Perbedaan Antara usaha Kuliner di Pasar Takjil dengan Usaha Sehari hari

by - 11:22:00 AM


SPOTS POS

Perbedaan Antara usaha Kuliner di Pasar Takjil dengan Usaha Sehari hari

Wuah, tak terasa ya, sebentar lagi bulan puasa tiba. Jadi teringat beberapa tahun lalu nih. Saya pernah berjualan di pasar takjil. Tau kana pa itu pasar takjil? Pasar takjil yaitu pasar yang hadir hanya di bulan Ramadhan. Biasanya, pasar ini buka setelah ashar sampai maghrib. Yang dijual pun macam-macam, dari makanan dan minuman untuk membatalkan puasa hingga makanan berat untuk berbuka maupun makan sahur. Meskipun buka setiap hari, namun pasar Takjil ini tak pernah sepi. Selalu saja ramai bahkan sampai ada pembeli yang tak kebagian. 

Saat itu, saya berjualan es buah dan lauk pauk untuk berbuka. Saya kebagian membuat es buah sedangkan teman saya kebagian untuk membuat lauk. Walaupun saat itu saya pertama kali berjualan, rupanya dapat sambutan yang hangat. Buktinya dagangan saya selalu habis. Dan diantara pembeli yang hadir itu ada beberapa pelanggan yang datang hampir setiap hari. Di sini jelas, bahwa yang belie s buah buatan saya bukanlah orang yang sekedar coba-coba. 

SPOTS POS
Saya sih kebagian jualan aja, sedangkan yang membuat resep dan belanja adalah Pak Suami. Jadi beliau yang memikirkan, rasa bagaimana yang ingin di munculkan dalam es buah jualan saya, hingga menentukan komposisi buah dan harganya. Pokoknya saya terima jadi deh. Sempat sih protes, karena menurut saya, satu porsi es buah saya terlalu besar untuk harga sekian. Tapi menurut perhitungan Pak Suami, keuntungan yang di peroleh sudah cukup dan selain rasa, porsi itu juga yang akan jadi daya tarik. Ternyata benar, es buah dagangan saya tak pernah sepi dari pembeli. 

Yang namanya pelanggan itu macem macem. Ada yang suka semua jenis buah, ada yang minta hanya satu jenis buah saja. Tapi enggak ada yang minta gak pakai buah sama sekali. Ya iyalaah… namanya es buah yang isinya buah aja, masa gak pakai buah. Emangnya mau belie s sama gulanya doing? Hihihi. 

Saat itu, niat kami hanya berjualan di 10 hari pertama Ramadan saja, karena berjualan itu ternyata membuat saya sibuk luar biasa. Karena waktu itu anak anak masih kecil-kecil, jadi saya ingin menikmati sisa Ramadan agar bisa menikmati kemenangan di hari Raya Idul Fitri Nanti. Namun ternyata saya terus berjualan sampai tanggal 16 Ramadhan. Keuntungannya lumayan lah, bisa buat nambah untuk persiapan lebaran. 


Melihat antusiasme pelanggan, saya sempat terpikir untuk berjualan di luar bulan Ramadhan. Namun setelah saya pikir-pikir, ada banyak perbedaan situasi dan kondisi jika saya berjualan di luar bulan Ramadhan, yaitu : 

1. Pasar Takjil adalah pasar yang sudah disediakan untuk berjualan makanan. Sudah ada panitia yang bagian woro-woro, bahwa di situ ada pasar takjil. Jadi kita tinggal menyiakan dagangan saja. Jika saya berjualan di luar bulan Ramadan maka saya harus melakukan promosi sendiri agar orang-orang tahu bahwa saya berjualan. 

2. Berjualan di pasar takjil ini seperti berjualan di pasar rakyat, sewa lapaknya sangat murah. Sebaliknya, jika saya berjualan di luar bulan Ramadhan, sewa lapaknya tak semurah di pasar takjil. Saya pun harus mencari tempat jualan yang strategis, dan jaraknya tidak terlalu dekat dengan penjual yang serupa. 

3. Tidak membutuhkan perlengkapan, karena berjualan di pasar takjil ini meja dan kursi sudah disediakan panitia. Jika berjualan di bulan biasa, saya harus mempunyai perlengkapan sendiri. Tentu saja pos ini membutuhkan modal yang tidak sedikit. 

4. Waktu berjualan singkat namun pengunjung maksimal. Karena pembeli yang datang berniat membeli untuk berbuka puasa. Kalaupun untuk makan sahur belinya tetap di jam yang sama. Jika berjualan di hari biasa, maka membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk berjualan. Karena pembeli itu tidak pasti jam berapa akan membeli dagangan kita. 

5. Di bulan puasa itu pembeli cenderung royal untuk berbelanja. Entah karena hawanya puasa yang bikin lapar atau karena mereka berbelanja banyak karena baru saja dapat THR. Sedangkan di hari-hari biasa, orang-orang cenderung membeli sesuai kebutuhannya saja. 


6. Tidak peduli musim hujan atau musim kemarau, kalau berjualan es buah untuk iftar/ berbuka puasa, pasti laris. Jika berjualan di luar bulan Ramadan dan kebetulan di musim hujan, jangan harap es buah anda akan laris manis layaknya saat musim kemarau. 

7. Waktu jualan yang singkat, memudahkann kita untuk menghitung keuangan dagangan kita. Karena jumlah pengeluaran lebih sedikit. Misalnya, jika kita berjualan sehari maka kita harus memikirkan uang untuk makan minimal sehari 3x. Jika berjualan di bulan ramadhan, pengeluaran untuk makan cukup satu kali saja. 

8. Saat itu pembeli masih datang sendiri ke tempat kita berjualan dan membayar secara tunai. Namun sekarang, ada pembeli online dan offline. Pencatatannya lebih rumit jika di bandingkan dengan zaman dulu. 

9. Berjualan makanan apalagi saat hari biasa ditambah lagi jika menyediakan ruangan untuk makan di tempat, maka kesibukannya menjadi dua kali lipat. Waktu dan tenaga yang tersita kadang membuat pencatatan penjualan menjadi terbengkalai. Padahal menurut saya, penjual itu wajib melakukan pencatatan keuangan agar arus uang terkontrol. 

Ternyata banyak juga ya poin-poin yang membedakan antara berjualan di saat bulan ramadhan dengan hari biasa. Namun demikian, buat anda yang berniat untuk berjualan, poin-poin di atas jangan dijadikan sebagai hambatan namun jadikanlah catatan, untuk kemudian dicari bagaimana solusinya. 

Beruntung di zaman sekarang ini kemajuan teknologi sangat membantu para pedagang, misalnya saja aplikasi kasir yang dapat membantu kita dalam menghitung keuangan kita secara praktis. Aplikasi kasir ini akan memudahkan kita saat mencatat pembelian baik offline maupun online. Memudahkan pembayaran non tunai. Bisa mencetak resi secara instan, kita tidak perlu mencatatnya. Rekapan transaksi harian atau bulanan dapat dengan mudah dilihat kembali melalui aplikasi maupun email. 

See, ternyata untuk berjualan kulineritu, jika kita menemui kesulitan akan sesuatu maka kita akan ditunjukkan jalan mudah lainnya. Contohnya ya aplikasi kasir ini. Dengan memiliki aplikasi ini, beberapa permasalahan dapat terselesaikan secara cepat, mudah dan praktis. 

Jadi, anda mau berjualan apa? 


Artikel ini didukung oleh SPOTS.

You May Also Like

0 comments