travel

Rute Walking Tour Tematik di Jakarta yang Belum Banyak Dibahas

16:41

Konten [Tampil]

  


Jakarta bukan hanya tentang gedung pencakar langit dan kemacetan. Jika ditelusuri dengan berjalan kaki, kota ini menyimpan banyak cerita yang luput dari sorotan. Walking tour tematik bisa menjadi cara baru menikmati Jakarta, sekaligus mendukung konsep wisata berkelanjutan karena minim emisi dan lebih ramah lingkungan.

Berikut beberapa rute walking tour tematik yang belum banyak dibahas, namun layak untuk dicoba.

Rute Walking Tour Tematik Jakarta

1. Rute Arsip dan Sejarah Media di Cikini – Menteng

Kawasan Cikini dan Menteng identik dengan bangunan kolonial dan pusat kebudayaan. Namun, sedikit yang membahas rute bertema “jejak media dan literasi”.

Mulailah dari area sekitar Taman Ismail Marzuki yang kini direvitalisasi menjadi pusat seni modern. Dari sini, peserta walking tour bisa menyusuri gedung-gedung lama yang dahulu menjadi kantor surat kabar, percetakan, hingga ruang diskusi intelektual era 1950–1970-an.

Di beberapa sudut Menteng ini, masih berdiri rumah-rumah tua bergaya kolonial dengan taman asri yang terawat. Karakter arsitektur dan lanskap hijau inilah yang sering dimanfaatkan sebagai latar berbagai kegiatan seni, diskusi buku, hingga pameran komunitas skala kecil. 

Pada momen-momen tertentu, dekorasi floral turut digunakan untuk memperkuat suasana ruang, biasanya melalui kolaborasi dengan pelaku usaha kreatif lokal, termasuk toko bunga Jakarta yang menyediakan rangkaian bunga sesuai konsep acara. Kehadiran elemen bunga tidak hanya mempercantik visual, tetapi juga mempertegas nuansa klasik yang menjadi identitas kawasan Menteng.

Rute ini cocok untuk konten yang mengangkat tema sejarah, literasi, dan perkembangan media di Indonesia.

2. Rute Kampung Tionghoa Modern di Glodok – Petak Sembilan

Banyak orang mengenal Glodok hanya sebagai pusat elektronik atau wisata kuliner. Padahal, kawasan ini menyimpan dinamika sosial dan budaya yang menarik jika dijelajahi dengan pendekatan tematik.

Mulailah dari kawasan Petak Sembilan dan susuri gang-gang kecil yang dipenuhi toko obat tradisional, klenteng tua, hingga mural modern yang menggambarkan akulturasi budaya Tionghoa–Betawi.

Walking tour ini bisa diberi tema “Jejak Akulturasi dan UMKM Legendaris”. Cocok untuk artikel SEO yang membahas wisata budaya, heritage urban, atau wisata kuliner tersembunyi di Jakarta. Konsep berjalan kaki di kawasan padat seperti ini juga sejalan dengan tren wisata berkelanjutan, karena mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor di area bersejarah.

3. Rute Arsitektur Brutalis dan Modernis di Senayan

Jika ingin menyasar pembaca yang tertarik pada arsitektur, rute ini sangat potensial. Kawasan Senayan tidak hanya soal pusat perbelanjaan, tetapi juga menyimpan bangunan bergaya modernis dan brutalis peninggalan era 1960-an.

Mulailah dari area sekitar Gelora Bung Karno. Kompleks ini dibangun menjelang Asian Games 1962 dan menjadi simbol ambisi Indonesia sebagai negara berkembang yang modern.

Dari sini, walking tour dapat dilanjutkan ke gedung-gedung perkantoran lama di sekitarnya yang masih mempertahankan karakter arsitektur tegas dan minim ornamen. Dengan pendekatan arsitektur dan sejarah kota, artikel Anda bisa menyasar keyword turunan seperti “arsitektur modern Jakarta” atau “heritage modernis Indonesia”.

4. Rute “Jakarta Film Location” di Blok M

Blok M identik dengan pusat nongkrong anak muda. Namun, kawasan ini juga sering menjadi lokasi syuting film dan serial Indonesia.

Walking tour bisa dimulai dari terminal lama Blok M, lalu menyusuri taman, gang kecil, hingga coffee shop yang pernah muncul dalam berbagai produksi film nasional. Anda bisa mengemasnya dengan tema “Menapak Jejak Film Indonesia”.

Tambahkan referensi film populer seperti Ada Apa dengan Cinta? untuk memperkuat daya tarik SEO, terutama jika mengincar pembaca generasi milenial yang bernostalgia dengan film tersebut.

5. Rute Sungai dan Urban Renewal di Sekitar Ciliwung

Jarang ada walking tour yang berfokus pada transformasi bantaran sungai di Jakarta. Padahal, kawasan sekitar Sungai Ciliwung menyimpan cerita tentang perubahan tata kota dan gerakan komunitas.

Beberapa titik di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur kini memiliki ruang terbuka hijau yang dulunya merupakan kawasan padat dan kumuh. Walking tour bertema “Urban Renewal dan Ekologi Kota” bisa menjadi topik yang unik, sekaligus memperkuat narasi wisata berkelanjutan di tengah kota metropolitan. 

Nah itulah beberapa rute Walking Tour Jakarta yang bisa Anda coba untuk mengisi liburan bersama keluarga. Tidak hanya menyenangkan tapi juga menyuguhkan pengalaman yang baru dan menarik. Selamat menikmati walking Tour.



facebook

twitter

pinterest

linkedin

You Might Also Like

0 comments