parenting

Manfaat bermain Peran untuk Anak

00:34

Konten [Tampil]
Manfaat bermain peran untuk anak


“Ma, ayok main adik-adikan”

“OK, mama jadi siapa?”

“Jadi adiknya, aku jadi mamanya”

Pernah kan diajakin anak bermain peran? Kalo anak saya menyebutnya bermain adik-adikan mungkin anak anda memiliki istilah sendiri. Kadang, kalau sedang sibuk atau capek saya minta dia untuk main sendiri. Atau saya suruh menunggu sampai saya menyelesaikan pekerjaan.  Hehehe boleh dong meminta anak untuk menunggu, agar dia juga mengerti bahwa orang lain juga punya kesibukan dan dia harus belajar menghargainya. Kadang anak saya bisa mengerti, tapi kadang kala dia marah dan mengeluarkan senjatanya yaitu: merengek. Duh... 

Kalo dia udah merengek gini, kepala rasanya langsung nyut-nyutan hahaha dan bisa bikin saya marah-marah karenanya. Tapi saya tidak selalu jahat kok. Kalau pekerjaan masih bisa ditunda saya pun mau-mau saja diajak main. Karena saya sadar kalau bermain peran ini memiliki segudang manfaat untuk perkembangan anak.

Baca juga : Satu trik agar anak-anak rukun

Biasanya yang mengajak bermain peran ini adalah anak perempuan saya, si nomor dua. Saya pernah membaca kalau anak perempuan lebih suka bermain dengan boneka dan lebih suka bermain peran daripada anak laki-laki karena memang pada anak perempuan lebih banyak memproduksi hormon oksitosin. Yaitu hormon yang menyebabkan keterikatan pada manusia. Dan hormone serotin yaitu hormone yang memberi rasa nyaman. Hormon ini pulalah yang menjadikan anak perempuan lebih menunjukkan rasa kasih-sayangnya kepada saudaranya.

Karena kebanyakan temannya adalah laki-laki, anak saya yang nomor dua ini tingkahnya juga seperti anak laki-laki. Menyukai permainan yang lebih banyak menggunakan aktifitas fisik, seperti bermain bola, bersepeda dan lain-lain. Kadang, ketika nalurinya sebagai anak perempuan lebih kuat dia mampu menggiring teman-temannya untuk mengikuti alur permainan yang dia inginkan yaitu bermain “adik-adikan”.

Entah jurus persuasi mana yang dia gunakan, sehingga temannya mau menurut saja. Ketika Bermain peran bersama teman-temannya yang laki-laki,  tokoh yang banyak diperankan  berbeda jika bermain dengan saya, mamanya. Ada temannya yang jadi pembalap, pilot tentara dan lain-lain.

Agar tau peran dan cerita apa yang mereka mainkan, biasanya saya pura-pura sibuk. Wara-wiri di dekat mereka, pura-pura ambil sesuatu. Padahal sebenarnya mau mencuri dengar percakapan mereka. Mereka juga tidak sadar kalau saat itu saya sedang berperan menjadi orang sibuk hahahha.
Baiklah kembali ke manfaat bermain peran. Banyak sekali manfaat bermain peran yang dapat menunjang perkembangan anak.


 Manfaat bermain peran yang saya rasakan antara lain :

    • ·Mengajarkan nilai. Kita dapat memasukkan nilai-nilai pendidikan ahlak maupun pengetahuan saat kita bermain peran dengan anak.

    • Menambah kedekatan. Dengan melakukan permainan ini bersama seluruh keluarga dapat mempererat bonding antar anggota keluarga.

    • Melatih daya imajinasi. Bebaskan anak untuk membuat alur cerita, sehingga dapat membuat imajinasi dan kemampuan inisiatifnya berkembang

    • Melatih kemampuan berbahasa

    • Dapat meningkatkan daya ingat dan kepercayaan diri pada anak.

    • Melatih anak untuk mau mendengar,  bekerjasama dan bekerja dalam kelompok sehingga bisa menghargai orang lain.

    • Mengajarkan anak untuk berbagi


Itulah beberapa manfaat yang bisa saya rasakan jika bermain peran bersama anak-anak.

Berikut ini adalah beberapa gambar yang sempat saya simpan saat anak-anak bermain peran.
manfaat  bermain peran untuk anak

Gambar diatas adalah gambar saat anak saya bermain peran dengan menggunakan boneka. kalau saya tidak salah ingat, temanya waktu itu adalah rekreasi ke Jakarta.



manfaat  bermain peran untuk anak


Gambar diatas adalah bermain peran dengan tema ulang tahun. Dengan benda-benda yang mereka temukan di sekitar rumah seperti pasir, bunga dan potongan bambu, sang kakak membuat kue ulang tahun untuk adiknya.



manfaat  bermain peran untuk anak

Gambar diatas adalah panggung boneka mini yang dapat digunakan untuk bermain peran dengan anak-anak. terbuat dari kardus bekas, stik es krim, dan cake cup berukuran kecil. Alat dan bahan lain yang digunakan antara lain lem, gunting, selotip dan crayon. Gambar dan boneka yang digunakan dapat dibuat sesuai tema yang diinginkan. 

itulah beberapa manfaat dan sedikit contoh bermain peran untuk anak-anak. Anda mempunyai pendapat lain? boleh kok sharing di kolom komentar... kalau dirasa bermanfaat boleh juga postingan ini anda share ke media sosial anda. Terimakasih sudah berkunjung....

facebook

twitter

pinterest

linkedin

You Might Also Like

20 comments

  1. Mengajarkan anak untuk bisa berbagi, tepat sekali itu, Mbak. Anak-anak memang usianya bermain, sebagai orang tua sudah seharusnya ikut berperan juga dalam permainannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikutan main sambil sedikit2 memasukkan unsur pendidikan ya mba...

      Hapus
  2. waktu kecil dulu inget suka main masak2an pura2 jadi koki restoran, atau pura2 jadi dokter main sama boneka.. itu main peran juag kan ya? hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba... sama seperti itu...kalo aku senengnya jadi dokternya, g mau kalo disuruh jadi pasien hihihi

      Hapus
  3. ternyata bermain peran pun bermanfaat y mbak buat anak. Saya blum mnikah dan pnya ank, tp lg suka baca baca soal parenting. makasih ilmunya mbk :D

    BalasHapus
  4. hahahaha, ini anakku yg pertama juga seneng main begini mbak.. kadang2 dia ajak adeknya yg msh 7 bulan ikutan main, walopun adiknya blm ngerti apa2 :D.. kalo udh gitu, biasanya dia jg yg berperan dobel pura2 mewakili adiknya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... anak-anak ang lucu ya mba... kadang aku juga ikutan main mba...

      Hapus
  5. Hehehehehe jadi inget jaman kanak2 dulu, di gresik istilah nya "Main Rumah - Rumahan" jadi kayak berperan dalam rumah tangga gitu ada anak ibu bapak

    BalasHapus
  6. Aisyah jg suka main kyk gitu pura2 jadi ummi. Ternyata banyak juga manfaatnya ya.

    BalasHapus
  7. Ketika anak-anak saya masih kecil, saya juga suka ajak mereka main peran. Biasanya mereka lebih mudah menangkap pelajaran bila diajak main peran :)

    BalasHapus
  8. Wah masa - masa yang telah berlalu bagiku :) Anak2nya sdh mulai gede sih :D

    BalasHapus
  9. Wah, asyiknya main peran sama anak-anak.

    kalau si hasna baru 2,5 tahun.. lagi suka banget gendong2 boneka.. jadi diledekin 'kapan punya adik' terus sama orang2. hadeuh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dede Hasna yang main-main adik2 an, mamanya yang baper hihihi...piss mba...

      Hapus
  10. Wah, ini kalau dibaca anakku pasti seneng deh. Anakku ki suka dongeng mbak. Jempol dia aja bisa jadi karakter cerita. Ntar ku tunjukin dia post jenengan ini, pasti pgn nyoba jadinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bikinin mba....suruh membuat karakter sendiri dan biar Hana warnain sendiri, pasti seneng...

      Hapus