Resep

Kue Wingko

20:49

Konten [Tampil]

 


Anak saya paling kecil sudah kelas 6 SD, tapi saya masih bergelut dengan pola makannya yang masih suka pilih-pilih. Bukan itu saja, si kecil ini juga tidak mau membawa bekal makanan dari rumah. Dia semacam tidak nyaman kalau makan bekal yang di bawa dari rumah. Ketika dua kakaknya ribut memasukkan bekal pada saat berangkat sekolah dia pun santai-santai saja.

Saya bersyukur walaupun masih pilih-pilih makanan tapi sekarang sudah ada peningkatan. Kalau dahulu sayur yang dia suka itu hanya yang ada di sayur bayam, sop dan sayur asem sekarang sudah bertambah walaupun sedikit.

Saat ini dia sudah mau makan tumis sawi putih dan pok choy, sudah mau makan nasi goreng dan bakmi goreng. Walaupun sedikit tapi saya bersyukur banget. Setidaknya kalau sekeluarga ingin makan nasi dan bakmi goreng bareng-bareng dia tidak bengong seperti dulu. Selain sayur-sayuran saya pun berusaha untuk mengenalkan makanan tradisional, dan ternyata ini lebih sulit. Hiks

Saya pernah membaca, untuk usia anak yang masih belajar mengenal makanan padat, orang tua disarankan untuk mencoba hingga 10 kali agar anak mau dengan bahan makanan tersebut. Tapi bagi anak yang lebih besar, seperti usia anak saya cara tersebut harus lebih dikombinasikan lagi. Kalau tidak, anak akan menolak tanpa mencoba terlebih dahulu.

Berikut ini beberapa tips yang saya lakukan pada anak saya agar mau mencoba makanan baru. Sebagai catatan pribadi dan siapa tahu bermanfaat untuk teman-teman

1. Ubah bahan makanan ke bentuk lain atau bentuk yang sama sekali berbeda dengan bahan aslinya. Misalnya ikan dibuat bakso ikan dan tahu bakso. Daging ayam dimasak nugget atau bakso ayam.

2. Saat memasak, campuran dengan bahan makanan favorit si kecil. misalnya tumis sawi ditambah bakso saat mengenalkan sawi. Bihun goreng ditambah sosis agar anak mau makan bihun dan lain-lain.

3. Kenalkan dengan nama yang menyerupai makanan yang dia suka sebelumnya. Contohnya saya membuat wingko. Fyi, wingko adalah makanan tradisional yang terbuat dari tepung ketan, santan, gula dan parutan kelapa. Wingko yang saya buat bentuknya piringan bulat seperti pancake. Pada saat anak saya tanya itu makanan apa, langsung saya jawab itu adalah pancake, alias glutinuous rice and coconut pancake. Alhamdulillah cara ini berhasil dan dia mau mencoba.

4. Dengan cara reward. Cara ini biasanya dilakukan anak kedua saya agar adiknya mau mencoba makanan baru. Misalnya saja adiknya akan diberi coklat jika mau mencoba makan bakmi. Walau harus didahului dengan berbagai rayuan, cara ini cukup berhasil.

Nah itulah beberapa tips yang saya terapkan pada anak saya agar mau mencoba makanan baru. Artikel ini kemungkinan isinya akan bertambah seiring tips baru yang mungkin akan saya coba nantinya.

Sebagai tambahan, berikut ini akan saya tuliskan resep Glutinious Rice and Coconut Pancake alias kue Wingko.

Kue Wingko sangat terkenal di daerah saya. Terbuat dari tepung ketan dan kelapa muda yang diparut. Rasanya manis gurih dan cukup mengenyangkan. Kue ini cocok dibuat untuk hantaran maupun oleh-oleh. Kue wingko yang terkenal adalah wingko Babat dari Lamongan. Bentuknya sedikit berbeda dengan wingko yang ada di daerah saya, tapi untuk rasa kurang lebih sama.

Di daerah saya kue wingko dimasak dalam sebuah loyang besar kemudian di oven. Untuk menyajikannya harus dipotong-potong terlebih dahulu. Sedangkan wingko babat dimasak satuan, bentuknya seperti pancake yang kecoklatan di kedua sisinya.

Resep yang saya bagikan ini bentuknya seperti wingko babat. Saya memilih bentuk yang seperti ini karena memasaknya lebih praktis, saya tak perlu mengeluarkan oven tangkring yang sudah berbulan-bulan tidak saya pakai.

Kebetulan ada cetakan tembaga yang saya bawa dari rumah ibuk. Tapi sebenarnya dengan menggunakan teflon berbahan tebalpun anda sudah bisa memasaknya. Kenapa harus yang berbahan tebal? Agar tidak cepat gosong dan bisa matang sampai ke tengah.

Resep Kue Wingko alias Glutinious Rice and Coconut Pancake

Bahan untuk membuat kue wingko by Fridajoincoffe

1. Tepung beras ketan 300 gr

2. Kelapa muda parut 500 gr. (Saya : satu butir kelapa muda sedang)

3. 100 gr mentega dicairkan

4. 5 sdm gula

5. 1/2 sdt garam

6. santan kelapa secukupnya (saya pakai santan instan yang dicairkan menggunakan air putih)


Cara membuat kue wingko

Campur dan aduk rata semua bahan kecuali santan. Uleni adonan sampai tercampur rata, apabila dirasa masih terlalu keras, tambahkan santan sedikit demi sedikit. Buat adonan menjadi lembab agar kue wingko tidak keras. Uleni lagi adonan agar lebih menyatu. Parutan kelapa muda, kelembaban yang cukup dan ulenan yang baik akan membuat kue wingko lebih lembut saat matang.

Setelah diuleni, bentuk menjadi piringan kecil, kemudian panggang di teflon atau cetakan berbentuk bulat. Jika satu sisi sudah berwarna kecoklatan, balik adonan agar sisi lainnya juga berwarna sama.

Kue wingko alias Glutinious rice and coconut pancake pun siap dihidangkan. Mudah bukan membuatnya, asal telaten saat menguleni, dijamin kue ini akan jadi. Selamat mencoba ya.


Mungkin teman-teman ada yang ingin berbagi tips agar anak mau mencoba makanan baru? Boleh share tipsnya di kolom komentar ya.

facebook

twitter

pinterest

linkedin

You Might Also Like

3 comments

  1. Kue wingko sama sih sebenarnya cuma di sini biasanya kalau ada acara nikahan berkatnya pasti ada wingkonya. Bentuknya kotak dan teksturnya lembek tapi biasanya orang-ornag lebih suka setelah digoreng. Kalau ini yang langsung digoreng kayaknya enak, gurih dan renyah gitu. Bisa dicoba resepnya, terima kasih resepnya!

    BalasHapus
  2. biasanya dari kita yang kasih contoh makan depan anak dulu, kalau keliatan enak pasti anak mau coba hehehe terutama kalau makanan manis

    BalasHapus
  3. Punya anak pilih2 makanan emang yaa bikin geregetan, di sini jg ada yg kyk gtuuu. Kyknya berhasil kalau yang makan teman2nya baru ditiru, kalau kakak or ortunya yg kasi contoh gak mempan haha.

    BalasHapus