Di awal pernikahan, bagi saya kegiatan memasak tak ubahnya menjalankan sebuah kewajiban. Saat memasak enggak ada rasa nikmat-nikmatnya sama sekali. Seperti berjalan begitu saja, semacam tidak ada patokan kalau masak harus begini, harus begitu, suka-suka saya saja.
Kebiasaan inilah yang membuat saya memasak dengan takaran serba dikira-kira. Masak sayur, kira-kira garamnya sekian. Masak nasi kira-kira airnya sekian. Hasilnya tentu saja tidak konsisten. Masak sayur kadang keasinan, kadang hambar. Masak nasi di rice cooker kadang keras kadang lembek.
Saat masih awal nikah sih aman-aman saja, karena Paksu gak pernah protes, palingan kalau sayur kurang garam ya ditambah sendiri sama beliau. Dunia pun berubah semenjak anak-anak sudah mulai bisa protes.
'Maa kok nasinya keras', atau kadang "Maaa nasinya lemes amat kayak makan lontong, aku gampang lapar kalau beginiii" huhuhu.
Untunglah kebiasaan saya ini bertolak belakang dengan si sulung. Meskipun anak laki-laki, tapi si sulung ini lebih mencintai dapur dibanding Mamaknya dulu saat seusianya. Kalau dulu waktu SMA Mamaknya jadi anak kos, setiap kali makan selalu beli nasi bungkus. Sedangkan si sulung, saat PKL juga ngekos tapi masak sendiri.
Tidak hanya masak untuk dirinya sendiri, bahkan saat ngekos itu si sulung sempat menerima pesanan makan siang untuk dua orang temannya untuk beberapa waktu. Lumayan katanya bisa menghemat uang makan dan uangnya bisa ditabung untuk membeli barang lainnya.
Saya yakin, temannya nggak akan protes soal nasi keras atau lembek, karena memang si sulung kalau masak nasi selalu ditakar. That simple sebenarnya, salah satu tip memasak nasi yang enak adalah gunakan takaran yang pas. Hal yang sederhana namun dulu jarang mamak lakukan hehehe.
Memang ya, bagi kita orang Indonesia urusan nasi itu nggak bisa dianggap sepele. Seenak apapun lauknya kalau nasinya nggak pas, seakan ada yang kurang. Oleh karena itu sebaiknya hindari beberapa kesalahan saat memasak nasi di rice cooker seperti berikut ini.
Kesalahan Saat Memasak Nasi Menggunakan Rice Cooker
1. Salah takaran Air
Nah ini, sepertinya sepele tapi dampaknya sangat berpengaruh pada kualitas nasi yang akan dihasilkan. Sebaiknya buang jauh- jauh ilmu "kira-kira" seperti yang mamak gunakan. Hendaknya takar beras yang akan dimasak dan air yang dibutuhkan dengan benar agar hasilnya sempurna.
2. Tidak Mencuci Beras
Beberapa kali saya melihat konten di media sosial yang menyebutkan bahwa mencuci beras sebelum memasaknya dianggap aneh bagi orang luar negri. Ada yang pernah melihat kontennya? Bagi saya pribadi memang sebaiknya beras dicuci dulu sebelum dimasak. Karena kita tidak tahu bagaimana perlakuan yang diterima beras sebelum di kemas, dengan mencucinya membuat beras lebih bersih ketika hendak dimasak. Bahkan jika kita membeli beras langsung di tukang selep. Beras tetap harus dicuci karena biasanya tercampur dengan remah-remah kulit padi/ gabah yang akan sangat mengganggu kalau sampai bercampur dengan nasi yang akan kita makan.
3. Mencuci Beras Menggunakan Panci Bawaan
Panci penanak nasi terbuat dari lapisan anti lengket yang harus tetap dijaga agar alat tempur kita awet. Mencuci beras menggunakan panci bawaan tersebut harus dihindari, karena bisa merusak lapisan anti lengket tersebut. Semahal apapun peralatan kita, sebaiknya gunakan wadah lain saat mencuci beras.
4. Mengabaikan Kebersihan Sebelum Memasak
Mentang-mentang panci rice cooker-nya anti lengket dan tidak ada nasi yang menempel sama sekali, dibiarkan saja? Jangan ya Bun ya, meskipun terlihat bersih, harus tetap dibersihkan. Selain panci, ada penutup yang harus diperhatikan kebersihannya. Jangan lupa bersihkan juga cerobong tempat keluarnya uap yang ada di penutup agar rasa nasi yang bau matang tetap terjaga.
5. Mengaduk Nasi Saat Proses Pemasakan
Saat mode memasak masih menyala sebaiknya Anda tidak menyentuh penutupnya karena dapat menghilangkan uap panas yang terperangkap dalam panci. Membuka tutup malah membuat proses memasak jadi lebih lama. Jadi, jika anda merasa sangat lapar sebaiknya sabar menunggu hingga nasi matang.
6. Segera Menyantap Nasi Setelah Matang
Sabar dulu ya Bun, untuk mendapatkan tekstur nasi yang ideal, sebaiknya nasi dibiarkan dahulu 5-10 menit setelah tombol rice cooker berpindah ke posisi 'menghangatkan'. Kalau langsung di buka, tekstur nasi seperti berair. Namun jika dibiarkan terlebih dahulu nasi akan mendapatkan tekstur yang ideal.
7. Tidak Mengaduk Nasi
Kurang lebih 5-10 menit setelah matang, aduk nasi agar nantinya nasi tidak menjadi padat. DEngan mengaduk nasi akan membuat uap air yang terperangkap di antara butir terlepaskan. Ruang-ruang yang tercipta karena uap air tersebut membuat tekstur nasi lebih enak saat dinikmati
8. Mengaduk Nasi Menggunakan Centong Logam
Saat mengaduk nasi di rice cooker, gunakan centong plastik saja. Tidak usah berimprovisasi menggunakan centong logam yang ada di rumah, nanti malah merusak lapisan anti lengketnya.
9. Menyamaratakan Semua Jenis Beras
Ada bermacam-macam beras yang bisa kita temukan, seperti beras ketan, beras merah maupun beras yang kita konsumsi sehari-hari. Setiap jenis beras memiliki takaran dan cara masak yang berbeda-beda. Untuk itu tidak ada salahnya belajar sebentar agar mendapatkan hasil yang seperti kita inginkan.
10. Memasak Nasi Melebihi Takaran
Jangan berharap nasi akan matang sempurna jika Anda memasak nasi melebihi takaran yang ditentukan. Sebaiknya perhatikan berapa kapasitas maksimumnya. Kalau ingin memasak lebih banyak, anda bisa memasaknya dua kali atau menggunakan lebih dari satu penanak nasi.
11. Menggunakan Penanak Nasi Tidak Berkualitas
Sering saya menjumpai teman atau kerabat yang mengeluh nasinya lengket di panci, lembek atau bahkan cepat basi, padahal cara masaknya sudah benar dan penanak nasinya terbilang masih baru. Wah, kalau cara memasaknya sudah benar tapi nasinya bermasalah bisa jadi memang alatnya yang bermasalah.
Kalau sudah begini biasanya saya menyarankan untuk membeli yang pasti-pasti saja. Yaitu yang mereknya sudah terkenal, banyak yang memakai dan terjamin keawetannya. Apalagi kalau bukan Rice Cooker Miyako kesayangan Nikita Willy.
![]() |
Siapa sih yang tidak kenal Miyako? Merk ini sangat terkenal akan kualitasnya. Bisa jadi setiap rumah di Indonesia memiliki peralatan bermerk ini. Saya sendiri, waktu menikah mendapat kado penanak nasi elektrik dan Blender merk MIyako ini. Baru beberapa waktu berikutnya saya membeli Mixer di merek yang sama.
Mengapa Rice Cooker Miyako Awet dan Sangat Digemari Ibu-Ibu?
1. Menggunakan Panci Nanoal
Yaitu panci yang memiliki anti lengket 10x lebih tahan lama karena dibuat menggunakan teknik etching. Teknik ini membuat lapisan anti lengketnya menyerap ke dalam alumunium. Selain membuat lebih awet juga membuat permukaannya lebih halus dan mudah dibersihkan.
2. Garansi Elemen Pemanas 5 Tahun
Garansi ini menjadi bukti bahwa Miyako memang terbukti keawetannya. Elemen pemanas ini juga sudah lulus uji SNI dan mendapat sertifikat hemat energi (SHE).
3. Kapasitas Besar dan Sesuai Kebutuhan
Sebagai contoh Rice Cooker Miyako tipe MCM 508 SBC yang dapat memasak hingga 1,8 liter beras atau 15 porsi nasi jika masing-masing porsinya seberat 200 gr.
4. Tampilan Menarik
Sudah lazim kiranya jika ibu-ibu memilih tampilan peralatan elektronik yang menarik dan elegan. Miyako pun memberikan jawabannya, dengan memberikan 3 fitur sekaligus yaitu memasak, menghangatkan dan mengukus.
5. Awet dan Irit alias Ramah di Kantong
Meskipun memiliki banyak kelebihan seperti yang sudah disebutkan di atas, namun Rice Cooker Miyako Nanoal harganya sangat affordable atau sangat terjangkau. Jadi enggak heran kalau terkenal awet dan irit alias ramah di kantong.
Nah, enggak heran kan mengapa rice cooker Miyako menjadi merek terkenal dan sangat digemari oleh ibu-ibu? Makanya jangan salah pilih. Agar nasi anda masak sempurna, hindari kesalahan memasak nasi seperti di atas dan pastinya gunakan selalu penanak nasi Miyako.







0 comments