Minthi, si imut yang menggemaskan

by - 15.52.00



Tak terasa sudah beberapa bulan mengenal Minthi. Awalnya sih agak gimana gitu waktu pertama mengenalnya. Takutnya kalau pas saya ajak jalan dianya rewel di tengah perjalanan, bisa bingung sendiri saya. Untunglah selama ini si Minthi baik-baik saja dan tetap oke meskipun diajak kemana-mana. Walaupun  saya mengajaknya belum berani yang jauh-jauh, apalagi melewati jalan yang ramai. Cukup jalan yang sepi-sepi dulu.

Ketika saya bersama Minthi, selalu jadi perhatian orang. Apalagi orang yang belum pernah melihat Minthi sebelumnya. Maklumlah, penampilan Minthi memang berbeda dari yang lainnya.  Karena berbeda itulah, orang-orang melihat kami dengan beragam. Ada yang bernada positif dan ada yang bernada negative seolah-olah merendahkan kami. Kalau sudah bertemu orang semacam itu yah saya senyumin aja. Enggak usah dimasukin hati, bikin jerawatan saja hihihi.

Ah sampai lupa, dari tadi membicarakan Minthi tapi saya malah belum memperkenalkan Minthi. Iyes, Minthi adalah nama sepeda motor saya yang mungil. Yang memberi nama itu adalah suami saya, entahlah maksudnya apa. Mungkin biar enak saja menyebutnya.

Minthi aslinya adalah sebuah motor matic merk Sanex dengan mesin 50cc-2tak. Yang tampilannya diotak-atik sama Pak Suami.

bentuk asli si Minthi. (gbr pinjam dari kaskus)

Tampilan minthi sekarang

Nah begini ini jadinya si Minthi. Warnanya berubah jadi kuning cerah. Suaranya apalagi, kenceng banget. Ketika  lampu sein dinyalakan, dari jarak 30 meter orang bisa dengar semua kalau saya mau belok hahahaha. Kata pak Suami demi keamanan, emang sengaja lampu seinnya dipilihkan yang mempunyai suara (sangat)keras. Biar saya gak lupa juga untuk buru-buru mematikan lampu sein setelah belok. ah tau aja Pak Suami ini kalau istrinya pelupa, dan semoga saya tidak menjadi emak-emak yang menyalakan sein ke kiri tapi belok ke kanan hihihi.

Keranjang yang di depan itu gunanya untuk tempat bekal atau belanjaan. Maklum yang punya adalah emak-emak. Palingan isinya sayur sama lauk-pauk. Selain itu, keranjang juga berguna untuk menyimpan oli. Maklum si Minthi ini kan minumya campuran bahan bakar sama oli.

Kotak kuning yang dibawah itu gunanya untuk menyimpan botol berisi cadangan bahan bakar dan juga corong untuk menuang bahan bakar dari botol ke dalam tanki bahan bakar.

Tanki bahan bakarnya adalah yang berwarna orange, yang ada di bawah sadel. Karena kapasitasnya sangat kecil, Cuma 1 liter saja. Biasanya kalau membeli bahan bakar nunggu habis sekalian. Atau bisa juga kalau penuh, sisa bahan bakarnya dimasukkan ke dalam botol dan disimpan di dalam kotak kuning itu.



Semenjak Ada si Minthi ini saya tidak merepotkan pak Suami lagi. Kalau dulu, pas lagi males nggowes atau pergi jauh sedikit saja mesti nunggu pak Suami. Sekarang sudah beranilah ke sekolahannya anak-anak untuk mengantarkan bekal atau rapat wali murid.

Tak sedikit yang tertarik dengan minthi. Ada yang terang-terangan mau membelinya. Ada juga yang pesan, kalau ada lagi temannya Minthi beliau mau membelinya. Tapi, sampai sekarang belum dapat-dapat juga hihihi.


Teman-teman ada yang tertarik juga sama Minthi? qiqiqiqi

You May Also Like

14 komentar

  1. Ternyata Minthi itu... hehe

    BalasHapus
  2. trus kenapa kok dimodiv mbak? bukankah pakai matic juga mudah, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. biar lebih pendek mak...aku ga berani pakai motor yang tinggi-tinggi...

      Hapus
  3. wahhhh gimana gak menarik perhatian,, warna sudah mencolok,, modelnya sudahh ahhhhh mantap lah ,,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk...begitulah..saya bisanya naik ya cuma motor itu...

      Hapus
  4. Gagal paham aku kupikir minthi itu kucing, ternyata motor 😂😂

    BalasHapus
  5. Ya Allah, kreatif temen si Pak suami mbak, ....
    Minthi ki tak pikir anak bebek je. Itu kenapa si dirombak sampe segitunya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk...biar aku berani bawa mbak...motor rasa sepeda pancal wkwkwk

      Hapus
  6. Asik banget nih kayaknya mbak retno :D

    BalasHapus
  7. Oalah tak kirain sepeda yang ada motornya itu mbak, rupanya ini memang motor asli tapi dimodif. Hehehe penggunaan sein mungkin sekarang perlu dibunyikan seperti motor jaman dulu biar penggunanya nggak lupa matiin sein juga.

    BalasHapus
  8. Waduh, sayang ya motornya dibongkar. Tapi kalau dikau enjoy sih ok, Mbak. :)

    BalasHapus
  9. aku bolehnya mikir who the heck is this Minthi.... gak taunya nama motornya :)))))

    BalasHapus