Kenangan di Pantai Kuta Bali

by - 11:02:00 PM



Ke Bali kurang lengkap rasanya kalau tak mengunjungi Pantai Kuta. Mengapa? Karena Pantai Kuta adalah pantai paling legend, menurut saya sih… Sejak zaman saya kecil, tempat wisata yang paling terkenal dari Pulau Bali adalah Pantai Kuta. Walaupun sekarang sudah banyak di buka tempat wisata baru, tapi menurut saya pesona Pantai Kuta tak pernah luntur.

Itulah sebabnya pada kunjungan ke Bali beberapa bulan lalu, saya bersama rombongan tak melewatkan kesempatan untuk mampir ke Pantai Kuta. Walaupun sebenarnya timing yang kami pilih kurang tepat. Karena Pantai Kuta itu cocoknya untuk melihat matahari terbenam, tapi saya dan rombongan malah kesana di pagi buta. Gak masalah sih, karena toh juga tak mengurangi keindahan pantai yang terkenal sejak tahun 70an itu. Lagipula, mengunjungi pantai yang sempat dijadikan sebuah judul lagu terkenal itu pada pagi hari malah membawa keuntungan tersendiri. Yaitu pantai masih sepi jadi kita bisa puas foto-foto tanpa bocor.

Mengunjungi pantai Kuta pada pagi hari bersama anak anak pun lebih enak, karena suasana masih sepi jadi lebih mudah mengawasi anak anak yang bermain air. Karena tahu sendiri kan, kawasan Pantai Kuta adalah kawasan yang biasa digunakan untuk selancar, yang artinya ombak di pantai ini cukup besar. Kalau lagi ramai kan kita harus ekstra menjaga anak anak.

Tapi untunglah, saya kemarin ke Pantai Kuta bersama rombongan anak anak, sementara orang dewasa yang mendampingi walaupun jumlahnya terbatas, namun di Pantai Kuta sudah ada penjaga pantai yang bersiaga, meskipun mereka tidak pakai seragam. Tapi entahlah beliau ini penjaga pantai apa bukan, yang jelas beliau membantu menjaga anak anak saat bermain air di pantai. Belum sempat saya berterima kasih, eh saya cari-cari beliau sudah tidak ada.” Terima kasih ya Pak, sudah bantuin jaga anak anak…”


Puas bermain air, tak perlu risau jika ingin membersihkan diri karena di sepanjang pantai Kuta banyak tersedia kamar mandi umum. Tarifnya pun sangat murah hanya 3000an saja. Kebetulan saya kemarin mencari kamar mandi yang sepi. Yaitu berada di sekitar parkiran. Ada dua jenis air tersedia di sini, yaitu air tawar dan air asin. Seorang ibu yang sudah sepuh, menunjukkan kepada kami, mana yang air tawar yang biasa digunakan untuk mandi.

Beliau juga sempat bercerita, terkadang satu rombongan siswa datang ramai-ramai untuk membersihkan diri, namun tidak ada satupun dari mereka yang membayar. Memang sih, kotak tempat uangnya di temple di tembok gitu, tidak ditunggui oleh si Nenek. Tapi ada tulisan besar besar yang berisi tariff dan petunjuk untuk memasukkan sendiri uangnya ke dalam kotak. Tapi, ya jangan sampai enggak bayar juga dong. Kasihan si Nenek walaupun tempatnya sederhana tapi bersih. Tega banget mereka yang enggak bayar itu, mentang mentang tidak diawasi jadi seenaknya sendiri. Duh Bapak Ibu, mohon diingatkan kembali putra putrinya untuk lebih bertanggung jawab ketika di luar pengawasan kita.

Setelah main air dan mandi pasti semua merasa lapar. Jangan khawatir kelaparan kalau di Pantai Kuta. Karena di sepanjang pantai juga banyak pedagang makanan. Harganya ya sewajarnya harga makanan di tempat wisata. Misalnya saja beli mi instan yang diseduh air panas, untuk 1 cup harganya 15.000. Tapi untuk minuman yang saya anggap lebih mahal, karena untuk satu botol air minum ukuran sedang harganya 10.000. Terbilang wajar sih, tapi kalau melihat yang beli itu adalah anak anak yang tidak di damping oleh walinya, kasihan juga kalau beli minum dengan harga segitu. Walaupun kami sebenarnya sudah menyediakan minum air mineral, tapi yang namanya anak anak kadang ingin minuman yang ada rasanya.

Selain mi instan, ada makanan khas Bali yaitu nasi Djenggo atau nasi djinggo. Nasi djenggo ini adalah nasi bungkus dalam porsi kecil yang dilengkapi dengan lauk. Kalau di Jawa semacam nasi kucing begitulah. Kata djenggo sendiri berasal dari bahasa mandarin yang berarti seribu limaratus. Dulu, sebelum krisis moneter menyerang, harga nasi djinggo ini memang seribu lima ratus rupiah. Namun kini harganya sekitar 6 ribuan. Lauknya tinggal pilih mau yang mana, ada lauk telur sama sambel goreng, ayam sama mi atau jerohan. Kita tinggal pilih saja yang sesuai dengan selera kita.

Kalau ingin belanja di sekitar pantai Kuta, jangan lupa siapkan kocek yang agak tebal. Karena di sini banyak sekali terdapat gerai-gerai dari brand Internasional. Mumpung jalan-jalan sekalian belanja jadi puasnya bisa dobel, memang begitu kan biasanya…

Oh ya, masih di seputaran Kuta tapi di luar area wisata pantai Kuta ada tempat makan enak yang sudah terkenal. Namanya Warung Bu Dewa Chandra. Warung ini menjual aneka makanan khas bali seperti tipat cantok, rujak kuah pindang dan lain-lain. Saya dan beberapa teman sempat makan di sini.
Saya memilih untuk makan tipat cantok. Tipat adalah bahasa bali untuk ketupat. Sedangkan cantok artinya diulek atau di haluskan. Tipat cantok ini semacam tahu bumbu tapi kecapnya Cuma sedikit. Rasanya hampir mirip juga dengan gado-gadi tapi bumbunya tanpa santan. Yang unik adalah ada irisan jeruk sambal yang membuat rasa nikmat cantok ini unik dan lebih segar.



Tipat cantok berisi ketupat, tahu, tempe, mentimun dan tauge. Satu porsi ini meskipun kelihatan sedikit tapi mengenyangkan banget. Selain mencoba tipat cantok saya juga mencoba untuk merasakan rujak kuah pindang. Lebih mirip ke rujak manis dibanding dengan rujak ulek. Karena bumbunya encer, jadi semacam berkuah dan kuahnya itu terasa aroma pindangnya. Jadi rujak buah dengan kuah bumbu rasa ikan. Rasanya segar kalau di makan di siang hari. Cocok dengan cuaca Bali yang panas.




Senang rasanya kalau berwisata dan bisa mampir-mampir ke tempat favorit. Tentunya, kalau rombongan besar akan kesulitan untuk bisa mengunjungi tempat tempat seperti ini. Bisanya kita mencuri waktu di saat istirahat. Kabur sebentar, enggak ada salahnya kan? Soal kendaraan tidak perlu khawatir karena kita bisa Sewa Mobil. Dengan menyewa kendaraan misalnya mobil, kita tidak usah bingung jika ingin mengunjungi tempat tempat yang tidak ada di dalam itinerary rombongan. Kita pun tidak akan menghabiskan waktu banyak karena dengan sewa mobil kita bisa pergi dengan rombongan kecil, jadi tidak ada acara saling tunggu anggota rombongan lainnya.

Untuk menyewa kendaraan yang aman dan terjamin, sekarang ada TRAC yang merupakan bagian dari keluarga ASTRA yang member solusi untuk kebutuhan transportasi anda. Melaui TRAC, anda bisa menyewa kendaraan seperti sepeda motor, mobil, maupun bus. TRAC melayani baik untuk penyewa pribadi maupun korporat. Anda ingin membawa kendaraan tanpa ditemani sopir atau mau bersantai di perjalanan tanpa capek menyopir? Jangan khawatir, TRAC juga menyediakan opsi untuk anda.

Di Bali sendiri, TRAC sudah memiliki satu kantor cabang dan dua outlet yang masing masing berada di Bintang Supermarket, Ubud dan di Bandara Ngurah Rai.

Ah senangnya bisa menceritakan kembali kenangan di Pulau Bali. Memang Pulau Bali itu selalu indah untuk di kenang dan tak kan habis kata untuk menceritakannya kembali. Kalau teman-teman, kenangan apa yang paling membekas saat berkunjung ke Bali?

You May Also Like

0 comments