DigitalTechnopreneur Festival Bersama Binus @Malang

by - 4:57:00 PM

DigitalTechnopreneur Festival Bersama Binus @Malang


Kota Malang sudah terkenal sejak dulu kala menjadi kota Pendidikan. Berbagai sekolah tinggi hingga Universitas baik negri maupun swasta hadir di kota Malang. Hal ini membuat kota yang dijuluki sebagai kota dingin (walaupun sekarang sudah tidak dingin lagi) ini diserbu pemuda-pemuda dari berbagai penjuru Indonesia untuk menuntut ilmu. 

Biaya hidup yang tidak terlalu tinggi dan berbagai jurusan yang ada di kampus kampus di kota Malang menjadi beberapa alasan yang menjadikan kota Malang sebagai kota tujuan belajar. Dan yang terbaru hadir di kota Malang adalah Binus University yang baru saja melakukan The Grand Launching kampusnya yang baru yang terletak di kawasan Araya Mansion Malang. Atau lebih tepatnya berada di Jl. Araya Mansion no 8-22 Araya, Malang Jawa Timur. 

Event ini berlangsung dari tanggal 23 Oktober hingga 26 Oktober. Berbagai macam acara di gelar, Mulai dari Kuliah umum, Digital Technopreneur Conference, Digital Technopreneur Talk,  Industry Gathering, pertunjukan musik, hingga Food truck festival.  

Seperti yang kita tahu, Binus atau Bina Nusantara terlebih dahulu hadir di Jakarta. Berawal dari sebuah institusi pelatihan computer modern kini berkembang menjadi Universitas yang memiliki banyak cabang yang ada di kota Jakarta, Tangerang, Bandung , Bekasi dan Malang dan melahirkan para entrepreneur-entrepeneur muda di bidang teknologi. 

Itu semua tak lepas dari komitmen BINUS yang memiliki target menjadi world class University pada tahun 2020 mendatang. Dimana harapannya dua dari tiga Binusian atau lulusan Binus bekerja di perusahaan global atau menjadi entrepeneur. 



Langkah langkah menuju World Class University bukanlah isapan jempol belaka, dimana pada tahun ini Binus masuk ke dalam 1000 Universitas Terbaik di dunia. Di Indonesia sendiri ada 9 universitas yang masuk di dalamnya. Dan Binus menjadi satu-satunya yang meraih bintang 4. 

Sebagai Universitas yang berkomitmen di dalam bidang technologi, Binus telah melahirkan banyak sekali Binusian yang menjadi founder-founder startup yang sukses. 

Beberapa founder stratup yang telah sukses tersebut juga hadir dalam The Grand Launching of Binus Malang yang di gelar pada tanggal 3 sampai dengan 26 Oktober 2019 yang lalu. 

Mereka yang hadir diantaranya : 

Adrianus Johan (Product Manager Of GOJEK) 

Kornelius Samuel (Product Enginering Of GOJEK) 

Kieandy Susanto (Co-Owner at PT Indonesia Global Solusindo) 

Matius Kelvin (Co-Founder at Accelist Indonesia) 

Lidya Dameycelina Rias (Founder at Booka.id) 

Edy Budiman (Founder and CEO Dewaweb) 

Arifa Tan (CEO PT IDStar Cipta Teknologi) 

Muhammad Egha (Co-Founder and CEO at Delution Enterprise) 

Joshua Kevin (Founder at Talenta.Co) 

Tyofan Ari Widagdo (Founder Bahaso.com) 

Yassa Singgih (President of Men’s Republic) 

Kehadiran Binusian yang sukses membangun Start Up di The Grand Launching of Binus @Malang ini selain berbagi tentang start up yang mereka kelola juga semakin mempertegas tagline Binus @Malang sebagai Institute Of Creative Technology. 



Dengan tema ‘When Digital Technology Meets Entrepreneurship in Creating Value”, Digital Technopreneur yang digelar pada The Grand Launching of Binus @ Malang ini diharapkan mampu menyatukan ekosistem kewirausahaan dalam bidang teknologi di Indonesia bagian timur melalui beragam kegiatan seperti festival bidang teknologi yang menghubungkan semua pelaku usaha di bidang teknologi. 

Saya menghadiri event ini pada hari kedua. Pada kesempatan ini berlangsung seminar dengan pembicara dari Gojek, Grab, Tokopedia, Kompas Gramedia dan lain-lain. 

Digital Technology Entrepreneurship and Global Innovation 

Oleh Adrianus Johan (Product Manager Of GOJEK) dan Kornelius Samuel (Product Enginering Of GOJEK).Yang membedakan Gojek dengan tukang ojek Konvensional adalah adanya aplikasi. Dengan adanya aplikasi ini memudahkan para konsumen untuk menggunakannya. Seiring dengan perjalanan waktu, untuk menjawab tantangan zaman, Gojek semakin berkembang. Dan kini sudah ada 23 layanan yang tersedia di Gojek. Semenjak ada Go Food terjadi peningkatan transaksi yang signifikan. Ini berarti bahwa Go Jek mampu mengakomodir apa yang menjadi kebutuhan masyarakat saat ini melalui teknologi. Hal ini sesuai dengan tujuan Gojek yaitu Creating Social Impact Trough Technology. 

The Emergence OF A Digital Technology Entrepreneur Ecosystem 
Oleh Igel Zibriel (VP of Area Business Development at Grab Indonesia). Sesuai dengan judulnya, melalui Ekosistem digital yang di bangun oleh Grab, dalam waktu singkat Grab telah menjadi Startup Decacorn pertama di Asia Tenggara. Hanya dalam waktu satu setengah tahun, Grab mampu berkembang dari 12 kota menjadi 224 kota. Saat ini Grab telah merangkul 9 juta Microentrepeneur dan aplikasi Grab telah diunduh lebih dari 165 juta orang. Sungguh pencapaian yang luar biasa. Ke depannya Grab akan terus berinovasi agar dapat memperluas layanan seperti yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini. 

Where Digital Meet Entrepeneurship in Creativ Value 
Oleh Felix Yuwono (Lead Product Manager at Tokopedia). Dengan slogan ‘Mulai aja dulu” Tokopedia berusaha untuk merangkul seluruh masyarakat Indonesia melalui teknologi. Berawal dari kegelisahan atas banyaknya penipuan belanja online, Tokopedia hadir sebagai e-commerce dan kini telah diunduh oleh lebih dari 90 juta user yang tersebar di 97 % kecamatan di seluruh Indonesia. Sedangkan penjual yang terdaftar di Tokopedia mencapai 6 juta orang, dimana 80 persen diantaranya adalah first time entrepreneur. Tercatat, Tokopedia kini telah menggerakkan lebih dari 1% perekonomian Indonesia. Kini Tokopedia bukan hanya E-comerce marketplace namun telah berkembang menjadi super Ecosistem yang dapat melayani semua kebutuhan masyarakat. Mulai dari pembayaran tagihan, investasi hingga berdonasi. 

Dari semua pembicara yang hadir, kita dapat menarik kesimpulan bahwa semua startup yang berkembang pesat adalah startup yang mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat masa kini dengan cara yang praktis dan mudah.
Kampus Binus @Malang sendiri berkonsep modern dengan ruang kuliah dan laboratorium yang mampu mengakomodir proses belajar mengajar yang berbasis digital. Fasilitas penunjangnya juga lengkap seperti Perpustakaan dengan tampilan modern, admission room, kantin dan musholla hingga dua ruangan co-working space yang menghubungkan dengan dunia kerja. 




Sistem pendidikan di Binus @Malang ini sendiri menerapkan program 2+1+1 yang berarti Selama 2 tahun pertama, mahasiswa akan menjalankan perkuliahan di Kampus BINUS @MALANG, 1 tahun menjalankan perkuliahan di BINUS UNIVERSITY Jakarta, dan 1 tahun berikutnya adalah ENRICHMENT untuk menyiapkan mahasiswa menjadi tenaga profesional siap kerja melalui 5 program yang dapat dipilih oleh mahasiswa yaitu : Internship (company/industry), Research, Community Development, Start-Up Business atau Study Abroad (kuliah di University partner di luar negeri) 


Untuk pendidikan yang berorientasi ke teknologi, tak salah kiranya jika memilih Binus menjadi tujuan belajar. Dari fasilitas, system belajar mengajar hingga alumninya telah membuktikan bahwa Binus mampu menjadi kawah candradimuka yang menghasilkan para ahli di bidang teknologi. 

You May Also Like

0 comments