ke

Hilang Percaya Diri karena SePeLe? Jangan Sepelein!

20:18

Konten [Tampil]

Semenjak beberapa waktu lalu, weekend menjadi salah satu moment yang paling saya tunggu-tunggu. Bagaimana tidak? Dua anak saya yang ngekost waktunya pulang, yeayyy...

Ya maklum ya, namanya juga emak-emak, walau anak-anak ngekos nya cuma sejauh kota-kabupaten, tetap saja akhir pekan menjadi saat-saat favorit sepanjang minggu.

Si kakak yang kuliah sudah membawa motor sendiri untuk pulang pergi. Kalau sedang tidak ada kegiatan, biasanya dialah yang menjemput si adik ke kosnya. Tapi jika si-kakak sedang berhalangan, maka urusan jemput-menjemput menjadi bagian saya atau bapaknya.

Kalau Bapak yang jemput, otomatis semua ikut dan tak lupa kami mampir ke tempat si kakak juga biar bisa kumpul-kumpul. Maklum ya Bun, kita masih pemula soal ini hehehehe.

Momen yang Selalu Dirindukan

Saat kumpul keluarga begini yang tidak boleh dilupakan adalah makan-makan. Untunglah anak-anak lumayan gampang di ajak makan di mana aja. Kadang kami makan di warung dan semacamnya atau di kosnya anak-anak.

Biasanya tempat makan tertentu itu menawarkan promo dengan syarat menjadi anggota terlebih dahulu. Nah saya pernah mengalami kejadian yang nyaris membuat mental saya down. Bukannya nyaris sih, tapi waktu itu benar-benar membuat saya merasa tidak percaya diri, sedikit bingung hingga panik.

Ceritanya, saat itu saya sedang mendaftar untuk menjadi member resto tersebut. Setelah mengisi data, tiba waktunya untuk menerima otp agar nomor hape yang kita masukkan terverifikasi.

Sejak awal mengisi data saya memang merasa tidak nyaman karena tulisan di layar kok jadi berdempetan begini, tapi setelah saya mengerjapkan mata beberapa kali tulisan itu menjadi lebih jelas.

Karena kondisi saya yang seperti itu, proses mengisi data menjadi terhambat dan lebih lama. Si mbak kasir sudah menunggu untuk memasukkan nomor saya ke dalam sistem di mesin kasirnya.

Dan saat nomor otp muncul, saya sangat kebingungan membaca angka yang tertera, apakah benar itu angka 6? apa itu angka 8, atau jangan-jangan malah angka 5. Sampai beberapa waktu saya berdiri di depan kasih dengan perasaan campur aduk, antara bingung dan panik. Untunglah, anak saya berdiri tidak jauh dari situ dan langsung saya minta untuk ambil alih.

Setelah saya ingat-ingat, memang sebelum berangkat saya ada kegiatan g-meet. Kebetulan saya menjadi peserta sebuah FGD yang mengharuskan kamera on. Kegiatan itu berlangsung kurang lebih 3 jam. Memang sih beberapa kali saya mencoba mengalihkan pandangan dari layar, tapi ya enggak enak juga kalau saya melakukannya terus-terusan.

Rupanya saat itu saya mengalami Mata Sepet, Perih dan Lelah (SePeLe) tapi saya abaikan karena terburu-buru hendak ketemu anak-anak.

Setelah beberapa waktu, saya juga menyadari hal lain. Yaitu, saya merasa tidak asing dengan perasaan seperti itu. Saya pun berusaha mengingat dengan keras, kapan saya pernah mengalaminya. Sampai akhirnya saya menemukan jawabannya.

Beberapa waktu lalu, saat saya akan membayar uang seragam anak saya yang baru diterima di SMA, disana saya disodori kwitansi untuk menulis nominal yang akan saya bayarkan.

Tiba-tiba saja huruf-huruf di kwitansi itu jaraknya menjadi sangat dekat, yang membuat saya kesulitan untuk membaca, tapi tulisan kembali lebih jelas setelah saya berkedip beberapa kali. Saat menulis pun saya tidak percaya diri dengan tulisan saya sendiri. Sampai saya tanya ke mbak kasirnya, apakah tulisan saya sudah benar atau belum.

Waktu itu memang saya baru saja selesai menulis artikel di blog.Tidak sekedar menulis, saya juga riset bahan tulisan dengan cara browsing, kemudian mengedit foto agar lebih proper untuk dimasukkan ke dalam blog dan aktivitas lainnya yang mendukung sebuah penerbitan artikel di blog. Otomatis mata saya pun tidak lepas dari layar selama beberapa waktu. 

Mata SePeLe dan Kepercayaan Diri, Apa Hubungannya?

Akhirnya saya baru menyadari bahwa Gejala Mata Kering yang seperti saya alami  jangan di anggap SePeLe. Karena dampaknya tidak hanya pada kesehatan penglihatan saja tapi juga pada kesehatan mental.

Menjadi insecure karena kondisi mata saya seperti saat itu, rasanya sangat enggak nyaman. Apalagi sudah dua kali saya mengalaminya. Bisa semakin bahaya kalau tidak di atasi. Saya mengalami sendiri kalau saya jadi canggung, tidak percaya diri dan enggan bertemu dengan orang karena takut kalau tiba-tiba harus membaca atau melihat gambar yang kecil-kecil yang bisa membuat saya bingung dan panik secara tiba-tiba.

Untunglah keresahan saya ini tidak berlangsung lama, seorang teman yang juga mengalami Mata Sepet, Perih Lelah seperti saya karena terlalu lama menatap layar, menganjurkan untuk menggunakan INSTO DRY EYES.

Mengapa Insto Dry Eyes Ampuh Mengatasi Mata Sepet, Perih dan Lelah (SePeLe)?

Mata SePeLe bisa diawali dengan mata kering karena terlalu lama menatap layar. Hal ini dikarenakan saat menatap layar kita cenderung lebih jarang berkedip, Jika frekuensi normal kita berkedip adalah 15-20 kali permenit, maka saat menatap layar bisa turun setengahnya. 

Saat melihat layar, bukaan mata juga jadi lebih lebar sehingga memperluas area penguapan di mata. Ditambah lagi jika ruangan ber AC atau berdebu, pastinya juga sangat mempengaruhi kondisi mata. Untuk itulah Insto Dry Eyes hadir untuk mengatasi mata SePele. Berikut ini penjelasannya

1, Formula meniru Air Mata

Bahan aktif Hydroxypropyl Methylcellulose formulanya meniru air mata alami sehingga bekerja sebagai air mata buatan.

2. Air mata buatan 

Layaknya air mata asli, air mata buatan ini dapat melembabkan bola mata yang kering.

3. Reaksi cepat.

Begitu anda meneteskan Insto Dry Eyes, maka mata akan langsung terasa dingin dan segar.

4. Aman 

Insto Dry Eyesbini aman meskipun digunakan secara rutin sesuai aturan pakai.

Asli deh, rasanya enggak nyaman kalau sudah terkena mata SePeLe. Aktivitas jadi terganggu, bahkan saya malah mengalami hilangnya rasa percaya diri. Ingat ya teman-teman, Mata Sepele Jangan Disepelein, bahkan kalau bisa dicegah agar mata kita tetap sehat dan kita bisa beraktivitas dengan lancar.

Cara Mencegah Sekaligus Mengatasi Mata SePeLe

1. Gunakan aturan 20-20-20 

yaitu setelah 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke tempat yang lebih jauh kurang lebih 20 kaki atau 6-7 meter dalam waktu kurang lebih 20 detik.

2. Atur Posisi Layar 

Yaitu dengan menempatkan layar sejauh 50-70 cm dari mata/wajah dengan posisi sedikit di bawah mata agar mata tidak terbiasa membuka dengan lebar.

3. Biasakan berkedip dengan Sengaja

Sebenarnya mata kita dapat berkedip secara reflek/ otomatis. Namun kecenderungan yang terjadi adalah kita jadi jarang berkedip jika sedang menghadap layar. Oleh karena itu, ingat untuk selalu berkedip dengan sengaja, untuk melembabkan dan membasahi bola mata.

4. Atur Kecerahan Layar dengan Tes Kertas

Seimbangkan kecerahan layar dengan lingkungan menggunakan kertas putih. Caranya dengan menjajarkan selembar kertas putih dengan layar. Ubah kecerahan layar jika warna kertas menjadi abu-abu atau layar terlihat seperti lampu senter hingga keduanya menjadi mirip/seimbang.

5. Kaca Mata Anti Radiasi

Gunakan kacamata anti radiasi jika anda merasa nyaman menggunakannya. Saya pernah mencobanya, namun saya merasa tidak cocok karena justru pangkal hidung saya yang terasa tidak nyaman.

6. Gunakan Tetes Mata yang Ampuh

#INSTODRYEYES terbukti ampuh mengatasi mata SePeLe berdasarkan pengalaman saya pribadi. Dan ingat, #MataSepeleJanganSepelein . Oleh karena itu saya sarankan Anda untuk mencobanya juga agar Anda #BebasMataKering. 

Dimana Bisa Mendapatkan Insto Dry Eyes?

Saat ini Insto Dry Eyes sangat mudah ditemukan di minimarket terdekat. Saya kemarin beli di Alfamarat dengan harga yang sangat terjangkau sekitar 18-rbuan.

Kesimpulan 

Bisa dibilang saya tim mencegah daripada mengobati, oleh karena itu demi mata saya tetap sehat dan lembab, dan terhindar dari Gejala Mata Kering meskipun harus berhadapan dengan layar dalam jangka waktu yang lama, saya selalu tetesin Insto Dry Eyes. Ingat ya, kemasan Insto yang baru berwarna Biru. 

Dengan Insto Dry Eyes, saya terbebas dari rasa kurang percaya diri, panik dan kebingungan akibat mata Sepet, Perih dan Lelah. Terima kasih Insto!

facebook

twitter

pinterest

linkedin

You Might Also Like

0 comments