lingkungan

Besok ! #IniAksiku , Earth hour 2015

22:19

Konten [Tampil]
Assalamualikum,

Saya mengetahui tentang earth hour ini sejak beberapa tahun lalu. Earth hour ini merupakan salah satu kampanye global yang ditujukan kepada seluruh manusia yang ada di bumi ini untuk lebih peduli lagi pada bumi ini terutama mengenai perubahan iklim.
Kepedulian itu dapat berupa hal-hal yang sederhana, namun dapat berdampak luar biasa jika dilakukan setiap hari. Nah salah satu caranya adalah dengan mematikan listrik selama satu jam di hari Sabtu pada minggu terakhir di bulan Maret.

Gerakan earth hour global, pertama kali dilakukan di Australia pada 2007 lalu. Saat itu WWF Australia melakukan kampanye upaya penurunan gas rumah kaca di kota tersebut. Selanjutnya, diawali dari satu kota menjadi 7000 kota, dari 1 negara menjadi 162 negara di dunia.
Di Indonesia sendiri, earth hour dimulai sejak tahun 2009 lalu. Berawal dari Jakarta, kini setidaknya sudah 29 kota di Indonesia yang berkomitmen untuk berpartisipasi didalamnya. Kota kota tersebut antara lain : Banda Aceh, Padang, Medan, Palembang, Pekanbaru, Lampung, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cimahi, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Kota Batu, Sidoarjo, Kediri, Denpasar, Mataram, Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Palu dan Makassar.

See... Kota Batu dan Malang ada di antara deretan kota tersebut... Bagaimana dengan kota Kepanjen? Apakah termasuk didalamnya? Entahlah...tapi itu nggak terlalu penting juga, yang paling penting adalah partisipasi kita. Apalagi kalau kita jadikan gaya hidup. Jadi nggak perlu nunggu setahun sekali kan, untuk semakin peduli pada bumi kita ini.

FYI, secara global, tema earth hour tahun 2015 ini adalah ‘USE #YOURPOWER TO CHANGE CLIMATE CHANGE’, yaitu mengajak publik untuk bersama-sama melakukan aksi mencegah dampak perubahan iklim, dengan membuat perubahan yang lebih baik untuk masa depan bumi yang berkelanjutan.

Di Indonesia sendiri, menurut laman WWF-Indonesia, earth hour tahun ini bertema #Hijaukan hutan, birukan laut. Melalui ajakan #IniAksiku.
Pesan ini diwujudkan melalui kegiatan konservasi lokal melalui aksi-aksi di sektor laut dan pesisir, deforestasi, keanekaragaman hayati, sampah, sungai dan air, transportasi publik, dan energi.

Berikut ini pernyataan resmi dari laman WWF Indonesia :
Dalam EARTH HOUR 2015, WWF-Indonesia mendukung kolaborasi antara Komunitas EARTH HOUR di 11 kota dengan komunitas Indorunners yang mengusung “7 K, 7 Regions, 7 Causes”. Kegiatan yang akan berlangsung pada 28 Maret pukul 20.30-21.30 waktu setempat, “7 K, 7 Regions, 7 Causes” diisi dengan lari maraton malam di setidaknya 7 kawasan di Indonesia dengan menempuh rute 7 km selama 1 jam untuk mendukung 7 program konservasi. Melalui “7 K, 7 Regions, 7 Causes”, EARTH HOUR Indonesia menggugah publik untuk berkomitmen mendukung 7 program konservasi  melalui laman web Indokasih.com. Program konservasi tersebut berfokus pada upaya konservasi mangrove, terumbu karang, dan penyu.

Cara lain menjadi bagian dari EARTH HOUR Indonesia 2015 adalah mendukung dan menjadikan #BeliYangBaik sebagai bagian dari gerakan perubahan gaya hidup. Setiap orang diharapkan menandatangani sikapnya di laman web Change.org/Indonesia untuk berkomitmen dalam tiga prinsip utama, yaitu mengenal, mencari tahu serta memahami tentang latar belakang produk sebelum mengkonsumsinya. Publik diajak agar sadar bahwa pola konsumsi mereka turut menentukan ketahanan dan kerentanan bumi terhadap dampak perubahan iklim.

“Tahun ini, EARTH HOUR memberi kesempatan kepada publik untuk berpartisipasi dengan wadah yang berbeda-beda, kesemuanya adalah bagian dari #IniAksiku untuk menjaga kelestarian bumi dari ancaman perubahan iklim. Selain melanjutkan gaya hidup ramah lingkungan, EARTH HOUR mengundang kita semua untuk berkontribusi nyata kepada kegiatan-kegiatan konservasi yang digerakkan oleh Komunitas EARTH HOUR Indonesia,” ungkap Nyoman Iswarayoga, Direktur Komunikasi dan Advokasi WWF-Indonesia, dalam keterangan pers yang diselenggarakan di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, yang merupakan salah satu mitra yang mendukung pelaksanaan Switch Off dalam EARTH HOUR 2015. “Perayaan malam EARTH HOUR adalah pengingat untuk selalu memperbaharui komitmen kita untuk perubahan yang bisa kita lakukan dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Kita hanya bisa berhasil bila melakukannya bersama-sama dan terus-menerus,” lanjutnya.

Nah buat kita-kita, selain hal-hal diatas, apalagi sih yang bisa kita lakukan sebagai wujud kecintaan kita pada bumi yang kita tinggali ini?
Hal-hal sederhana yang dapat kita lakukan sehari-hari antara lain :
1. Selalu ingatkan anak kita untuk tidak membuang sampah sembarangan,
2. Hematlah dalam penggunaan air. Mandi menggunakan shower lebih sedikit menggunakan air daripada mandi menggunakan gayung.
3. Sebisa mungkin membawa kantung belanjaan sendiri, untuk mengurangi penggunaan kantong kresek ( -_- sering lupa )
4. Matikan alat listrik segera setelah selesai digunakan. (aku juga sering lupa ..hiks)
5. Jangan buang sampah di sungai ( bukan akuuuu lo yaa..tapi masih sering liat orang ngelakuin ini. Dan mereka sering tengok kanan kiri dulu sebelum membuang sampah. Nah, berarti mereka sadar kan kalau yang dilakukan itu salah... :(  )

Daaaaan masih banyak lagi yang dapat kita lakukan, termasuk mematikan lampu besok tanggal 28 Maret, pukul 20.30 s/d 21.30.
Anak-anak udah pada tidur kan, kalo jam segitu.

Kalau dipikir-pikir, masyarakat yang tinggal di pedesaan jauh lebih peduli pada aksi earth hour yang dilakukan setiap akhir bulan Maret  ini dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Sebagai contoh di desa dimana kedua orang tuaku tinggal. Hampir setiap hari, tidak hanya satu jam. Bahkan sampai 5 jam, listrik di rumah mereka mati. Yaa mati karena pemadaman bergilir. Bisa dipastikan apabila mereka mendengar tentang seruan earth hour yaitu mematikan lampu selama satu jam, mereka pasti akan tertawa..., tertawa sinis.
Bagaimana tidak? Meskipun sudah ada jaringan listrik, mereka tetap harus menyediakan lilin dan lampu teplok. Beruntung bagi mereka yang memiliki lampu LED, tinggal mencharge saja jika listrik menyala.
Lalu bagaimana dengan masyarakat yang nun jauh di pelosok sana? Bagaimana mau mematikan listrik, kalau tiangnya saja belum terpasang? Ironis bukan?

Nah teman... Dimanapun kita berada, tetaplah mencintai bumi ini karena disinilah tempat anak cucu kita kelak akan hidup. Manfaatkanlah bumi tapi ingatlah selalu untuk menjaganya. Bukan hanya untuk sekarang tapi untuk hari esok dan esoknya lagi....

Udah dulu yaaa jangan lupa besok jam 20.30-21.30.... Ajak juga teman, sodara, tetangga, om, tante, mertua, pacar, calon mertua,...kalo perlu musuh juga (bagi yang punya), siapa tahu jadi baikan..... ;-p
Wassalamualaikum,


Sumber : alam endah
                wwf indonesia

facebook

twitter

pinterest

linkedin

You Might Also Like

0 comments