lingkungan

BSTC : Selamatkan Penyu, Lestarikan Ekosistem Laut dan Menjaga Bumi

23:49

Konten [Tampil]

 

Konservasi penyu di Kabupaten Malang BSTC

Ekosistem laut dan pesisir adalah hal yang tidak bisa dilepaskan dalam upaya pelestarian alam. Sebagaimana kita tahu ekosistem adalah sebuah sistem, dimana jika salah satu bagian rusak maka bagian lain akan terganggu. Begitu juga jika kawasan pesisir dan pantai kita mengalami kerusakan maka akan mendorong munculnya permasalahan lainnya.

Kerusakan kawasan pesisir dan pantai tidak saja berakibat secara kasat mata seperti terjadinya abrasi namun lebih dalam dari itu. Kerusakan kawasan pantai dan pesisir juga dapat meningkatkan suhu global dan menurunnya jumlah tangkapan ikan di laut. Bagaimana bisa?

Berita tentang pengikisan pantai bukan hal yang baru di Indonesia. Semakin seringnya terjadi banjir rob dan garis pantai yang semakin mendekati pantai adalah beberapa peristiwa yang disebabkan oleh abrasi. Abrasi sendiri dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor alam dan manusia. Manusia menjadi penyumbang kerusakan yang besar karena berbagai aktifitas yang dilakukan di pesisir pantai.

Mangrove bukan satu-satunya ekosistem pantai yang harus di jaga. Masih ada terumbu karang dan ekosistem yang kurang populer di masyarakat yaitu padang lamun yang juga harus dijaga kelestariannya.

Setiap ekosistem tersebut memiliki peran-masing masing untuk kesehatan dan kelestarian laut, apa saja peran mereka?

Manfaat Hutan Mangrove 

Hutan mangrove mampu memproduksi oksigen dalam jumlah besar., dimana tumbuhan mangrove dapat melakukan proses fotosintesis yang dapat menyerap karbondioksida dari alam kemudian mengubahnya menjadi karbon organik dan menyimpannya sebagai biomassa dalam tubuhnya seperti pada akar, batang, daun serta pada substrat lumpur dimana mangrove hidup. Tumbuhan mangrove mampu menyimpan karbon 3 sampai 4 kali lipat bila dibandingkan dengan hutan di daratan.

Mangrove juga merupakan sumber plankton yang menjadi makanan bagi biota lainnya.

Manfaat Padang Lamun

Lamun adalah tumbuhan berbunga yang mampu hidup di bawah permukaan air laut yang dangkal. Karena keberadaannya yang luas, maka area tumbuhnya lamun ini disebut dengan padang lamun. Tumbuhan ini bisa hidup dalam kerapatan tinggi sehingga dalam setiap mater perseginya jumlah daunnya bisa mencapai 4000 helai. Ekositem padang lamun ini dapat ditemukan di seluruh dunia, vegetasinya berada di antara hutan bakau dan terumbu karang. 

Tumbuhan Lamun yang memiliki struktur akar berupa rimpang yang terendam di dalam substrat sehingga mampu menjaga stabilitas stabilitas dasar laut dan bisa mencegah abrasi. Selain itu tumbuhan ini juga memiliki kemampuan filtrasi yang bagus sehingga mampu mencegah sedimen yang akan memasuki kawasan terumbu karang.

Sebagai vegetasi yang berada di perairan laut , lamun juga menjadi tempat hidup berbagai fauna yang beraneka ragam mulai dari plankton hingga spesies yang lebih besar seperti penyu, dugong dan ikan. Itulah sebabnya Lamun memiliki produktivitas primer dan sekunder yang sangat tinggi. Tak heran juga jika padang lamun ini menjadi tempat pemijahan dan nursery binatang laut seperti ikan dan fauna lainnya.

Jika padang lamun mengalami kerusakan maka perairan tersebut akan kehilangan produsen primer yang paling produktif di Bumi. Juga kehilangan potensi penyimpanan karbon yang bisa mencapai 83.000 metrik ton/km bandingkan dengan hutan daratan yang hanya mampu menyimpan karbon sebesar 30.000 metrik ton/km.

Manfaat Terumbu Karang

Terumbu karang merupakan ekosistem laut yang terbentuk dari biota laut berupa hewan penghasil karang yang bersimbiosis dengan alga zooxanthelle. Alga ini hidup di dalam jaringan tubuh karang yang merupakan hewan kelompok coelenterata yang berbentuk polip. Alga ini menerima nutrisi penting dari polip yang ditinggalinya dan memberikan 95% hasil potosintesisnya pada polip sehingga dapat membuat polip ini dapat membentuk bangunan dari kapur yang kita kenal dengan karang.

Terumbu karang berperan sebagai tempat tinggal, tempat mencari makan dan tempat berkembang biak biota laut lainnya. Apabila terjadi kerusakan terumbu karang maka akan berpengaruh pada kelangsungan biota laut lainnya termasuk kelangsungan hidup ikan yang akan ditangkap oleh nelayan karena terumbu karang merupakan tempat pertemuan ikan yang baru dewasa dengan ikan besar dari samudera.

Salah satu contoh hubungan antara mangrove dengan hasil tangkapan nelayan adalah : Bakau menyediakan tempat tumbuh bagi ikan kecil, udang dan kepiting yang memangsa plankton. Ketika ikan dan udan tersebut beranjak dewasa mereka migrasi ke padang lamun, sebagian bertelur disana. Sebagian lagi menjadi makanan ikan yang lebih besar. Setelah ikan tersebut lebih dewasa akan bermigrasi ke terumbu karang, disana ikan yang lebih besar tersebut bertelur dan sebagian dimangsa ikan yang lebih besar bahkan ikan yang berasal dari lautan lepas. Itulah sebabnya ketiga eksosistem di atas adalah benteng yang harus dijaga untuk menjaga kelangsungan kehidupan laut.

Fakta Pesisir Pantai di Malang

Beberapa tahun yang lalu, jumlah Pantai di Malang selatan bisa dihitung dengan jari. Hanya beberapa saja yang terkenal seperti pantai Balekambang, Ngliyep, Sendang Biru, Wonogoro, Nganteb, Sendiki, Kondang Merak. Namun seiring dengan perkembangan infrastruktur dan pariwisata, kini ada lebih dari 30 pantai yang dikenal oleh masyarakat.


Jalur Lintas Selatan di kawasan pesisir pantai Malang Selatan-dokpri

Pembukaan wisata pantai baru ini bagaikan dua sisi mata uang, di salah satu sisi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya melalui sektor pariwisata dan perdagangan sedangkan di sisi lainnya dapat mengakibatkan semakin parahnya kerusakan lingkungan.

Saya masih ingat pada saat saya masih SMP dulu sering diajak memancing di pantai Bajulmati. Dengan berjalan kaki kami menyusuri sepanjang pantai yang hutannya masih terjaga dengan baik. Tak jarang kami harus berjalan perlahan dan meraba-raba di gelapnya malam agar tidak terjatuh karena akar pohon yang malang melintang. Saat malam kami masih bisa mendengar suara kancil di antara pepohonan hutan yang lebat.

Namun kini mari kita tengok, jika kita ke sana akan kesulitan menemukan hutan yang masih alami, Dan banyak bagian pantai yang berubah menjadi deretan warung dan hutan wisata. 

Semakin banyak aktivitas manusia di pesisir pantai seperti pembukaan lahan dan pembangunan jalan membuat jejak karbon di tempat tersebut semakin tinggi. Udara pun terasa lebih panas jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu.

Berdaya Bersama Selamatkan Bumi

Diantara gempuran pembukaan pantai dengan dalih pariwisata dan kesejahteraan masyarakat untunglah masih ada orang-orang yang peduli dengan kelestarian alam. Mereka adalah orang-orang yang memiliki visi ke  depan, berkeinginan kuat dan bermental baja. Karena tentu saja melakukan proses pelestarian alam #Untukmubumiku di masa sekarang ini banyak sekali tantangannya. Selain faktor alam, yang menjadi tantangan terbesar tentu saja faktor manusia yang melakukan perusakan baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Orang-orang hebat ini terus #BersamaBergerakBerdaya demi selamatkan Bumi.

Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC)

Memperkenalkan Bapak Sutari, salah satu nelayan lokal di Malang Selatan yang peduli dengan kelestarian lingkungan. Beliaulah yang menginisiasi adanya konservasi penyu di Kabupaten Malang. Melalui Bajulmati Sea Turtle Conservation yang dirintis Bapak Sutari sejak tahun 2019, sudah ribuan telur penyu terselamatkan dari mangsa predator dan tangan jahat manusia.


Bapak Sutari BSTC Malang- Empu Penyu Malang
Sbr: IG BSTC Malang

Kawasan BSTC yang dikelola secara mandiri ini berada di kawasan pantai wisata Bajulmati yang berada di desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan. Meskipun berada dalam satu area dengan pantai Bajulmati yang ramai wisatawan, namun BSTC ini memiliki area tersendiri yang dibatasi dengan pagar.

Hanya pengunjung yang bertujuan untuk penelitian dan pendidikan yang diperkenankan untuk masuk kawasan konservasi yang dijaga dengan ketat ini. Berbagai aturan diterapkan untuk menjaga agar kawasan ini tetap bersih dan vegetasinya tetap terjaga dengan baik. Selain itu ekosistem yang baikini juga sangat dibutuhkan telur penyu agar dapat menetas dengan sempurna.

Metode yang diterapkan dalam konservasi penyu ini adalah penyelamatan. Caranya dengan melakukan patroli yang dilakukan setiap hari oleh Bapak Sutari bersama dengan para relawan untuk mencari telur penyu yang ditelurkan induknya, terutama pada musim bertelur yang berlangsung antara bulan Maret hingga Oktober. Setelah itu telur diletakkan di tempat khusus yang telah disediakan hingga menetas. Setelah menetas, tukik atau anak penyu tersebut ditempatkan di sebuah kolam yang berada di area konservasi untuk dirawat hingga usia tertentu sampai anak penyu tersebut siap untuk dilepas liarkan.


Kapan melepas Tukik di Bajulmati Sea Turtle Conservation
Sbr : IG BSTC Malang

Penyu dapat bertelur di seluruh kawasan pantai. Penyu itu tidak peduli apakah lokasi tersebut ramai oleh aktivitas manusia apa tidak. Relokasi telur penyu seperti gambar di atas dilakukan untuk menyelamatkan telur penyu dari predator dan manusia yang ingin mengambil manfaat darinya.

Kaleng penetasan telur Penyu
dokpri

Kaleng atau bak penetasan telur ini adalah tempat penetasan telur dengan metode semi alami. Telur yang direlokasi dari tempat bertelur ditempatkan dalam ember plastik berisi pasir. Kemudian ember atau bak tersebut diletakkan di kolam berpasir. 

Tutup ember penetasan setiap pagi antara pukul 07.00-12.00 dibuka untuk memberikan sinar matahari dan menjaga sirkulasi udara. Kelembaban pasir juga perlu terus diperhatikan, karena telur penyu bisa busuk jika pasir tempatnya menetas terlalu lembab. Metode ini berhasil meningkatkan keberhasilan penetasan telur penyu hingga 90%.

Kolam pembesaran tukik di Bajulmati
dokpri

Setelah dipindahkan ke kolam pembesaran, selain diberi makan. Tukik juga dijaga kesehatannya dengan menguras kolam dua kali seminggu. Pelepasliaran ke alam bebas juga mempertimbangkan umur tukik. Jika terlalu muda maka tukik akan terlalu lemah sehingga mudah dimangsa oleh binatang lain. Bila terlalu lama di kolam pemeliharaan maka tukik akan terbiasa dalam lingkungan yang serba mudah sehingga daya survivalnya rendah

Kapan penyu di Bajulmati bertelur
dokpri

Ada yang unik pada saat melepasliarkan tukik atau anak penyu tersebut. Menurut penelitian, anak penyu yang dilepaskan tersebut setelah dewasa akan kembali ke tempat tersebut untuk bertelur setelah dewasa nanti. Oleh karena itu pada saat pelepasliaran, anak penyu tersebut tidak diperkenankan dipegang langsung oleh tangan namun menggunakan alat seperti batok kelapa atau panci kecil. Wadah tersebut digunakan untuk membawa tukik dari kolam ke pantai. Setelah di pantai, anak penyu dilepaskan di pasir menuju pantai. Saat itulah anak penyu mengenali daerahnya dimana memori tersebut mereka simpan hingga dewasa nanti untuk kembali dan bertelur di tempat yang sama.

Saat ini populasi penyu di Indonesia semakin menurun oleh sebab itu semua jenis penyu sudah termasuk ke dalam binatang yang dilindungi. Ada 7 jenis penyu dari seluruh dunia, 6 diantaranya ada di Indonesia dan 4 diantaranya ada di kawasan Bajulmati Sea Turtle Conservation. Empat jenis penyu di BSTC yaitu penyu sisik, penyu belimbing, penyu hijau dan penyu abu-abu. Perlu diketahui untuk penyu sisik masuk dalam daftar spesies yang sangat terancam punah sedangkan jenis lainnya terancam punah.

Sebagai hewan yang dilindungi, semua bagian dari penyu tidak boleh diperjualbelikan baik berupa daging, cangkang maupun telurnya. Namun sayang masih banyak yang menganggap telur penyu adalah salah satu obat yang mujarab. Dan memanfaatkan kulit penyu untuk perhiasan. 

Penyu juga memiliki peran besar untuk kelestarian lingkungan diantaranya sebagai penjaga kestabilan padang lamun, menjaga fungsi terumbu karang, mendistribusikan nutrisi sehingga kesehatan ekosistem laut tetap terjaga.

Sebagai contoh penyu hijau adalah pemangsa lamun yang membuat kepadatan lamun berkurang sehingga sinar matahari dapat menembus padang lamun agar fotosintesis berjalan dengan baik. Jika tidak ada yang memangsa, lamun yang bisa tumbuh dengan sangat rapat. Kerapatan tersebut selain meghalangi sinar matahari juga akan menghalangi arus laut yang membawa nutrien ke terumbu karang. Penyu hijau memakan lamun hingga beberapa senti meter dari pangkal daun sehingga merangsang pertumbuhan daun baru dan meminimalisir pembusukan daun-daun yang sudah tua yang dapat menimbulkan habitat sejenis jamur. Peristiwa ini juga membantu lamun untuk hidup menyebar ke area yang lebih luas. Bisa dibayangkan betapa besar peran penyu hijau ini untuk kestabilan padang lamun.

Sedangkan penyu sisik yang memiliki mulut yang menyerupai paruh burung dapat memangsa spons yang merupakan kompetitor terumbu karang. Spons juga merupakan biota laut yang sulit dimangsa oleh ikan maupun mamalia laut lainnya karena pertahanan fisiknya. Sedangkan penyu sisik mampu mampu merobek spons sehingga nutrisi yang ada di dalamnya bisa terbebas di dalam air dan dimakan oleh spesies laut lainnya, misalnya saja ikan. Dengan kata lain penyu sisik juga membantu ikan untuk mendapatkan makanan dan mengendalikan keberadaan spons di laut sehingga terumbu karang memiliki kesempatan untuk berkembang.

Penyu belimbing yang merupakan jenis penyu terbesar di dunia merupakan pemangsa puncak ubur-ubur, baik ubur-ubur jenis penyengat maupun yang tidak menyengat. Sebagai santapan utama penyu belimbing, setiap harinya tak kurang dari 200 kg ubur ubur dimangsa oleh satu ekor penyu belimbing dewasa. Sedangkan ubur-ubur sendiri adalah pemangsa larva dan telur ikan. Jika ubur-ubur tidak dimakan oleh penyu dan populasinya meledak maka jumlah ikan di lautan akan berkurang. Bisa dibayangkan jika penyu belimbing ini punah, maka laut kita akan dipenuhi oleh ubur-ubur.

Penyu abu-abu yang juga dikenal sebagai penyu lekang adalah jenis omnivora. Selain memangsa lamun, penyu yang berukuran lebih kecil dari jenis penyu lainnya ini juga pemangsa kepiting, gastropoda, cumi-cumi, udang-udangan dan ubur-ubur. Penyu yang selalu melanglang samudera ini sesekali timbul di permukaan untuk mengambil udara. Punggungnya yang muncul di permukaan air seringkali dimanfaatkan burung laut sebagai tempat bertengger. Keberadaan penyu ini juga sebagai tempat persembunyian ikan-ikan kecil dari incaran burung laut. Sebagai gantinya burung tersebut memakan teritip yang menempel pada cangkang penyu.

Usaha Pak Sutari bersama para relawan bukanlah hal yang mudah. Banyak tantangan yang dihadapi, menetaskan telur penyu tidak sekedar memindahkan ke tempat lain agar tak dijamah orang dan dimakan predator. Namun penetasan telur penyu juga membutuhkan kondisi alam yang mendukung. 

Reboisasi /oenanaman mangsrove/bakau di kawasan BSTC Malang
dokpri

Mengingat ekosistem yang baik sangat diperlukan untuk konservasi penyu ini, Pak Sutari dan para relawan juga memperhatikan lingkungan di sekitar area konservasi, diantaranya dengan melakukan penanaman dan perawatan tumbuhan pesisir pantai seperti pandan laut, deling dan mangrove di sekitar Bajulmati Sea Turtle Conservation. 


Pak Sutari sang empu penyu yang kini berusia 49 tahun ini pasti tak menyangka jika kecintaanya pada penyu ternyata membawa dampak yang luar biasa untuk kelestarian alam dan menjaga stok ikan di laut. 

Lambat laun semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya melestarikan penyu. Terbukti dengan adanya wisatawan pantai yang menyerahkan tukik yang mereka temukan ke BSTC . Semoga saja kesadaran ini semakin meningkat dibarengi dengan keinginan untuk menjaga lingkungan pantai agar tetap menjadi tempat yang nyaman bagi penyu untuk bertelur.

Menjadi Sahabat Penyu

Apakah anda ingin menjadi sahabat penyu di Bajulmati Sea Turtle Conservation? Kesempatan ini berlaku bagi siapa saja yang ingin turut serta menyelamatkan penyu di kawasan pantai Malang Selatan. 

Bajulmati Sea Turtle Conservation memiliki kegiatan rutin yang berlangsung setiap musim penyu bertelur. Kegiatan ini dapat diikuti oleh para sobat penyu yang menjadi relawan maupun yang berkegiatan di BSTC.

Kegiatan apa saja yang dapat diikuti oleh para sahabat penyu di BSTC?

1. Patroli atau susur pantai untuk mencari sarang telur penyu.

Kegiatan ini akan mengenalkan sahabat penyu pada sarang penyu, jejak penyu hingga belajar membaca gelombang untuk memperkirakan kapan induk penyu mendarat di pantai.

2. Relokasi Telur atau memindahkan telur dari sarang ke bak penetasan.

Disini Sahabat penyu akan diajari bagaimana menggali sarang telur untuk kemudian memindahkan telur pada wadah, membawanya ke ibukota penyu dan memindahkan telur-telur tersebut ke bak penetasan.

3. Manajemen Telur 

Agar tingkat penetasan telur tinggi maka perlu dilakukan manajemen telur dengan melakukan pengukuran suhu, memperkirakan eaktu penetasan, menjaga kelembaban dan kebersihan pasir.

4. Manajemen Tukik

Sahabat penyu akan belajar memindahkan tukik dari bak penetasan ke kolam, memberi makan tukik dan merawat tukik agar tetap sehat, misalnya saja dari ancaman jamur agar siap hingga waktu pelepas liaran.

5. Pembuatan batok

Batok atau tempurung kelapa adalah wadah yang digunakan saat pelepasan penyu. Sahabat penyu akan diajari bagaimana membuat batok yang sesuai untuk perilisan tukik.

6. Reboisasi

Menanam sekaligus menjaga tanaman pesisir untuk menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar Bajulmati Sea Turtle Conservation.

7. Mengikuti sekolah alam

Sahabat penyu akan belajar bersama tentang konservasi penyu serta ekositem pesisir.

8. Rescue dan Karantina

Kegiatan yang berlangsung jika ada penyu yang terdampar dan membutuhkan pertolongan. Misalnya saja penyu yang memiliki banyak teritip da cangkangnya atau penyu yang terlilit tali dan terluka.

9. Manajemen Kebersihan

Bersih-bersih adalah kegiatan wajib yang harus dilakukan setiap harinya. Lingkungan yang bersih juga merupakan salah satu aspek penting dalam konservasi.

10. Perilisan

Melepaskan tukik ke alam bebas. Selain bersama sahabat penyu, kegiatan ini biasanya dilakukan bersama-sama dengan instansi terkait.

Nah itulah berbagai kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman jika menjadi sahabat penyu di kawasan Bajulmati Sea Turtle Conservation. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut atau ingin berkontribusi dalam pelestarian penyu dari jauh, teman-teman bisa menghubungi BSTC melalui instagram @bstcmalang.

Semoga perjuangan pak Sutari dan kawan-kawan ini terus mendapat dukungan dari semua pihak, sehingga keberadaan penyu tetap lestari hingga anak cucu kita nanti.

Mengingat sudah begitu banyak pantai yang dibuka untuk wisata, jika saya memiliki kesempatan untuk membuat kebijakan tentunya saya akan menghentikan pembukaan pantai-pantai baru. Cukup pantai yang sudah dibuka ini saja yang dimaksimalkan untuk wisata dengan tetap berpedoman pada kelestarian alam. Karena jika pantai sudah dibuka maka pengendalian kelestariannya akan mendapat tantangan yang lebih berat. Pantai-pantai yang ditutup untuk wisata benar-benar dikonsentrasikan untuk konservasi alam agar keseimbangan tetap terjaga.

Itulah kerja keras pak Sutari yang manfaatnya juga akan dirasakan oleh anak-cucu kita nanti. Kalau #BersamaBergerak versi teman-teman semua apa nih? Boleh dong berbagi di kolom komentar.



Sumber :

https://www.instagram.com/bstcmalang/

https://seacrest.or.id/peran-padang-lamun-sebagai-penyerap-karbon/

https://www.profauna.net/id/content/catat-ternyata-ini-fungsi-penyu-bagi-kehidupan

https://lestari.biologi.ugm.ac.id/2018/10/16/ekosistem-padang-lamun/

https://kkp.go.id/djprl/lpsplsorong/artikel/4346-penjaga-sumberdaya-itu-bernama-penyu

https://jagalaut.id/terumbu-karang-bukan-penyerap-karbon-mitos-atau-fakta/

https://www.perhutani.co.id/bajulmati-sea-turtle-conservation-kawasan-konservasi-penyu-di-malang/

https://dislautkan.jogjaprov.go.id/web/detail/222/pengenalan_bawah_air_hari_ke_6#:~:text=Terumbu%20karang%20menyediakan%20tempat%20tinggal,berkembang%20biak%20berbagai%20biota%20laut.


You Might Also Like

1 comments

  1. Penyu saat ke beberapa tempat yang kemungkinan ada hewan ini pasti yang pertama dicari itu sih, tapi jarang nemu. Memang biota yang satu ini lebih baik hidup di habitatnya. Terima kasih informasinya!

    BalasHapus