tekno

Inilah Navya Arma : Autonomous Vehicle Pertama di Indonesia

01.26.00

First Autonomous Vehicle at Green Office Park, BSD City
First Autonomous Vehicle at Green Office Park, BSD City

Kereen, itulah ucapan yang otomatis keluar dari mulut saya begitu mengetahui hadirnya First Autonomous Vehicle at Green Office Park, BSD City. Karena baru saja beberapa waktu lalu melihat di postingan media sosial tentang adanya taksi tanpa awak. Saya pun berpikir kapan Indonesia memiliki kendaraan yang serupa. Dan ternyata sudah ada di di BSD City dan kita bisa mencobanya. Apa itu autonomous vehicle dan bagaimana cara untuk mencobanya? Sabar ya akan kita bahas satu persatu.

Teman-teman pasti ada yang belum paham apa itu autonomous vehicle. Dilihat dari arti katanya Autonomous artinya berdiri sendiri sedangkan vehicle artinya kendaraan. Apabila kedua kata tersebut dirangkai maka Autonomous Vehicle artinya adalah kendaraan yang mampu beroperasi sendiri tanpa awak, atau tanpa bantuan manusia.  Autonomous Vehicle atau yang bisa disebut kendaraan nirawak ini berbeda dengan kendaraan autopilot. Kendaraan autopilot masih membutuhkan tenaga manusia disaat sistem tidak mampu mengatasi keadaan darurat. Sedangkan Autonomous vehicle benar-benar dirancang untuk tidak membutuhkan pengemudi lagi. Lalu bagaimana dengan First Autonomous Vehicle at Office Park, BSD City?

Sejarah autonomous vehicle mencatat bahwa prototype pertama yang dapat berjalan dengan baik  muncul pertama kali tahun 1980. Kendaraan tanpa awak pertama ini dapat beroperasi dengan menggunakan kamera dan berhasil melewati jalanan kosong sejauh 100 km. Seiring bertambahnya waktu teknologi pun berkembang, kendaraan tanpa awak kini menggunakan sensor yang digabungkan dengan kamera beresolusi tinggi. Teknologi yang sama digunakan oleh Kendaraan otonom pertama di Indonesia yang kini dioperasikan menjadi Bus otomatis pertama di Indonesia ada di The Breeze, BSD City.

First Autonomous Vehicle at Green Office Park, BSD City ini merupakan hasil kerja sama anatara SinarMas Land dan Mitsubishi Coorporation. Seperti yang kita tahu, BSD City adalah sebuah kawasan mandiri yang berada di Serpong, Tangerang yang dikembangkan oleh salah satu perusahaan properti terbesar di Indonesia, SinarMas Land.

BSD City yang kini bertransformasi menjadi integrated smart digital city selalu berupaya untuk selalu tanggap tentang kehidupan masyarakat di masa depan dan berbagai solusinya. Itulah salah satu dasar munculnya Bus otomatis pertama di Indonesia ada di The Breeze, BSD City ini. Kehadiran First Autonomous Vehicle at Green Office Park, BSD City ini sekaligus menjadi bukti kesiapan BSD City mewujudkan futuristic and Green Mobility di wilayahnya.

Bus otomatis pertama di Indonesia ada di The Breeze, BSD City
Pintu samping yang lebar pada Navya Arma


Navya Arma, Bus Otomatis Pertama di Indonesia ada di The Breeze, BSD City

Navya Arma adalah nama dari First Autonomous Bus di Indonesia. Navya merupakan mereknya sedangkan tipe kendaraannya sendiri bernama Arma. Kendaraan listrik otonom yang berasal dari Perancis ini cukup mungil untuk dikatakan sebagai bus karena berkapasitas penumpang sejumlah 15 orang. Ada tempat duduk untuk 11 orang dan sisanya diperuntukkan penumpang yang berdiri.

Autonomous Vehicle Navya Arma juga menjadi bagian dari pameran kendaraan listrik pada puncak acara G20 Summit yang berlangsung di Bali pada tanggal 11 hingga 16 November 2022 lalu.

Electric Vehicle Exhibition/ Pameran kendaraan listrik ini sendiri merupakan salah satu official side event dari G20 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan RI. Adanya event ini mewujudnyatakan salah satu isu utama yang menjadi prioritas negara anggota G20 yaitu transisi energi.

Spesifikasi Navya Arma

Bentuknya yang imut dan lucu mengingatkan saya pada mobil VW Combi dengan dimensi yang lebih besar dan versi yang lebih modern. Navya Arma ini memiliki dimensi 4.7 m x 2.1 m dengan dominasi warna biru cerah pada badan bus dan lis kuning yang mengelilingi kaca depan melewati atap hingga ke kaca belakang. Dengan jendela yang tingginya nyaris separuh tinggi bus, membuat kendaraan otonom ini cukup nyaman untuk menikmati pemandangan yang akan dilewati. 

Navya Arma ini menggunakan baterai berkapasitas 33 KwH yang dapat bertahan hingga 9 jam. Untuk sensor yang digunakan terdiri dari Global Navigation Satellite System (GNSS)  hingga Lidar atau Light Radar.

Cara Kerja Navya Arma

Lidar atau Light Radar ini bekerja sama dengan kamera beresolusi tinggi yang dihubungkan dengan big data analysis. Sensor yang diterima akan diolah oleh komputer berspesifikasi tinggi yang sudah tertanam di dalam kendaraan. Teknologi canggih yang terpasang pada bus tanpa awak ini memiliki kemampuan akselerasi, navigasi sehingga dapat mendeteksi kondisi lingkungan di sekitarnya secara real time atau sesuai waktu sebenarnya. Kecepatan proses sensornya memungkinkan untuk kendaraan dapat berhenti mendadak secara otonom dan menghindari halangan, misalnya saja kendaraan yang tiba-tiba melintas di sekitarnya.

Teknologi ini juga memungkinkan kendaraan untuk menentukan lintasan dan memilih kecepatan yang optimal, sehingga meminimalisir angka kecelakaan yang disebabkan oleh manusia (human error).

Spesifikasi hingga tampilan luar Navya Arma ini memang mengundang penasaran. Bagaimana rasanya naik Autonomous Vehicle. Untunglah bagi anda yang tinggal di BSD dan sekitarnya dapat mencobanya hingga 21 Desember ke depan. Bagaimana caranya?


cara naik Navya Arma Autonomous Vehicle Pertama di Indonesia
Navya Arma tampak dari depan


Cara Naik Navya Arma

Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan sebelum naik Bus otomatis pertama di Indonesia ada di The Breeze, BSD City ini, antara lain:

1. Karena masih taraf ujicoba, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seperti batas usia yaitu minimal 15 tahun, tinggi badan minimal 120 cm, tidak boleh membawa barang belanjaan dan binatang peliharaan.

2. Sebelum naik, pastikan anda menginstal aplikasi One Smile untuk mendapatkan barcode yang berfungsi sebagai tiket. Dalam aplikasi juga terdapat pre-survey kendaraan otonom yang harus diisi.

3. Setelah itu anda bisa langsung ke Shuttle bus dan menunggu kendaraan datang. Operasional Bus ini antara pukul 10.00-12.00 dan 13.30-17.00. Titik naik dan titik turun bus ini tidak bisa sembarangan karena sudah ditentukan oleh sistem komputernya.

4. Pada saat di dalam bus anda diwajibkan menggunakan sabuk pengaman. 

5. Karena masih tahap ujicoba, di dalam bus masih didampingi oleh petugas. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Nah cukup gampang bukan? Autonomous Vehicle ini merupakan salah satu bentuk dukungan SinarMas Land dan Mitsubishi Coorporation terhadap transisi energi menuju energi baru terbarukan. 

Seperti yang kita tahu, kendaraan listrik otonom ini memiliki beberapa kelebihan bila dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar fosil. Seperti lebih ramah linkungan karena rendahnya emisi karbon, meminimalisir angka kecelakaan yang disebabkan kesalahan manusia (human error), lebih tepat waktu dan dapat mengurangi kemacetan.

Itulah sekilas tentang First Autonomous Vehicle at Green Office Park, BSD City, Navya Arma. Yang kini juga hadir sebagai Bus otomatis pertama di Indonesia ada di The Breeze, BSD City. Jika teman-teman tertarik untuk mencobanya langsung datang saja ke Mall The Breeze BSD, City hingga tanggal 21 November. Karena mulai tanggal 22 Desember 2022, Autonomous Vehicle ini akan dipamerkan di dalam area Mall The Breeze hingga tanggal 4 Januari 2023.

You Might Also Like

1 comments

  1. Canggih tenan, Mbak. Aku pengin numpak, barangkali malah nduwe dewe, buat keliling kompleks dan disewakno wkwkwk

    BalasHapus