parenting

Tips Parenting : Mengajarkan Tanggung Jawab Ala Rahayu Pawitri

12:00

Konten [Tampil]
Tips Parenting : Mengajarkan Tanggung Jawab Ala Rahayu Pawitri

Halooo…kembali lagi ke arisan link ya….Kalau dulu awal-awal arisan, mau mereview salah satu blog rasanya berat sekali. Bukan berat untuk melakukannya, tapi berat karena sama sekali enggak tahu apa-apa tentang seseorang di balik blog tersebut. Namun kini setelah sekian waktu berjalan makin terasa ringan. Karena sering berinteraksi, jadi sedikit atau banyak telah mengenal pemilik blog yang akan direview. Dan kini mbak Rahayu Pawitri yang mendapat kesempatan untuk diubek-ubek blognya.

Tips Parenting : Mengajarkan Tanggung Jawab Ala Rahayu Pawitri


Mbak Rahayu Pawitri, atau mbak Wiwit begitu biasa kami memanggil adalah seorang ibu dari putrid kecilnya Hana. Mbak Wiwit ini berasal dari Jawa Tengah tepatnya dari Temanggung, namun kini menetap Bekasi. Selain menjadi Blogger, mbak Wiwit juga adalah seorang content writer dan penerjemah bahasa Inggris.

Berjalan-jalan ke Blog mbak Wiwit, kita akan disuguhi tulisan yang apik, padat berisi namun enak dibaca khas content writer. Dengan tagline “A crowded World Of A content writer-Mom” bisa dibayangkan betapa sibuknya mbak Wiwit ini . Disela-sela kegiatan sebagai ibu rumah tangga, ngeblog, content writer, translator masih sempat mengupgrade diri dengan mengikuti berbagai kelas secara online. Seperti kelas Bahasa Inggris, Kelas menulis konten dan kelas bisnis.  Udah gitu masih sempat pula nonton Drakor. Weeh…

Tips Parenting : Mengajarkan Tanggung Jawab Ala Rahayu Pawitri
Salah satu artikel mbak Wiwit di Asianparent.com

www.rahayupawitriblog.com banyak berisi tentang parenting, cocoklah dibuat langganan  emak-emak muda macam saya ini yang sering baca tapi lebih sering lupa prakteknya hahaha. Makanya saya akan tulis beberapa tips dari mbak Wiwit ini biar saya lebih gampang ingatnya.

Sebenarnya ada banyak tips parenting yang ditulis mbak Wiwit, seperti Bermain dan belajar matematika alaHana, Belajar matematika dengan IXL Math, Trik meringkas materi dengan pohonpikiran dan tips untuk mengajarkan tanggung jawab yang tertuang dalam artikel yang berjudul “Butuh ide dalam mengajarkan tanggung jawab pada anak? Coba trik saya ini”

Poin penting dalam mengajarkan tanggung jawab pada anak adalah
paham konsekuensi dan mampu berempati pada orang lain (Rahayu Pawitri)

Menurut mbak Wiwit, belajar bertanggung jawab berarti belajar untuk : memiliki rasa empati dan menunjukkannya pada orang lain, jujur, berani jika pendapatnya benar, mampu mengendalikan diri sesesuai prinsip dan mampu menghargai diri sendiri.

Cara menumbuhkan dan membangun tanggung jawab ala Rahayu Pawitri adalah :

·        Mengenalkan konsekuensi
Jadi, anak diajak berpikir logis mengenai konsekuensi apa yang akan dia rasakan jika melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Jangan membujuk anak untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dengan cara menakut-nakuti anak.

·        Mengenalkan empati
Menurut mbak wiwit mengajarkan hal yang abstrak semacam ini harus kreatif agar anak lebih paham. Melatih empati bisa dilakukan saat menonton TV bersama atau saat mendongeng dengan menyelipkan pesan yang ingin disampaikan. Tunjukkan juga empati kita pada anak saat dia merasa tidak nyaman dengan cara bertanya apa yang membuatnya tidak nyaman, bagaimana perasaannya saat ini dan apa yang dia inginkan.

·        Belajar Jujur
Reaksi orang tua sangat berpengaruh pada kejujuran anak. Apabila orang tua marah, maka anak akan semakin takut untuk bicara jujur. Lebih baik belajar untuk tidak marah dan menjelaskan mengapa tidak boleh melakukan hal tersebut.

·        Memupuk sifat berani.
Berani disini dalam artian berani untuk mempertahankan pendapatnya jika benar. Dan tetap percaya diri meskipun berbeda pendapat dengan temannya.
Melatihnya dengan cara membangun kepercayaan diri itu di rumah. Seperti menghargai pilihan pakaian yang akan dikenakan dan menghargai alas an-alasan yang dikemukakan si anak ketika dia mau atau menolak saat kita memintanya untuk melakukan sesuatu.

·        Self control dan Self Respect.
Seorang anak yang mengerti tanggung jawab tidak akan melakukan perbuatan yang merugikan dirinya sendiri.

·        Bantu anak membuat penilaian yang tepat.
Memberi pengertian mengapa sesuatu hal boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan melalui peristiwa sehari-hari. Dan tetap ajarkan anak untuk tetap menghargai pendapat orang lain yang berbeda pendapat dengan kita melalui cara yang baik.



Demikian tips menumbuhkan dan mengembangkan tanggung jawab pada anak ala mbak Rahayu Pawitri. Namun masih dibutuhkan kunci sukses yaitu : orang tua menjadi role model dan bersabar. Karena mengajarkan sesuatu pada anak itu bukanlah proses yang instant. Kalau boleh saya menambahkan ya mbak Wiwit, dibutuhkan kerjasama dengan anggota keluarga yang lain misalnya saja bapaknya anak-anak atau kakek dan neneknya. Sehingga jika anak melakukan kesalahan tidak mencari tempat pelarian.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa anda baca di Blognya mbak Rahayu Pawitri, atau langsung aja kepoin facebooknya di :Rahayu Pawitri, twitter : 2Rahayupawitri, Instagram:@rahayu_pawitri dan Pinterest @rahayupawitri.


facebook

twitter

pinterest

linkedin

You Might Also Like

17 comments

  1. Di antaranya, mengenalkan empati itu di era sekarang ini penting banget ya, Mbak.

    BalasHapus
  2. Meskipun bukan eman2, hihi, tapi ilmunya bisa diterapkan aku buat anak2 juga mbak. nantinya, hihi. berhubung masih single *ngode, jadi tak banyak2 belajar dulu ;)

    BalasHapus
  3. ha ha ha mbak Retno bisa saja. Seperti itu ya, diriku di mata jenengan? Matur nuwun lho, sudah bersedia menyisihkan waktu juga ruang buatku di blog jenengan. Thank you, indeed...

    BalasHapus
  4. Wah setuju bu... orang tua emang role model bagi si anak..
    bagaimanapun jua, sebagai orang tua kita juga mesti ngajarin good habit kepada anak2 :)

    BTW, maksih bu tipsnya... kebetulan juga lagi berlatih mjd ortu buat si kecil kami, Al :)

    BalasHapus
  5. Benar banget kita sebagai orang tua kudu jadi "role model". Tak bisa ditawar lagi.

    BalasHapus
  6. Ahh.. Aku masih berpikir, ternyata memang empati tidak bisa tumbuh sendiri melainkan harus melalui pengajaran

    BalasHapus
  7. Sepertinya saya pernah sekali ketemu Mbak Rahayu ini di acara baking sama Kartini Blue Bird, kalau gak salah hehe

    BalasHapus
  8. Pernah baca profil Mbak Rahayu Pawitri ini.
    Sampai yang menulis wanti-wanti, awas jangan ketukar, bukan pertiwi, melainkan pawitri, hehehe...

    BalasHapus
  9. Noted banget ini tipsnya Mba. Makasih ya udah sharing^^
    Btw belum kenal sebelumnya sama Mba Wiwit ini. Nanti coba main2 deh ke blognya :)

    BalasHapus
  10. Saya gemes gitu kalau nenek mengajari dengan cara menakut-nakuti anak. Misalnya: awas jangan naik tangga, di atas ada hantu lho.
    Nanti kalau si anak tumbuh dengan sifat penakut, yang disalahin anak itu juga.

    BalasHapus
  11. Penasaran sama artikel Math nya mba Rahayu, apalagi yang berkaitan dengan Math permainan, aku sampe sekarang suka lelet kalau belajar ttg gamematematic,

    BalasHapus
  12. Salam kenal buat mba Rahayu.

    Hobinya sama kaya akuu, mba..
    Heehe...nonton drama korea.

    Di sela padatnya aktivitas, ga kebayang...kapan istirahatnya yaa, mba?


    BalasHapus
  13. Wah belum pernah mampir ke mba Wiwit. Kapan kapan mampir ah :)
    Makasih mbaa infonyaa

    BalasHapus
  14. Role model n sabar memang ga kalah penting..

    BalasHapus
  15. Iya..artikel-artikel Mba Wiwit ini memang padat bermanfaat.. Banyak ilmu disana..
    Soal parenting ga perlu ragu lagi lah, karena artikelnya sering tayang di asianparents.id

    Aku lagi belajar ngobrol bahasa Inggris sm beliau. Eh Mba Retno juga ding yaa.. :D

    BalasHapus
  16. aku juga pernah singgah ke blognya mbak rahayu... artikelnya sangat inspiratif ...

    BalasHapus