Drama sakit Gigi

by - 3:13:00 PM


sakit gigi lemaripojok

Drama sakit Gigi




Dulu waktu masih kecil, saya pernah merasakan sakit gigi. Duh rasanya nyut-nyutan enggak karuan. Seluruh tubuh rasanya juga ikut sakit. Saking sakitnya sampai aku gulung-gulung di lantai. Beneran gulung-gulung, di ruang tamu , di teras, di kamar. Pokoknya ketika gigi terasa sakit langsung gulung gulung dan nggak ketinggalan nangis keras. Sampai tetangga yang juga saudara datang kerumah, dikira ada kejadian apa gitu. Yang namanya anak kecil, meskipun sampai dilihat orang lain ya enggak merasa malu. Nangis ya nangis aja.

Oleh saudara, Ibuk disarankan untuk membawa saya ke rumah seseorang yang sudah dianggap tua di desa sebelah. Ibuk Cuma senyum saja ketika diberi tahu seperti itu. Karena belum ada dokter, ibuk membawa saya ke rumah Pak Mantri untuk mendapatkan obat. Sakit gigi saya sembuh sih selama obatnya masih bekerja. Ketika obatnya habis, saya pun gulung-gulung sambil nangis keras-keras lagi.

Gak tega , karena melihat saya gulung-gulung terus, akhirnya Bapak membawa saya ke orang tua tersebut untuk di “suwuk”. Sampai di rumah beliau saya diam saja, suruh ngomong enggak mau, suruh buka mulut enggak mau. Untunglah “embahnya” sabar, beliau Cuma senyum senyum saja. Lantas ketika pulang Bapak dibawain sesuatu.

Ketika di rumah, drama dimulai ketika gigi ini terasa nyut nyutan lagi. Sebelum “upacara” gulung-gulung dimulai, Bapak membujuk saya untuk membuka mulut. Karena ingin sembuh, dengan berat hati saya membuka mulut. Takut banget saya waktu itu, takaut kalau gigi saya yang sakit tersenggol lalu sakitnya makin bertambah.

Ternyata gigi saya yang bolong ditempeli cotton bud yang sudah diberi cairan, entah minyak apa. Ajaibnya, setelah itu gigi saya tak pernah sakit lagi. Entah ramuan apa yang dioleskan ke gigi saya yang bolong. Sayangnya Embah yang mengobati saya itu sekarang sudah meninggal, jadi tidak ada kesempatan untuk mendapatkan rahasia yang bisa saja bermanfaat untuk orang banyak ini.

Memang sih saya akui, dulu sebelum pupak/ ganti gigi dari gigi susu ke gigi seri, saya jarang gosok gigi. Palingan kalau mandi saja. Padahal sebagaimana anak kecil lainnya, saya suka sekali makan permen dan coklat. Bahkan pernah ngemut permen sampai ketiduran, dan permen itu masih ada sampai saya bangun keesokan harinya .

Untungnya juga yang sakit waktu itu adalah gigi susu, jadi masih bisa tanggal dan digantikan oleh gigi yang baru. Padahal sebenernya gigi bolong itu bisa dicegah loh. Cara paling efektif mencegah gigi bolong adalah dengan gosok gigi sebelum tidur. Karena dengan menggosok gigi sebelum tidur dengan bersih,m otomatis sisa-sisa makanan yang menempel pada gigi akan hilang.

Selain menggosok gigi sebagai upaya mencegah gigi berlubang dari luar, anda juga bisa mencegah kerusakan gigi dari dalam yaitu dengan mengkonsumsi makanan sehat yang dapat menunjang kesehatan gigi seperti sayur-sayuran, alpukat dan kacang-kacangan.

Drama sakit gigi ini juga saya ceritakan pada anak-anak. Tujuannya agar mereka tahu kalau malas gogsok gigi itu akibatnya bisa fatal. Saya juga lebih suka memberikan contoh konkrit pada anak anak jika menceritakan sesuatu. Memberi contoh konkrit ini membuat anak-anak percaya dan mudah menerima penjelasan kita, selain itu contoh nyata ini juga membuat mereka mudah untuk mengingat kembali.

Alhamdulillah, semenjak mendengar cerita saya, anak-anak lebih rajin lagi gosok gigi. Walaupun kadang ada saja dari salah satu anak saya yang harus diingatkan lebih keras dari dua saudaranya. Namanya juga anak-anak,  yang penting kita sebagai orang tua harus member tahu terus menerus, entah mana yang bakalan “nyantol” dan didengar oleh anak.

Anda sendiri, pernah mengalami drama sakit gigi apa tidak? Boleh dong di share di kolom komentar…




You May Also Like

2 comments

  1. duh jadi inget 2mgg lagi mo operasi gigi, dua sekaligus pulak huhuhu.....doakan semoga gak pake drama ya mbak hihihi, mo kicik mo gede tetep aja takut ke dokter gigi hahq

    ReplyDelete
  2. emang sakit gigi ga enak banget, nyut-nyut an ga karuan.

    ReplyDelete