubah sewaktu-waktu?

Tak hanya pola hujan yang berubah, suhu udara pun mengalami kenaikan. Jika suhu naik maka kebutuhan listrik untuk mendinginkan ruangan akan ikut naik juga. Padahal pemakaian AC akan melepaskan emisi yang cukup besar yang dapat meningkatkan pemanasan global. Sebuah lingkaran setan yang tidak ada ujungnya.

Perubahan pola curah hujan dan naiknya suhu udara dapat menyebabkan menurunnya hasil pertanian secara signifikan, apalagi jika diikuti dengan kejadian ekstrem seperti banjir dan kekeringan yang dapat mengakibatkan gagal panen. Jika hal ini terus-terusan terjadi maka ketahanan pangan nasional bisa terancam. 

Tulisan di atas hanya menyebutkan dua dari sekian banyak akibat yang ditimbulkan oleh perubahan iklim. Memang kita tidak bisa menghindarinya, namun kita bisa memperlambat atau meminimalisir dampaknya dengan saling bahu-membahu.

Pemerintah pun tidak tinggal diam. Melalui Departemen Lingkungan Hidup telah membentuk Program Kampung Iklim di beberapa wilayah. Melalui Proklim ini diharapkan masyarakat lebih terpacu untuk dapat beradaptasi dan memitigasi perubahan iklim yang terjadi. 

PT Astra Internasional TBK merupakan satu-satunya perusahaan swasta yang mendapatkan Penghargaan Perusahaan Pendukung Proklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia melalui Kegiatan Kampung Berseri Astra.

Pengembangan KBA atau Kampung Berseri Astra ini berfokus pada salah satu pilar dari 4 pilar CSR Astra yaitu lingkungan, kesehatan, pendidikan dan kewirausahaan.

 Pengembangan Proklim melalui KBA ini dilakukan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan baik secara daring maupun luring dimana kegiatannya berfokus pada aksi adaptasi dan mitigasi lingkungan dalam rangka mencegah perubahan iklim.

Hingga saat ini Astra telah membina 5 KBA Proklim Lestari dan 41 KBA Proklim utama yang juga berdampak pada 128 Kampung Proklim lainnya melalui program Generasi KBA.  Kampung Proklim sendiri memiliki beberapa kategori yaitu Proklim Pratama, Proklim Madya, Proklim Utama dan yang tertinggi yaitu Proklim Lestari.



KBA  Kanreapia Kampung Sayur dari Gowa

KBA Kanrepia berada di Dusun Bontolebang Desa Kanreapia Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Desa ini merupakan wilayah pertanian sayur yang berada di ketinggian 1800 dpl. Jenis sayur yang dihasilkan antara lain, wortel, kol, seledri 

Berawal dari rumah koran yang dicetuskan Bapak Jamaluddin Dg Abu, kini Kanreapia menjelma menjadi KBA Kanrepia yang telah menerima Penghargaan Proklim Utama pada tahun 2020 dan kemudian meraih Proklim Lestari dari KLHK pada tahun 2022. Bahkan baru-baru ini KBA Kanrepia menjadi nominasi KBA Proklim Berkelanjutan. Yaitu Kampung Berseri Astra di tingkat selanjutnya yang menekankan terhadap 3 fokus strategi komunikasi Astra 2023 yaitu Electric Vehicle, Renewable Energy dan Digitalisasi.

Rumah Koran sendiri merupakan tempat berkumpulnya warga Kanreapia untuk bersama-sama membaca koran bekas  yang ditempel di seluruh dinding rumah. Lambat laun, rumah koran tak hanya menjadi sumber bacaan namun menjadi media informasi warga sekitar. Pencetus Rumah Koran Bapak Jamaluddin mengatakan bahwa kehadiran Rumah Koran ini di dorong oleh potensi desa Kanrepia yang mampu menghasilkan ratusan ton sayur mayur pada saat panen, sehingga membutuhkan wadah belajar bagi anak petani, pemuda tani maupun petani tua untuk mengembangkan potensi tersebut.

Pada tahun 2021 Kanrepia telah menjadi bagian dari Kampung Berseri Astra. Setelah menjadi KBA, program-program mulai terarah dan terbagi dalam empat pilar yaitu Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan dan Kewirausahaan.

Kehadiran Astra memberikan banyak perubahan, diawali dengan berdirinya Gapura sebagai simbol kampung binaan Astra, mendirikan WC di salah satu taman kanak-kanak, mendirikan Gazebo sebagai sarana petani untuk beristirahat dan berdiskusi.

Kemudian membuat embung untuk memanen air hujan yang dimanfaatkan untuk menyiram tanaman di musim kemarau. Saat ini sudah ada 100 embung di Desa Kanrepia yang menjawab permasalahan petani sayur di musim kemarau agar terus menjadi desa produktif.pu



Rumah Koran pun mengalami banyak perkembangan dengan semakin banyaknya kegiatan yang makin beragam seperti baca buku di sungai, baca buku di gunung, baca buku di kebun, kegiatan sekolah alam, mengenal huruf hijaiyyah, bersih-bersih sungai, penanaman pohon, kemah literasi, hingga study banding. 

Menjadi bagian dari Kampung Berseri Astra juga mengubah pola pikir dalam bidang pertanian. Yang awalnya melakukan pertanian anorganik kini berkembang menjadi pertanian organik yang tentu saja lebih sehat.

Pemasaran sayur yang dulu menjadi permasalahan warga pun kini telah ada solusinya. Sayur hasil panenan warga kini mampu didistribusikan baik secara offline maupun online. Sayur-sayuran dari KBA Kanreapia menyuplai puluhan ton kebutuhan sayur ke pasar lokal di kota Makassar bahkan hingga kota Samarinda.

KBA Kanreapia merupakan satu-satunya di Kabupaten Gowa yang berstatus Proklim Lestari. KBA Kanreapia berada di titik sekarang ini menurut Bapak Jamaluddin adalah hasil kerja keras seluruh warga dan semua pihak yang turut mendukung seperti PT Astra Internasional Tbk yang telah menjadikan Kanreapia sebagai salah satu Kampung Berseri Astra.

Semoga kedepannya KBA Kanreapia semakin maju, dan memberikan dampak yang semakin luas terhadap masyarakat. Terutama dengan perannya sebagai Proklim Lestari yang mampu melaksanakan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang terintegrasi dan meningkatkan ketahanan masyarakat di sekitarnya.


You Might Also Like

5 comments

  1. Wah keren banget nih ya programnya. Semoga programnya sukses terus

    BalasHapus
  2. Keren banget nih ya, berjuang mulai dari 0 sampai seperti ini

    BalasHapus
  3. Perjuangannya patut diapresiasi nih ya. Semoga semakin meluas programnya

    BalasHapus
  4. Tapi ngomong-ngomong memang benar si, Kak. Kalau kamarau tahun ini terasa lama

    BalasHapus
  5. Bagus banget nih KBA Kanreapia yang ada di Gowa sana. Sukses terus

    BalasHapus