cerita

truk mini, hobby yang lagi ngehits

13:45

Konten [Tampil]
foto:courtesy of ikrom nerut


Sekilas, foto diatas nampak biasa saja. Tapi apabila diperhatikan benar akan berbeda  dari mobil truk yang sebenarnya. Ya…meskipun semuanya tampak asli, tapi foto diatas bukanlah mobil truk sebenarnya. Melainkan sebuah miniature truk yang dibuat semirip mungkin dengan aslinya.
Keistimewaan lain adalah miniature truk ini dilengkapi dengan sound system yang disusun di bagian belakang bak truk. Bukan hanya hiasan, sound system tersebut juga dapat mengeluarkan suara karena miniature ini juga dilengkapi  accu sebagai sumber energinya.


Berawal dari saat liburan kemaren sewaktu saya mengantarkan anak-anak berlibur ke rumah eyang kakung dan utinya di Gedangan. Ketika sampai di seputaran daerah Sumbernanas, tampak di depan sebuah rumah, miniature truk yang dilengkapi dengan sound system yang dibunyikan dengan keras. Saya kira cuma sampai disitu saja. Ternyata banyak saya temui hal serupa di sepanjang perjalanan.
Saya jadi penasaran, akhirnya saya tanya sini dan tanya sana. Untunglah sunu sedang tidak dirumah jadi tidak saya tanyain juga hehehehe. Pada saat peringatan hari kemerdekaan tahun 2015 lalu, sudah ada beberapa truk mini yang mengikuti pawai kemerdekaan (karnaval). Kabarnya saat itu sudah dilombakan.

Baca juga : Lagi kontes miniatur truck

Seiring berjalannya waktu rupanya mainan anak-anak yang bertransformasi menjadi hobi orang dewasa ini semakin ngehits saja. Bermula dari harga 50 ribu kini makin melejit mencapai ratusan ribu bahkan jutaan rupiah. Harganya bisa sampai 4 juta sodara…sodaraaa. Wah…sudah jadi hobi yang mahal.
Bukan hanya sekedar hobi tapi juga sudah menjadi pendongkrak prestige. Hayoooo ngaku, kalau harga miniature truknya makin mahal pasti makin bangga, ya kaaan….


Kalau dipikir-pikir harga bawang merah sama cabai kan sekarang lagi mihil, tapi dengan gampangnya orang-orang melakukan hobi yang mahal juga.  Aishh…dasar emak-emak, mikirnya dapur melulu…. Udah balik ke leptop sanahhh….hihihi.

Okelah kalau begitu, saking banyaknya penggemar miniature truk ini sampai sampai tiap malam minggu, jalan di depan pasar Gedangan macet bo….weh-weh saya jadi penasaran, kaya apa ramenya. Tapi saya kurang berntung, hiks. Pada malam minggu lalu bersamaan dengan diadakan kontes di desa Tawang Rejeni Kecamatan Turen. Jadi, ketika saya ke Pasar Gedangan sepi, Cuma ada dua biji truk kecil yang lagi nampang. Gagal deh motoin krucil sama truk kecil.

Untunglah kangmas bojo sedikit mengobati kekecewaan saya, rupanya beliau saat itu sedang di TKP, halah…maksudnya di tempat kontes. Lumayan lah dapet foto meskipun agak gelap. Terus, dimintakan foto juga ke temennya…hehehe makasih mas Ikrom Nerut..Kabarnya, demam truk mini ini tidak hanya di Malang selatan saja, tapi di kabupaten lain seperti Lumajang juga sudah mewabah. 

Balik lagi ke Pasar Gedangan, rupanya pada malam tahun baru lalu sempat diadakan kontes yang bertajuk “miniature truk carnival”. Ada 40 peserta yang mengikuti acara pada malam itu. Peserta yang beruntung  mendapatkan doorprize berupa accu, microphone dan lain-lain.

Nah bagaimana, anda tertarik? Siapkan kantong anda karena hobi ini dapat membuat anda merogoh kocek cukup dalam. Kalau kepingin nggak apa-apa lakukan saja, jangan jadikan anak anda sebagai alas an hehehe.


facebook

twitter

pinterest

linkedin

You Might Also Like

6 comments

  1. Waah... di sini belum booming... dulu, suami bikin truk semacam ini dari kayu jati untuk Destin, trus dilungsur Binbin. Kayaknya harus bikin lagi nih

    BalasHapus
  2. Wah kayak gini yah, yang diceritakan temanku mbak. temanku pernah cerita hobi ginian orang2 di daerahnya mbak. temanku di Poncokusumo, sampe didandai gitu yah. Keren juga. Mbak Retno ojok sampek naik mbak, ambruk, bahaha :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Milih yang besar dong biar kuat ngangkut aku... aku kan kurus (((kurus))) kelingkingnya wkwkkwk...

      Hapus
  3. lucu banget trucknya sampe ada sound systemnya segala, anak-anak pasti pada pengen naik itu hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak... untingnya mereka enggak kepingin... mahal soalnya ... bisa pusing pala emaknya ini wkwkwk

      Hapus