Belajar Menjadi Freelancer yang Sukses Bersama ISB

by - 11:04:00 PM

Belajar Menjadi Freelancer yang Sukses Bersama ISB
sbr: ihwan keluarga biru
Jangan anggap Belajar itu sebagai kewajiban, tapi anggaplah itu sebagai kesempatan untuk melihat betapa indahnya ilmu pengetahuan dan manfaat yang dirasakan oleh orang orang di sekitarmu jika berhasil kelak. Pernah dengar quote itu? Quote lama, yang saya sendiri lupa siapa pencetusnya. Namun, quote itu begitu melekat di hati saya, yang membuat saya tak pernah patah semangat untuk belajar tentang hal hal baru. 

Oleh karena itu ketika mendengar bahwa komunitas ISB yang digawangi mbak Ani Berta hendak ke Malang untuk mengadakan workshop, saya pun buru-buru daftar, untuk menyelamatkan kesempatan belajar saya. Dan Alhamdulillah, semesta mendukung, dalam artian Pak Suami mengizinkan dan anak anak pun sedang tidak ada kegiatan yang membutuhkan pendampingan saya. 

Perjalanan dari Kepanjen saya awali dengan naik Bison, setelah sebelumnya di antar pak Suami ke tempat yang dilewati kendaraan tersebut. Ini adalah pertama kalinya setelah sekian tahun, mungkin sejak lulus kuliah saya naik bison ke Kota Malang. Setelah turun dari Bison lalu disambung dengan ojol. Setiba di tempat acara, sudah ramai namun Alhamdulillah saya enggak telat.

Belajar Menjadi Freelancer yang Sukses Bersama ISB

Workshop yang bertajuk “Create Opportunities from Blogging” ini digelar atas kerjasama antara Komunitas Indonesian Social Blogpreneur bersama Indosat Ooredoo. Sebagai pemateri ada mbak Riri Restiani yang merupakan seorang Bloggerpreneur, Mbak Dama Vara yang akan membicarakan soal layout blog dan editing foto, Mbak Ani Berta yang member materi bagaimana seharusnya menjadi freelancer yang tetep bisa eksis di tengah persaingan dan mbak Liswanti Pertiwi yang akan berbagi tentang pengaturan keuangan. 

Mbak Ani Berta mengawali acara dengan memperkenalkan komunitas ISB atau Indonesian Social Blogpreneur kepada kami yang hadir. ISB merupakan komunitas yang memiliki visi dan misi untuk menonjolkan dan menggali sisi entrepreneurship para Blogger. Visi dan Misi ini lahir karena menurut Teh Ani, setiap blogger itu memiliki potensi dan kelebihan, jadi Komunitas ISB hadir untuk focus kearah edukasi sehingga blogger bisa terus berkarya dan mampu melihat peluang selain job review. 

Baiklah, karena ilmu itu ibarat binatang liar yang akan lepas jika tak diikat dan pengikatnya itu adalah catatan, maka saya akan beberkan di sini catatan kecil saya saat mengikuti workshop. Siapa tahu, selain sebagai pengingat bagi saya pribadi juga berguna buat orang lain. Biar lebih enak, saya tulis sesuai dengan pematerinya aja ya… 

Riri Restiani (@Princess_Rhie) 



Salut, begitu yang aku rasakan begitu melihat profil kakak blogger yang satu ini. Betapa tidak, selain sebagai karyawan beliau juga seorang blogger sekaligus entrepreneur. Sejak SMA doi sudah mulai ngeblog meskipun isinya adalah curhatan. Lalu ketika kuliah, mbak Riri mulai untuk menjadi wiraswasta dengan membuat boneka wisuda dan berbagai craft. Dan berkat kerja kerasnya mbak Riri mampu membiayai kuliah sendiri, membeli motor, laptop bahkan rumah untuk kedua orang tua. Keren kan… 

Menurut mbak Riri, siapapapun bisa menjadi wirausahawan, termasuk blogger dan karyawan. Untuk membuka usaha, ada beberapa tips yang disampaikan, yaitu :

· Pilihlah usaha yang tepat dengan cara melakukan survey tingkat kebutuhan orang/ pasar/ trend.
Dengan melakukan survey, kita jadi tahu apa yang dibutuhkan oleh calon pasar kita. Dengan sendirinya maka permintaan akan datang. 

· Passion
Dalam melakukan usaha juga dibutuhkan passion, karena jika ada passion di dalamnya, kita akan merasa nyaman dengan apa yang kita lakukan. Dan pastinya lebih bersemangat bila di bandingkan kita melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan passion kita. 

Jika kita sudah memiliki produk, maka kita juga harus memiliki keberanian untuk memasarkan produk. Nah ini yang tidak saya miliki, terkadang saya masih ada rasa segan atau malu jika akan menawarkan ke orang lain. Berbeda dengan mbak Riri yang langsung action dengan menawarkan produknya ke Galeri Kampus, dan diterima. Hal ini membuat usaha mbak Riri semakin berkembang dan akhirnya mengajak teman-temannya untuk berkonsinyasi. 


Untuk meningkatkan penjualan, ada beberapa tips yaitu : 
  • Perencanaan pemasaran (dengan melakukan survey)
  • Promosi
  1. 1. Memanfaatkan ecommerce yang tersedia (gratisan) 
  1. 2. Pemberian diskon di moment tertentu
  1. 3. Berikan reward pada konsumen, reseller ataupun dropshipper 
  • Konsisten
  1. 1. Konsisten untuk update konten sesuai jadwal 
  2. 2. Melakukan inovasi sesuai trend 
  • Kreatif
          Dengan melakukan inovasi membuat trend baru agar menjadi trendsetter

  • Evaluasi


Media social juga dapat dimanfaatkan untuk berwira usaha, namun perlu diingat bahwa media social untuk usaha hendaknya dipisahkan dengan media social pribadi. Dan untuk melakukan promosi di medsos juga harus disesuaikan dengan platformnya. 

Tips sukses menjadi freelancer


Memang, menjadi wirausahawan itu penuh tantangan. Kita harus selalu kreatif agar tetap eksis. Ada banyak cara untuk meningkatkan kreativitas kita. Gambar berikut ini menjelaskan cara-caranya :

Tips menjadi freelancer yang sukses


Itulah beberapa tips tips berwirausaha dari mbak Riri Restiani, semoga bermanfaat ya… 



Dama Vara (@Justdamavara) 



Mbak Dama Vara seorang IT support dan ahli dalam desain grafis. Salah satu prestasi mbak Dama yang enggak main-main adalah diundang oleh Mozilla ke Texas. Prestasi ini tentu saja tidak datang begitu saja namun melalui berbagai proses panjang ytang membuat mbak Dama menjadi seorang yang layak mendapat undangan tersebut. Keren ya.. 

Menjadi blogger mau tak mau harus mengerti tentang design dan layout blog. Karena desain dan layout blog berhubungan erat dengan pembaca blog. Dalam menentukan desain blog harus disesuaikan dengan siapa pembaca primer dan pembaca sekundernya. Yang di maksud pembaca primer adalah orang-orang yang menjadi target utama kita. Misalnya saja blog kita berkutat tentang asmara remaja, maka template blog kita juga harus disesuaikan dengan dunia remaja yang ceria. Karena para remaja adalah pembaca primer kita. Sedangkan pembaca sekundernya misalnya adalah orang tua yang mencari info tentang remaja. 

Ada dua manfaat membuat desain yang bagus untuk blog, yaitu : 

1. Mempermudah pembaca memahami isi tulisan , dan 

2. Memperpendek durasi proses pemahaman informasi. 

Kaena semenjak munculnya instagram story, para pembaca cenderung menjadi pembaca cepat. Untuk itu 15 detik pertama orang melihat blog kita harus menarik agar pembaca bertahan di menit-menit selanjutnya. 

Itulah pentingnya sebuah design yang bagus dari sebuah blog, yang mana terkadang terlihat bagus untuk kita namun ternyata malah dilihat berbeda oleh pembaca kita. Misalnya saja judul tulisan yang menggunakan font dekoratif, boleh saja diberlakukan namun jangan seluruhnya karena justru akan membuat pembaca kesulitan membaca. Pembaca blog lebih menyukai font yang jelas dan mudah dibaca. Hmmm, yang ini catatan buat saya karena judul tulisan saya masih curly-curly gitu hehehehe. 

Salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk memperindah blog adalah Canva. Misalnya untuk membuat header blog atau untuk mengedit foto yang akan di masukkan ke dalam blog. Untuk mengedit foto, pilih edit foto untuk twitter post, karena pada ukuran ini paling pas untuk di pasang di blog dan paling bagus hasilnya jika nanti foto tersebut muncul menjadi thumbnail ketika link artikel kita bagikan. 

Untuk membuat lay out blog, terlebih dahulu kita memikirkan personal branding yang akan kita munculkan. Lalu kita tentukan warna pallete blog yang juga disesuaikan dengan pembaca kita. Setelah itu kita tentukan moodboard atau media panduan desain. Untuk moodboard ini kita bisa mencari inspirasi di Pinteset dengan mengetikkan “social media moodboard” di kolom pencarian. 

Menjadi blogger kita juga harus memperhatikan instagram feed kita agar lebih menarik dan mampu memikat pihak lain untuk bekerja sama. Ada beberapa aplikasi yang bisa digunakan untuk memperindah feed instagram, diantaranya adalah UnUm, Planoly dan Preview. 

Masing masing aplikasi memiliki kelebihan dan kekurangan, misalnya saja alikasi UnUm yang bisa menyimpan caption tapi tidak bisa menentukan tanggal posting. Untuk itu, pilih yang sesuai dengan kebutuhan kita. 

Materi yang disampaikan cukup menarik, sehingga tak sadar waktunya makan siang dan sholat zuhur tiba. Memang ya kalau kita senang dengan suasananya, waktu terasa berjalan begitu cepat.


Ani Berta (@Aniringo) 



Mbak Ani Berta berbagi pengalaman bagaimana menjadi freelancer yang sukses seperti beliau. Setelah 13 tahun bergelut dengan dunia accounting, pada tahun 2013 mbak Ani Berta memutuskan untuk menjadi fulltime blogger. 

Setelah menjadi freelancer justru banyak pencapaian yang di raih the Ani, bisa keliling Indonesia dengan gratis bahkan menjadi perwakilan Indonesia di kancah Internasional.


Namun demikian, menjadi karyawan yang memutuskan untuk menjadi freelancer, bukanlah sesuatu yang mudah. Ada persiapan yang perlu dilakukan agar tetap bisa survive. 

Tips mempersiapkan diri menjadi freelancer ala teh Ani adalah: 
  • Tabungan cukup.Tabungan ini setidaknya cukup untuk kehidupan sehari-hari selama 2 tahun, untuk berjaga –jaga jika si freelancer pemula ini belum mendapat pekerjaan yang mencukupi kebutuhan. 
  • Temukan potensi diri. Mengenali diri sendiri untuk tahu apa passion kita. 
  • Asah kemampuan. Memiliki hobi atau kemampuan menulis, asah terus agar lebih mahir. Karena kesempatan bisa datang dari sesuatu yang kita kuasai .
  • Ikuti workshop online maupun offline. Sekarang ini banyak sekali workshop baik yang berbayar maupun gratis, tinggal kitanya saja mau apa tidak. 
  • Perbanyak portofolio. Diawali dengan mengikuti proyek proyek kecil, selain menambah jam terbang juga dapat menarik klien untuk kerja sama dengan kita 
  • Awali menjadi volunteer. Banyak cara untuk bersedekah, salah satunya melalui tulisan yang dimuat di web kegiatan social. 
  • Perluas jaringan. Membuat kartu nama dan memberikannya pada kenalan baru adalah salah satu cara untuk memperluas jaringan. 

Menjadi freelancer bukan berarti bekerja suka-suka, namun harus tetap ada jam kerja, hanya saja waktu kerjanya yang menyesuaikan dengan keadaan kita. Hal ini sesuai dengan definisi Freelancer ala the Ani yaitu : Melakukan pekerjaan tidak terikat penuh waktu di satu perusahaan atau berkerja paruh waktu untuk beberapa pekerjaan dengan waktu yg bisa diatur sendiri. 

Untuk itu, freelancer harus punya rencana kerja agar tidak menunggu kerjaan tapi “selalu kerja” 
  • Mulai buat proposal penawaran. Perlu diingat, sebelum melakukan penawaran kita harus me’layakkan’ atau memantaskan diri dengan menggali kemampuan. 
  • Buat rencana kerja jangka pendek dan jangka panjang. Untuk rencana jangka panjang bisa membuat rencana dalam hitungan bulan. 
  • Atur strategi seperti pebisnis. Misalnya dengan melakukan invasi agar memiliki nilai lebih. Kejujuran dan attitude adalah modal utama. Salah satu contoh attitude yang baik adalah membalas email, meskipun sekedar ucapan terima kasih. 
  • Tidak ngoyo dengan besaran fee, pentingkan jam terbang dulu. Dengan bertambahnya jam terbang maka skill akan terasah, dengan sendirinya fee pun akan menyesuaikan. Namun demikian harus tetap punya prinsip, misalnya dengan menolak job yang tidak sesuai dengan kita. 

Sebagai Freelancer, the Ani juga punya prinsip-prinsip yang belaiu pegang teguh hingga membuat sukses seperti sekarang. Prinsip tersebut adalah : 

1. Jeli terhadap peluang 

2. Kerja dua kali lebih keras 

3. Pandai beradaptasi 

4. Fleksibelitas 

5. Menjadi bos dan karyawan untuk diri sendiri 

6. Perbanyak kreatifitas dan inovasi 

7. Kuat fisik dan Mental 

8. Proaktif 

Berbagai tips dari The Ani Berta ini sepertinya berat ya kalau dilihat (((dilihat))), Tapi insyaallah kalau dijalani dan didasari tekad yang kuat mala tak seberat kelihatannya. Amiin, semoga ya, bisa mengikuti jejak Teh Ani, menjadi freelancer yang sukses. Meskipun etos belum seperti beliau, setidaknya sudah punya gambaran langkah langkah apa yang harus kita susun untuk masa yang akan datang. 



Liswanti Pertiwi (@Penaliswanti) 




Sebelum workshop di Malang ini saya sudah dua kali bertemu dengan mbak Liswanti Pertiwi, yaitu di di kota Jogja dan Jakarta. Namun, karena pertemuan tersebut dam sebuah event, kami tak sempat ngobrol ngobrol. Beruntung di pertemuan ketiga ini mbak Liswanti menjadi pemateri jadi saya mendapat transfer ilmu dari beliau. 

Masalah keuangan ini memang sisi kelemahan saya, bagaimana tidak. Saya masih sering tergoda “bebas ongkir” dan cashback. Beberapa kali ingin berinvestasi, namun hanya berakhir di angan-angan. Untunglah ada workshop yang sarat ilmu ini, jadi menggugah kembali keinginan saya untuk mengelola keuangan menjadi lebih baik lagi. 

Sebagai freelancer, penghasilan blogger setiap bulan tidaklah tentu. Dan masing masing blogger memiliki rate sendiri sesuai dengan kapasitasnya. Oleh karena itu, mengatur keuangan blogger itu sedikit tricky karena uang yang diperoleh secara bertahap. Mbak Liswanti juga menekankan pentingnya pencatatan keuangan yang masuk maupun keluar dengan menggunakan tabel atau aplikasi keuangan. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan adalah “ catatan keuangan”. 

Oh ya, sebelum menerima materi tentang keuangan, para peserta diminta untuk menuliskan tujuan keuangan. Tujuan keuangan ini adalah sesuatu yang ingin dicapai dari hasil kerja kita menjadi blogger. Saya sendiri menuliskan tiga, yaitu ingin bantu bantu suami renovasi rumah, ingin jalan jalan (ke luar negeri kalau bisa) dan yang ketiga ingin menabung logam mulia. 

Mengapa logam mulia? Karena tujuan saya membeli emas adalah untuk investasi, bukan untuk perhiasan. Menurut Ceu Lis, untuk Investasi lebih baik menggunakan logam mulia karena nilainya yang stabil. Apalagi di zaman sekarang, untuk membeli logam mulia bisa secara online, misalnya saja lewat pegadaian. 

Beberapa tips mengatur keuangan Blogger ala Liswanti Pertiwi: 

1. Buat catatan pekerjaan dan penghasilan 

2. Bua catatan pemasukan dan pengeluaran 

3. Hitung penghasilan perbulan 

4. Buat pos keuangan 

5. Punya investasi dan tabungan. 

Kita juga perlu membuat pos keuangan agar, aliran uang penghasilan kita itu jelas. Berikut ini adalah pos keuangan yang ideal : 

· Zakat, sedekah, infak 5% 

· Cicilan utang 30% 

· Dana darurat 10% 

· Biaya hidup 30% 

· Gaya hidup 10% 

· Investasi 15% 

Pernah dengar kalimat berikut ini “ Sedikit uang cukup untuk biaya hidup, namun sebanyak apapun uang tak akan pernah cukup untuk memenuhi gaya hidup”. Kurang lebih begitulah kalimatnya. Memang benar sih, kita harus cermat memilah pengeluaran, apakah itu termasuk biaya hidup atau gaya hidup. Kesalahan dalam memilah kategori akan membuat beban hidup semakin berat, karena terlalu banyak yang harus dipenuhi. 

Sejak mendapat uang dari blog, saya membuka rekening baru khusus untuk itu. Dan untuk mempermudah pengecekan, saya juga menggunakan aplikasi mobile banking. Memiliki mobile banking bagaikan dua mata pisau bagi saya. Di satu sisi saya mendapat kemudahan untuk melihat apakah transferan sudah masuk apa belum. Namun disisi lainnya saya juga lebih mudah mentransfer uang ke virtual accountnya e commerce. Sungguh dilemma bagi saya yang sulit menahan diri hehehe. 

Kabar baiknya (buat saya sendiri) semenjak pulang dari workshop di Gerai Indosat Malang, saya jadi kepikiran gimana caranya agar saya bisa “mengamankan” uang saya. Dan setelah browsing, saya baru tahu kalau ternyata kita sudah bisa langsung memiliki rekening tabungan logam mulia di Pegadaian tanpa harus datang ke kantor pegadaian. Setelah saya download aplikasi dan mengikuti step stepnya, akhirnya saya bisa memiliki tabungan logam mulia. Yeaay… salah satu tujuan keuangan yang sempat saya tulis saat workshop sudah terwujud walau nilainya belum seberapa. Gitu aja sudah bahagiyah akutu… 

Tak terasa sudah panjang lebar tulisan saya ini. Tadinya mau saya tulis sepintas saja, namun sayang materinya kok daging semua. Akhirnya saya usahakan untuk menulis selengkap mungkin, kalaupun ada kekurangannya harap maklum ya… 

Akhir kata, terima kasih untuk mbak mbak yang jauh-jauh datang dari Jakarta untuk membagikan pengalaman serta ilmunya, sengaja saya tulis di sini agar bermanfaat untuk lebih banyak orang. 

Semoga Komunitas Indonesian Blogpreneur semakin sukses dan terus berbagi dan mengedukasi. Di tunggu kedatangannya lagi di kota Malang. 

You May Also Like

0 comments