Anak Tumbuh Tanggap yang Lengkap Dambaan Semua Ibu, Dukung Tumbuh Kembang Anak Melalui Permainan Sederhana.

by - 1:57:00 PM


Anak Tumbuh Tanggap yang Lengkap Dambaan Semua Ibu, Dukung Tumbuh Kembang Anak Melalui Permainan Sederhana.

Anak Tumbuh Tanggap yang Lengkap Dambaan Semua Ibu, Dukung Tumbuh Kembang Anak Melalui Permainan Sederhana.


Anak-anak senang sekali apabila diajak melakukan game anak-anak. Karena memang dunia mereka adalah dunia bermain.  Melalui permainan, kita bisa mengajak anak-anak untuk mengenal nilai-nilai kehidupan. Ada banyak sekali permainan yang bisa dilakukan bersama anak tanpa membuat mereka merasa digurui. Selain melalui permainan, pendidikan karakter juga dapat dilakukan melalui cerita.

Permainan yang melibatkan unsur menang dan kalah bisa membuat anak mengerti arti sportivitas. Permainan yang dilakukan secara bergantian bisa mengajarkan anak untuk belajar sabar. Permainan yang melibatkan perasaan dapat membuat anak memahami  emosi dirinya sekaligus mengajarkan bagaimana cara mengendalikan emosi tersebut.

Contoh permainan yang bisa menumbuhkan sportivitas misalnya, permainan petak umpet. Petak umpet bukanlah permainan anak laki-laki saja. Permainan ini bisa dilakukan oleh siapa saja.  Saat bermain, ada kalanya ada anak yang tidak mau jadi penjaga karena dia menganggap dirinya berada di posisi yang kalah. Dengan kata-kata sederhana kita bisa menjelaskan kepada mereka, bahwa terkadang hal- hal seperti ini wajar terjadi. Semua orang pasti mengalaminya. Jadi tinggal pilih, apakah mau menerima keadaan menjadi penjaga dan permainan terus berjalan. Ataukah memilih kesal dan permainan jadi terhenti yang berarti berhenti bersenang senang juga? Kemampuan anak untuk menerima apapun posisinya dalam permainan tersebut dengan baik adalah contoh kecerdasan emosional yang berkembang dengan baik.

Saya membelikan mainan untuk anak-anak tidak saya sama ratakan, saya bebaskan mereka untuk memilih namun dengan budget yang sama. Ada kalanya ketika di rumah, ada yang bosan dengan mainannya sendiri, sehingga ingin meminjam milik saudaranya. Disinilah nilai kesabaran bisa kita masukkan. Agar dapat bermain dengan menyenangkan maka harus tertib bergantian, yang meminjam harus sabar menunggu apabila mainannya masih digunakan oleh pemiliknya. Sebaliknya, pemilik mainan juga harus belajar berbesar hati meminjamkan mainannya.
sbr : permainantradisionalindonesia.wordpress.com

Bermain bola bekel yang identic sebagai permainan anak perempuan dan biasa dilakukan oleh anak yang lebih besar juga mengajarkan nilai kesabaran pada anak. Karena cara bermainnya dengan bergantian, selain itu belajar memainkan bekel bukanlah hal yang mudah bagi anak-anak. Dari sini mereka belajar bersabar untuk menjalani suatu proses, yaitu belajar.

Saya pernah menggoreng kerupuk yang tepinya warna-warni. Rasanya kok tidak seru jika dimakan begitu saja. Saya pun membuat permainan, caranya dengan menempatkan kerupuk tersebut di suatu wadah. Masing-masing warna digunakan untuk emosi tertentu. Misalnya warna merah untuk marah, warna biru untuk sedih, kuning untuk gembira dan lain-lain. Agar adil, saat mengambil kerupuk harus memejamkan mata, sehingga mereka tidak bisa memilih, emosi apa yang ingin mereka perankan. Sebagai orang tua, selain sebagai pemain juga bertugas memberi contoh kasus sesuai dengan warna yang di dapat oleh anak. Misalnya saja, anak mendapat kerupuk warna biru yang disepakati sebagai emosi sedih. Orang tua memberi contoh, misalnya saja ketika kucingnya mati. Maka akan timbul rasa sedih, dan itu wajar karena kita menyayangi kucing tersebut. Yang tidak baik adalah sedihnya berlarut-larut sampai mengabaikan hal lainnya. Setelah itu anak diminta untuk menunjukkan perasaan sedihnya. Dan saudara/ pemain lain bertugas untuk menghibur. Secara tidak langsung permainan ini mengajarkan cara mengontrol emosi pada anak.

See, banyak permainan anak yang mendidik yang dapat kita kreasikan dengan menggunakan bahan dan alat yang ada di sekitar kita kan?

 Saat-saat bercerita juga salah satu moment favorit anak-anak saya. Biasanya kami melakukannya di malam hari menjelang tidur. Kadang saya membacakannya dari buku. Kadang juga on the spot alias mengarang bebas pada saat itu juga. Yang demikian itu biasanya terinpirasi dari kejadian hari itu.  Tidak ada salahnya juga menceritakan kisah masa kecil kita sendiri, tentu saja pengalaman yang diceritakan harus sesuai dengan usia anak ya…

Bermacam macam cara memang dapat kita gunakan agar anak kita menjadi anak cepat merespon apa yang terjadi di sekitarnya, memiliki jiwa social dan empati yang tinggi atau dengan kata lain disebut anak tanggap yang lengkap. Namun jangan sampai anda lupa untuk member tauladan kepada mereka. Karena bagaimanapun juga perbuatan itu lebih diingat oleh anak, dibandingkan kata-kata maupun tulisan.

Saya jadi teringat peristiwa pada saat anak pertama saya berusia sekitar 5 tahun. Waktu itu kami sekeluarga sedang berkunjung di rumah saudara, yang baru sekali kami kunjungi. Disaat para orang tua ngobrol di dalam rumah, anak saya bermain di teras rumah. Tiba-tiba anak saya didatangi oleh anak-anak yang seusia dengan dia. Anak itu nampak tak bersahabat. Saya hanya mengawasi dari kejauhan. Tiba-tiba anak saya menghampiri anak tersebut dan sesaat kemudian wajah anak tersebut berubah dan mereka lalu bermain bersama. Ketika pulang, saya bertanya pada anak saya, apa yang dia lakukan hingga membuat “teman” yang tadi jadi ramah. Ternyata anak saya Cuma bertanya “ Kamu, suka nonton Ultramen apa tidak? Kalau aku suka Ultramen Taro” Begitu katanya. Tentu saja saya terkejut bercampur senang karena anak saya tidak takut menghadapi anak yang tidak bersahabat tersebut bahkan bisa mengajaknya bermain dengan cara yang sederhana.

Ada satu lagi peristiwa yang membuat saya seolah menelan kata-kata saya sendiri. Anak-anak saya ajarkan untuk menyayangi sesame termasuk pada binatang. Mengganggu binatang itu sama dengan dosa, tapi jika kita berbuat baik maka perbuatan kita akan dicatat sebagai amal baik juga. Suatu hari tiba-tiba datang seekor anak kucing di rumah, entah darimana datangnya. Anak-anak pun merengek ingin memelihara kucing tersebut, saya menolaknya dengan mengatakan tidak. Namun anak anak malah membalas saya dengan kata kata “ Mama gak kasihan ta, kucing itu gak ada ibuknya, bagaimana kalau dia lapar dan kedinginan? Giliran saya yang dibuat tak berkutik oleh anak anak. Akhirnya demi konsistensi dan menghindari timbulnya standard ganda, maka menurut kesepakatan si kucing boleh tinggal di rumah, tapi dibuatkan kandang di luar dan kucing tersebut merupakan tanggung jawab bersama. Saya menolak kucing tersebut tidur di dalam rumah, karena rumah kami sangat tertutup dan tidak seberapa luas. Bisa dibayangkan kalau si kucing buang air di rumah maka baunya akan menyebar ke seluruh rumah hihihi. Untunglah kami mendapatkan jalan tengah dan akhirnya semua bahagia.

Bahagia rasanya jika anak kita tumbuh menjadi anak tanggap yang lengkap. Disini peran kedua orang tua sangatlah penting. Bukan hanya Ibu tapi Bapak juga memegang peranan yang tidak boleh disepelekan. Namun jangan lupakan nutrisi. Karena dengan nutrisi yang tercukupi akan mendukung pertumbuhan anak yang berpengaruh juga pada perkembangan anak. Dimana pertumbuhan yang baik akan mendorong anak berkembang dengan baik juga.

Vitamin dan mineral walaupun dalam jumlah sedikit harus diasup anak setiap harinya. Selain itu beberapa asam lemak esensial seperti omega 3 dan 6 juga dibutuhkan oleh anak. Penting sekali Omega 3 dan 6 sebagai nutrisi otak anak. Untunglah Bebelac Baru mengandung bahan-bahan tersebut, sehingga kita sebagai orang tua tidak bingung lagi bagaimana memenuhi kebutuhan si kecil untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Masih banyak pengetahuan lain yang dapat membantu ibu agar anak tumbuh tanggap yang lengkap. Tak perlu ragu bertanya pada yang lebih ahli. Namun untuk membekali diri, tak ada salahnya ibu banyak membaca, terutama mengenai Tanggap yang Lengkap. Mari persiapkan masa depan anak yang cemerlang dengan memperhatikan tumbuh kembangnya.


You May Also Like

47 comments

  1. Sekarang ini menumbuhkan rasa empati pada anak memang penting banget ya Mbak.

    ReplyDelete
  2. Memilih game untuk anak harus diseleksi lagi ya supaya yang bisa mengedukasi anak , membantu anak supaya cepat tanggap

    ReplyDelete
  3. Iya kadang kita sebagai orang tua suka terjebak dalam dilema ya. Seperti dalam hal.menyayangi binatang. Saat ada binatang yang ingin anak pelihara, kita keberatan dan si anak kembali kan bukannya kita yang menyuruh untuk menyayangi mereka juga?

    Untunglah didapat jalan tengah. Dengan memberikan penjelasan yang sederhana namun dimengerti anak kedepannya anak mengerti sejauh mana pengertian dan batasannya...

    Semoga anaknya sehat dan terus memiliki Tanggap yang Lengkap yaaa

    ReplyDelete
  4. Beri waktu untuk bermain bersama anak untuk tumbuh kembang yang lebih baik.

    ReplyDelete
  5. Dulu saya sering diajak main bola bekel sama ibu saya untk melatih ketangkasan dan motorik, ibu saya juga sering kasih minyak ikan tapi sayanya ogah 😂 enak ya jaman sekarang manfaat minyak ikan ada di susu bebelac, coba jaman dulu ada, ga perlu ribut kejar2an

    ReplyDelete
  6. Pinter banget anaknya mbak, bisa memiliki kecerdasan dan tanggap seperti itu. Tentu jangan lupa buat selalu waspada yah dari hal-hal yang tidak diinginkan.

    ReplyDelete
  7. Di balik kesederhanaan sebuah permainan ternyata kalau tepat usia bisa jadi stimulan untuk anak ya.. Mantaps deh :)

    ReplyDelete
  8. Aku juga belum lama ini sempat nolak ada Kucing di rumah, tapi karena anakku suka dan punya kandangnya . Alhamdulillah skrg jadi melihara Kucing deh, anakku suka banget soalnya.

    ReplyDelete
  9. Ortu dulu suka bilang yang "tanggap dong" Hmm ternyata minta kita merespon secara cepat ya. Karena tanggap bukan hanya masalah jago berhitung tapi EQ juga

    ReplyDelete
  10. Kreatif ya Bun..., Kerupuk bisa jadi permainan....

    Bahagia..jika anak tumbuh dengan daya tanggap lengkap..., Anak memang butuh dukungan kita..perhatian..dll. tapi cepat tanggap merek juga dipengaruhi oleh nutrisi yang baik..


    Anakku juga minum bebelac loh..:)

    ReplyDelete
  11. Untuk mewujudkan anak yang tumbuh dengan baik, kuncinya juga ada di orang tua ya mbak. Bagaimana orang tua melibatkan diri itulah soalnya, termasuk dalam hal pemenuhan nutrisi. Kalau orang tua abai, itu juga bisa berpengaruh pada si anak. Semoga makin banyak orang tua yang seperti mbak Retno ya biar anak2nya berkualitas nantinya :)

    ReplyDelete
  12. Hihi.. anak2 selalu punya cara ya mba dengan bahasa mereka bergaul dan menemukan temans bermain. Memang di usia tumbuh kembang perllu asupan nutrisi yang lengkap biar mereka tumbuh jadi anak hebat.

    ReplyDelete
  13. Setuju, dengan permainan tradisional tersebut bisa mengontrol emosi anak. Salfok sama gambar bekelnya, dulu main bekel pake kerang aja, skrg variasi ya hehe..

    ReplyDelete
  14. Anak-anak punya cara tersendiri untuk berkomunikasi dengan sesama anak seperti dengan membicarakan film kesukaannya bisa membuat mereka akrab meskipun awalnya tidak bersahabat

    ReplyDelete
  15. Lala suka banget nih main bola bekel sama congklak, kalo kakaknya main karambol sama puzzle hehe

    ReplyDelete
  16. Baca tulisan ini aku jd kangen maen bola bekel haha. Belinya dimana ya mainan kyk gtu sekarang. AKu dah mulai jarang melihat anak2 bermain bola bekel...
    Anak2 jg suka nih mbak didongengin atau dibacain cerita, dari situ kita bisa nyelip2in nasihat gtu :D

    ReplyDelete
  17. Memang tidak mudah ya mba.. menyatukan keinginan pribadi dan anak-anak.. apalagi anak-anak masih senang mengeksplorasi dan dilema bagi seorang ibu apabila melarang anak-anak melakukah hal yg mereka suka.. semangat ya mba

    ReplyDelete
  18. Permainannya simple tapi penuh makna . Yang kerupuk itu boleh nih dicontoh. Tapi ganti biskuit kali ya

    ReplyDelete
  19. Anak cowok jg bisa ya main bola bekel? anak2ku pernah coba sih tapi blm bisa nangkap bolanya karena kecil.

    ReplyDelete
  20. Saya lagi galau nih teh. Mau lepas anak main diluar tapi masalahnya diluar udah gak aman. Banyak anak anak jadi korban kekerasan bahkan oleh tetangga sendiri. Mau di kekepin gadget di rumah takutnya anak anak jadi gak tanggap yang lengkap. Dipema jadi emak jaman now. Huhu

    ReplyDelete
  21. Sampai sekarang, aku masih yakin bahwa permainan tradisional selalu lebih baik daripada permainan modern yang tersedia di gadget zaman sekarang ini. Entah, tidak hanya dari segi sportivitas, tapi juga dari segi keterampilan dan sosialnya juga. Cocok untuk menstimulasi perkembangan anak, semoga kelak ada integrasi dari kedua hal tersebut di masa depan yang selalu mengedepankan gadget. Amin.

    ReplyDelete
  22. Permainan petak umpet dan bola bekel itu permainan kesukaan saya sejak kecil, kapanpun dan di manapun tidak lekang oleh waktu karena bisa dimainkan siapa saja

    ReplyDelete
  23. Bola bekel itu favorit aku pas kecil. Sekarang susah nyari lagi,biasanya aku pake biji salak

    ReplyDelete
  24. Anakku tak beliin dakon mba...karena ingat, klo jamanku kecil dulu..main dakon aja udah betahhhh...berjam2. sekalian belajar berhitung juga kan itu..

    Ternyata, nggak disentuh sama sekali. Kalah sama game smartphone... Nyebelin kan?

    ReplyDelete
  25. permainan tradisional penting banget buat dikenalin ke anak-anak karena sdh mulai langka keberadaannya slh satunya bola bekel ini, duh dl saya sering bgt main waktu masih sekolah dasar :D

    ReplyDelete
  26. kreatif, dg bermain tak terasa anak sedang belajar ya

    ReplyDelete
  27. Hehe, bisa aja ya bikin game dari kerupuk warna warni. Jadi ibu memang harus inovatif ya mba.

    ReplyDelete
  28. iya jadi ibu, kita dituntut update terus ya mbak dengan pengetahuan tumbuh kembang anak. TFS

    ReplyDelete
  29. Mengajarkan anak untuk menyayangi hewan itu bener banget, Mba. Supaya mereka punya rasa empati dan tumbuh jadi anak yang peduli.

    ReplyDelete
  30. Kalo saya oppo suka dengan kameranya, bikin kinclong he

    ReplyDelete
  31. Sedikit banyak, emang anak dipengaruhi oleh nutrisi yang dikonsumsi namun lebih berpengaruh lagi mengenai rangsangan permainan ini kalau kata aku karena melatih pemikiran dan motorik anak banget

    ReplyDelete
  32. kok komentaranya kagak muncul ya? hmmm

    ReplyDelete
  33. Aku pernah tuh ngajarin ponakanku main bekel tp dia blm bisa2. Ganti main batu yg dilempar, tetep blm bisa. Yaudah, main masak2 kan, hahaha. Lumayan lah latih ketrampilan dia

    ReplyDelete
  34. Kreatif sekali mbak menciptakan permainan di rumah. Anak jadi gak bosan ya

    ReplyDelete
  35. Banyak cara ya Mbak sebenarnya untuk mengasah kecerdasan anak. Tinggal ibunya tanggap yang lengkap juga gak. Hihihi.

    ReplyDelete
  36. Menumbuhkan empati anak itu PR banget, Mbak. APaagi di zaman sekarang. Banyak hal tiba-tiba serba instan dan bahkan kita orang tua pun diuji empatinya.

    Setuju tentang anak bebas memilih mainan sendiri. Mereka jadi lebih bertanggungjawab

    ReplyDelete
  37. Perlu kesabaran dan penuh perhatian dengan anak ya mba biar paham bagaimana karakter anak dan tepat pembimbingan hihi. Semoga tumbuh menjadi anak yang peduli terhadap sesama juga hihi

    ReplyDelete
  38. Hahaha baca ini jd keinget dulu waktu kecil mainnya apa aj ya? Seru main petak umpet, seru mikir ngumpet di mana haha

    ReplyDelete
  39. Alhamdulillah, ternyata masih banyaak ibu yg peduli dg pentingnya permainan tradisional bg anak di zaman modern skrg ini. Saya suka dg cara mbak Retno mendidik dan mengapresiasi anak sehingga ia bisa tumbuh dengan tanggap dan cerdas.

    ReplyDelete
  40. Saya sering sekali melihat anak-anak yang suka ngambek kalau kalah atau harus jadi penjaga. Sepertinya mereka belum paham, kalau dalam permainan itu ada yang menang, tapi ada juga yang kalah.

    ReplyDelete
  41. Wah idenya oke nih Mbak mengenal emosi dari warna kerupuk. Saya contek ya

    ReplyDelete
  42. Iyaa...sering banget perkataan sama perbuatan gak seiring sejalan.
    Apa mungkin kita ((para orangtua)) harus menyiapkan jawaban cerdas yang tetap bermaksud mengedukasi?

    ReplyDelete
  43. Ini nih hape nya ang aku cari. Tapi tadi aku keliling toko elektronik gak ada yang warna yang aku pengeb. Huhuhu. Katanya karena best seller jadi banyak yang mau

    ReplyDelete
  44. Gak bisa main main sama tumbuh kembang si kecil. Karena kalo salah nanti kita bisa nyesel seumur hidup. Keren mbak bisa jadi ibu yang super kreatif

    ReplyDelete
  45. menstimulasi anak dengan permainan, ini juga yang sedang saya coba terapkan.

    ReplyDelete
  46. Masa pertumbuhan memang harus didampingi dengan bener biar anak tumbuh dengan baik

    ReplyDelete