profil

Ria " The Chocolicious" Tumimomor, Sebuah Kesan

01:46

Konten [Tampil]


Sebelum bersama-sama tergabung dalam grup Blogger Perempuan, saya sudah familiar dengan nama mbak Ria Tumimomor. Entah karena sama-sama pernah menjadi anggota salah satu blog keroyokan itu, entah karena pernah membaca nama mbak Ria di Femina, Cosmo Girl, atau Cosmopolitan. Soalnya dulu lumayan sering sih beli majalah itu, karena semakin mahal tidak ada waktu untuk membaca sekarang udah ga pernah beli lagi hihihi.

Add caption


Mengunjungi Blog mbak Ria yang berjudul "Ria The Chocolicious" kita akan betah berlama-lama disana. Isinya mulai dari Interview (#betulinjilbab siapa tau aku jadi orang berikutnya yang diinterview wkwkwkwk), fashion, photo, travel, review baik itu review buku atau tempat makan. Dan yang paling banyak adalah soal makanannya itu sendiri. Sesuai kan dengan judul blognya "Ria the chocolicious". Disini saya nggak akan jelaskan kenapa mbak Ria memberi judul yang demikian pada blognya, karena pasti sudah bisa nebak semuanya.

Errr sebenarnya paragraph di atas ga seru untuk diceritakan sih, soalnya sudah ada semua di laman about me di blog mbak Ria. Kalau mau lebih lengkap baca saja disini.

Yang menarik adalah mbak Ria ngeblog sudah sejak tahun 2003. Uwow sekali bukan? Saya sih baru nemu 4 blognya mbak Ria. Dua diantaranya adalah kumpulan cerita mbak Ria tentang transportasi umum di Jakarta. Ada versi Inggris dan ada versi Indonesianya. Menurut penerawangan saya masih ada blog lainnya, cuma saya aja yang nggak nemu wkwkwkwk.

Dan tau nggak deskripsi kedua blog diatas adalah "My World is to write, My world is writing. What yours?" Betapa mbak Ria ini mencintai dunia tulis menulis. tak heran kalau beliau memiliki sejumlah blog dan menjadi salah satu co founder Kampung Fiksi. 

Mbak Ria bersama teman-temannya dalam salah satu keg Kampung Fiksi (sbr:citizen6.liputan6com)

Bersama ke 7 teman lainnya yang kesemuanya perempuan, termasuk emak Winda yang Gaoel itu. Mbak Ria mendirikan kampung Fiksi yang berdiri sejak Februari 2011. Kampung fiksi adalah suatu wadah bagi para penulis fiksi untuk berkreasi. Bagi mbak Ria sendiri kampung Fiksi berarti sebuah tempat dimana dirinya dan teman-temannya bermain-main sebagai pencipta. Aihhh bahasa mbak Ria dalem. Kalo gini jadi inget bahasanya "Dunia Sophie" deh hehehe. 


Memang sih salah satu kenikmatan jadi penulis fiksi itu adalah kebebasan. Kita bebas menentukan nama tokoh, karakter, jalan cerita dan semuanya. Penulis fiksi pun harus mampu mempengaruhi pembaca untuk masuk ke dalam cerita, sehingga terbawa suasana yang diciptakan oleh si penulis. 

Bersama teman-temannya dari Kampung Fiksi, mbak Ria juga sudah menerbitkan buku antologi cerita pendek. Karena kepiawaiannya menulis fiksi itulah membuat tulisan mbak Ria di blog jadi hidup. Setiap membaca artikel mbak Ria saya harus menahan diri untuk komen. Kenapa? Karena tulisan mbak Ria itu "komenable" banget. Nggak komen itu tangan gatel mau nulis, Mau komen terus-terusan ntar malah jatohnya 4L (Lo Lagi Lo Lagi) hihihi.
Cara nulisnya pun ringan dan mengalir . Jadi ikutan geli dan ngakak kalau menceritakan sesuatu yang lucu. Jadi ikut gmz dan kzl kalau ceritanya bikin illfeel. So nggak usah tanya lagi bagaimana kualitas tulisan mbak Ria. 

Selain itu, kita juga akan mendapat kosa kata baru dari mbak Ria, seperti "dodolipet".

Entah apa maksud kata "dodolipet" ini. sejak pertama kali baca kata ini agak ngeselin, soalnya terngiang-ngiang terus di telinga. dodolipet...dodolipet.... mungkin dodolipet ini semacam kata labil yang artinya berubah-ubah sesuai konteks pembicaraan. Atau biar lebih jelasnya, kita tunggu saja klarifikasi dari mbak Ria sendiri.


Sebagai seorang single elegan, mbak Ria sangat tau arti kata bahagia dan membahagiakan. Mempunyai banyak teman dan waktu untuk meet up adalah salah satu cara mbak Ria untuk bahagia. Mengajak sang mama untuk ikut serta jalan atau "nongkrong" di kafe adalah salah satu cara untuk membahagiakan. Dan menulis di blog adalah cara mbak Ria untuk berbagi kebahagiaan.

Baiklah, siapa yang ingin membaca postingan mbak Ria yang komenable ini, langsung saja meluncur ke www.riatumimomor.com/. Atau ingin mengikuti polling yang sering diadakan mbak Ria di Twitter? ini dia twitternya @RiaTumimomor. Ikuti juga perkembangan komen kocak yang muncul di blog mbak Ria melalui akun fesbuknya Ria Tumimomor dan jangan ketinggalan poto-poto travelling, makanan dan aksi selfie mbak Ria di Instagram @Riamrt.






facebook

twitter

pinterest

linkedin

You Might Also Like

21 comments

  1. Jadi penasaran sama istilah dodolipet, hehehe

    BalasHapus
  2. saya sendiri lupa arti dodolipet apa ya... hahahahha ^_^

    BalasHapus
  3. Komenable...hahaha adaaa aja ya istilahnya. Baiklah, aku ninggalin komen juga lah di sini *eh

    Pantesan salau satu co-founder kampung fiksi yak, scara tulisan Mba Ria uda malang melintang di media cetak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kadang sampe ngakak ngakak sendiri gatel banget mau komen wkwkwkw

      Hapus
  4. Kayaknya dodolipet itu.. aku juga pernah denger.. begini bukan nyanyinya.. "Dodoli dodoli pret suara mobilku. Rodanya dari karet. Warnanya biru. Dodoli dodoli pret nyetir sendiri. Disetop pak polisi. Kuharus brenti" lagunya Adi Bing Slamet tahun 1970. hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah, mungkin mbak Ria terinspirasi dari lagu itu...hihihi

      Hapus
  5. Langsung meluncur ke TKP. Terima kasih sudah merekomendadikan blog berkualitas. :)

    BalasHapus
  6. Saya paling demen baca review kulinernya bikin ngilerrr

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak dan yang bikin seneng lagi, mbak Ria itu jujur kalo ngereview...

      Hapus
    2. iya mbak dan yang bikin seneng lagi, mbak Ria itu jujur kalo ngereview...

      Hapus
  7. sebenarnya saya masih perlu banyak belajar buat review kuliner... gitulah kalau taunya makan doang :))))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Justru review kek gini yang disukai pembaca. Soalnya jujurr...hihihi

      Hapus
  8. saya pernah dengar dodolipet..tapi tak kira itu semacam lagu dolanan. lii..dodoli dodolipet, gitu.. xixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk... entahlah mbak Ria sendiri juga lupa hihihi

      Hapus
  9. saya suka silent reader di blognya, malu-malu kucing mau nyapa. Padahal baek aja sih, mau aja bewe ke blog saya yang nubie. Tapi, begitulah kalau sama yg femes suka gak pede saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Lidha ga usah takut... mba Ria Baik kok hihihi...

      Hapus
  10. ohya dear Retno, aku baru ngeh kalau akun instagram aku salah tulis tuh. Seharusnya @riamrt :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahha 2 bulan baru sadar kak ria :D cian, jadi gagal nambah follower nih

      Hapus