Kuliner Malam di Kepanjen yang Sering Menggodaku

by - 23.56.00

Yang namanya emak-emak itu pasti banyak sekali pekerjaan. Kalau dituruti 24 jam seolah-olah tidak cukup. Apalagi yang tidak punya ART (Asisten Rumah Tangga), ketika malam hari, anak-anak sudah tidur semua rasanya seperti liburan di pantai pribadi wkwkwk. Mau makan santai, mau nonton TV, enggak ada yang merengek minta ganti channel. Pokoknya nikmat banget lah...

Terkadang karena banyaknya pekerjaan, sampai lupa sarapan pagi. Baru menjelang siang terasa kalau perut sudah melilit. Sebenarnya juga enggak kosong-kosong amat sih perut ini. Karena kalau masak sambil cemal-cemil. Menggoreng tempe ya makan tempe, menggoreng tahu ya makan tahu, pas nggoreng ayam dicemilin juga itu ayam. 

Meskipun segala macam makanan sudah masuk, tapi kalau belum mengandung nasi kok ya rasanya belum makan apa-apa. Jadinya sarapan digabung sekalian sama makan siang. Brunch- kalau kata orang. Breakfast sekalian lunch.

Karena jam makan paginya sudah nanggung. Makan siangnya pun ikutan nanggung juga. Kadang habis Adzan Ashar baru terasa lapar lagi. Okelah, karena merasa lapar ya makan lagi. Enggak enaknya itu kalau sudah jam 9 malam ke atas pasti merasa lapar lagi. Mau makan kok nanggung, karena sebentar lagi tidur. Apa jadinya lemak-lemak di badan kalau habis makan langsung tidur, pasti beranak-pinak.

Okelah, mata sudah ngantuk. Niat mau tidur. Tapi karena perut tambah lapar, malah enggak bisa tidur. Kethap-kethip dewean karo keluwen wkwkwk. 


kuliner malam di Kepanjen

Disaat-saat genting seperti ini biasanya Pak Pangsit lewat. Pak Pangsit ini adalah tetangga saya yang jualan mie pangsit keliling. Kadang jam 10 atau jam 11 sudah balik lagi lewat di depan rumah. Thok thok thok.... suaranya sih biasa, tapi godaannya itu yang luar biasa. Semangkuk mie pangsit panas ditambah sayur dan sambal. Hmmm...siapa yang enggak ngiler coba! Akhirnya pertahananku pun goyah! Enggak sekali dua kali seperti ini. Tapi sering  wkwkwk

Setelah kenyang, kantuk pun datang. Zzzzzzz


Meskipun sibuk, kadang masih sempat juga makan teratur. Pagi sarapan, siang makan. Malam pun makan lagi, biar tidurnya nyenyak. Pinginnya sih biar tengah malam enggak kelaparan, habis maghrib segera makan. jadi enggak terlalu malam juga.

Eh lhadalah jam 9 malam kadang jam 10, Bapaknya anak-anak datang bawa makanan. fyuhhh....
Enggak dimakan itu sayang, mau makan kok ya udah malem pake banget. Soalnya kalau makan terlalu malam, terlebih tengah malam cepat sekali membuat berat badan naik. Dilema kan? Sebagai penyayang makanan, tak tega rasanya membiarkan makanan itu kedinginan di dalam lemari es. 

Coba, tega enggak kalau melihat makanan kayak gini dianggurin?


kuliner malam di Kepanjen















Mpek mpek, siapa yang tega menolaknya. Belinya di depan praktek dr. April di Jalan Panji Kepanjen. Dari semua mpek-mpek di Kepanjen yang pernah saya coba, kayanya yang paling cocok sama seleraku ya mpek-mpek di Jalan Panji ini. Bapak penjualnya kalau pagi berjualan Bubur ayam dan nasi kuning di tempat yang sama. Nah, kalau pas anakku kepingin bekal bubur ayam, kadang juga beli disini.


kuliner malam di Kepanjen















Nasi Bakar dan teman-temannya. Sering sekali bapaknya anak-anak membelikan nasi bakar ini. Selain lauk pauk kadang ditambah juga dengan nasi kucing. Favorit saya sih nasi bakarnya. Tapi kalau anak-anak lebih suka ayam, sate telur puyuh dan sate ususnya. Belinya di depan pasar Kepanjen. Katanya kalau kemalaman dikit aja sudah kehabisan. Apalagi kalau malam Minggu, cepat sekali habisnya.



kuliner malam di Kepanjen















Favoritnya anak-anak ini. Beberapa waktu lalu sempat ngehit di rumah, tapi sekarang posisinya sudah digeser oleh nasi bakar. Jadi nasi goreng chicken katsu ini adalah kuliner malam yang sedikit terlupakan hahaha. Tapi kalau anak-anak ingat, dan ditawarin pasti mau semua. kecuali si Kecil yang belum suka makan nasi goreng. Saya tidak tahu belinya dimana. Sempat tanya juga ke Pak Su, tapi sekarang sudah lupa lagi. Maklum saya juga belum pernah beli langsung ke tempatnya.


Ada lagi yang lumayan sering di beli tapi tidak ada fotonya. Yaitu Tahu lontong. Hampir sama dengan tahu tek. Tahu lontong langganan ini benar-benar enak. bumbunya lekoh kalau kata orang Jawa yang berarti berlimpah. Pokoknya enak banget deh.


Daaan... yang satu ini benar-benar penggoda sejati. Enggak ada angin enggak ada hujan tengah malam buta, Pak Suami minta dibuatkan mi instan goreng yang ditambah sedikit kecap, irisan cabai dan telur ceplok. Siapa yang enggak kepingin coba. Akhirnya luluh juga memasak mi instan untuk diri-sendiri. Setelah kenyang, mata berat, ngantuk dan tertidur. Hadeeeh... nyebelin tapi nikmat juga hahahaha.

Begitulah, celotehan enggak penting ini. Menulis ini mungkin karena saya dibawah pengaruh kafein. Biasanya setelah bacain buku anak-anak ikutan pulas, gara-gara sore tadi minum kopi, sekarang malah seger buger sampai tengah malam. Lalu jadilah tulisan ngelantur ini. Pasti bentar lagi lapar. 

Mie Pangsit Sudah lewat apa belum ya #eh

You May Also Like

7 komentar

  1. Kalau Kepanjen, favoritku bakso duro. Dulu tiap ke Blitar pasti mampir sini, sayangnya sekarang ada bypass jadi gak pernah lewat Panjen, huhu.

    Sama tempuranya stadion Kanjuruhan yang saosnya mencurigakan tapi nagih, wkwkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahah... akupun kadang suka kepikiran kalau beli makanan semacam tempura gitu...tapi, kadang keinginan mengalahkan semuanya wkwkwk

      Hapus
  2. hmmm.. mupeng...... jadi pengen ke kepanjen lagihhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kepanjen makin ramai loh mas Urwan, banyak tempat nongkrong baru...

      Hapus
  3. Ret pangsitnya sungguh menggoda iman !!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha...iyoiii nagihhh. Lek pas liwat bengi, gak pati luwe malik luwe wkwkwk

      Hapus
  4. Walaupun tengah malam, kadang kalau ada yang pulang dan bawa makanan, saya tetap icip. Hidup kelewat sesuai aturan makan, bikin saya bosan, haha... Sesekali makan tengah malam, makan lebih banyak, ya udah hajar aja...

    BalasHapus