parenting

Ketika Anak Bertanya : Mengapa Telur Jadi Lebih Keras Setelah Dimasak?

10:59

Konten [Tampil]

Ketika Anak Bertanya : Mengapa Telur Jadi Lebih Keras Setelah Dimasak?


Memiliki anak usia balita, TK dan awal-awal masuk sekolah dasar itu memang harus selalu siap dengan pertanyaan tak terduga. Sebagai orang tua kita harus bisa memberikan jawaban yang pas. Jawaban yang pas itu bukan berarti kita jadi orang tua yang serba tahu dan bisa menjawab semua pertanyaan anak dengan benar loh ya. 

Menjawab dengan pas adalah menjawab yang sesuai dengan kemampuan berpikir si anak. misalnya dengan kata-kata sederhana atau analogi yang bisa dimengerti oleh anak. Apabila kita tidak tahu jawabannya, jangan langsung menggunakan kata tidak tahu. tapi gunakanlah kata-kata yang lebih halus, misalnya "Mama BELUM tahu, bagaimana kalau kita cari jawabannya bersama?" Dengan begitu anak memahami bahwa ketidak tahuan merupakan hal yang biasa dan bisa dicari jawabannya.

Pertanyaan anak-anak memang bermacam-macam dan kadang tak terduga. Beruntung pula kita hidup di zaman internet, dimana semua jawaban dapat kita peroleh hanya dengan menekan tombol-tombol di laptop maupun sentuhan dilayar gawai. Walaupun begitu kita juga jangan menelan mentah-mentah informasi yang kita terima. Carilah situs lain sebagai pembanding. Lebih baik lagi kalau situs tersebut adalah situs resmi jadi terpercaya keakuratan informasinya.

Beberapa hari lalu saya bersama anak-anak sedang membaca bersama sebuah buku. Buku itu berisi tentang proses produksi mulai dari bagaimana proses benang menjadi pakaian. Minyak mentah menjadi bahan bakar. Dari logam hingga menjadi mobil dan lain sebagainya.

Ketika tiba di bagian logam. Dimana buku tersebut menceritakan bahwa benda-benda yang terbuat dari besi berasal dari bijih besi yang dilelehkan dengan suhu yang tinggi kemudian dicetak sesuai bentuk yang diinginkan.

Nah tiba-tiba saja si bungsu bertanya “ Ma, kalau besi dipanaskan kan jadi cair, kenapa kalau telur malah jadi keras? Ya ampun, ini anak mungkin sedang lapar atau bagaimana ya…yang dibicarakan besi tapi pertanyaannya malah soal makanan qiqiqiqi.

Saya pun lalu terdiam. Ah, sepertinya saya pernah membaca soal ini tapi dimana ya?hihihi…lupa. akhirnya saya pun mengandalkan internet. Dan yang saya temukan adalah kata-kata denaturasi, folding, ikatan kovalen dan lain sebagainya. Nah bagaimana saya menjelaskan kalau saya saja tidak mengerti wkwkwkwk.

Untunglah saya ingat kalau saya pernah membaca di sebuah buku. Lucky Me, bukunya pun ketemu setelah saya mencarinya. Menurut buku tersebut, penjelasan singkatnya mengapa telur jika dimasak menjadi lebih keras. Jawabannya adalah karena telur mengandung protein. Putih telur atau abumen mengandung 85% protein (Albumin). Albumin adalah protein yang berbentuk seperti gulungan benang-benang , apabila dipanaskan akan saling lengket dan warnanya berubah menjadi pekat. Jika semakin dipanaskan maka akan semakin lengket dan lama-lama menjadi keras.

Sebagai pembanding saya menyebutkan bahan makanan lain yaitu beras. Beras mengandung bahan lain, bukan protein melainkan karbohidrat. Nah sifat karbohidrat jika dipanaskan maka akan semakin lunak. Makanya ketika kita makan nasi tidak keras seperti beras. Sebagai kesimpulannya saya mengataan bahwa bentuk hasil akhir pemanasan suatu benda itu tergantung dari bahan yang dikandungnya.

Mendengar penuturan saya, ketiga anak-anak saya berebutan bertanya kalau jagung bagaimana, kentang, kayu, sofa, plastik wkwkwk. Jadi melebar kemana-mana ini. Saya pun berusaha menjawabnya dengan benar, semampu saya tentunya. Maklum emak sudah lama tidak sekolah jadi banyak lupanya daripada ingatnya hehehe.

Nah, bagaimana menurut pembaca sekalian apakah jawaban saya kurang sederhana untuk anak saya yang berusa 6,7 dan 9 tahun? Sharing dong…


*Wolke, Robert L.2003. Einstein Aja Gak Tau. Gamedia Pustaka Utama

facebook

twitter

pinterest

linkedin

You Might Also Like

13 comments

  1. Ga ga, wis mantep itu. tp ya memang harus siap dengan pertanyaan lanjutan

    BalasHapus
  2. Ha ha smart kiddos semua ya mba,,kalo anakku tanya pertanyaan high class, pastinya cari sumber jwbn yg bener dulu yaa,,jelasinnya pake bhsa paling sderhana lah,,biar paham,,
    Nah kalo anak2nya tanyanya melebar lg itu tandanya anak cerdas,,makin penasaran, emaknya yg kudu belajar teruuus ha ha,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihihi iya mbak...sekali ngasih jawaban kudu yang bener, soalnya bakalan diinget terus sama anaknya...

      Hapus
  3. Saya pernah ditanyain ponakan umur 5 tahun, "anjas, kenapa matahari itu namanya siang, bulan itu namanya malam?" Saya jawab "karena kan siang itu terang. matahari kan bersinar dan menerangi bumi. makanya disebut siang". dia tanya lagi "kan bulan bersinar juga, kenapa bumi jadi gelap?" dan lupa saya jawab apa. hahaha

    Anak-anak kalau nanya suka diluar prediksi.
    www.theamazingjasmi.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihi...bingung dah...
      karena bulan cuma memantulkan cahaya matahari, enggak punya cahaya sendiri gitu kali wkwkwk

      Hapus
  4. Wiih keren Mba Retnooo.. Kucontek jawabannya yaa.. Buat persiapan..hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba...ngobrol sama anak-anak kadang kudu blajar fisika dulu yess...

      Hapus
  5. udah mantab kok jawabannya mba retno ..
    anaknya pinter euyyy .,.

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiin... berusaha bisa menjawab sebaik-baiknya mba..

      Hapus
  6. mbak retno, akupun sering dapat pertanyaan2 amazing dari anak-anakku. Dan karena aku gak ngerti jawabannya, kadang langsung aku bilang: ibu gak ngerti nak. Ibu gak tau.
    huhuhuhu...bukan contoh ibu yg baik ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. teteep mba Imelda Ibu yang baik kok...aku kadang jufga salah ucap huhhuhu...

      Hapus
  7. apa sang anak paham dengan betul-betul yang sudah dijelaskan yah :D

    BalasHapus