senang dan prihatin berrekreasi di taman wisata bendungan Sutami

14.47.00 Retno Kusumawardani 4 Comments

taman wisata bendungan sutami karangkates kolam renang
pintu gerbang Taman Wisata Bendungan Sutami

Salah satu kegiatan favorit anak-anak adalah berenang. Untunglah di sekitaran Kepanjen cukup banyak pilihan. Ada pemandian alami seperti Sumber Maron , dan pemandian buatan lain yang jaraknya lumayan dekat dari kepanjen seperti pemandian Metro, Bonderland, dan Kolam renang yang terletak di dalam taman wisata Bendungan Sutami.

Anak-anak tidak pernah pilih-pilih untuk urusan renang. Diajakin kemana saja ya oke sajalah. Akhirnya pilihan jatuh ke Taman Wisata Bendungan Sutami. Sudah beberapa kali datang kesini, dan anak-anak tidak ada bosannya.

baca juga : Sumber Maron, wisata air keluarga yang murah-meriah

Bendungan Sutami atau biasa disebut bendungan Karangkates terletak di Desa KarangKates, Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Selain sebagai sarana pembangkit listrik, Bendungan Karangkates juga memiliki fasilitas rekreasi seperti kolam renang dan kebun binatang mini.

Tiket masuk bendungan Karangkates ini adalah Rp7000 untuk hari biasa dan Rp 10.000 untuk hari libur. Sedangkan mobil dikenai biaya Rp. 5000. Tapi karena saya berlima dan yang dua masih kecil-kecil, ketika masuk area bendungan saya bersama keluarga dikenai biaya Rp 35.000.  Sedang untuk masuk ke dalam kolam renang, masing masing orang membayar Rp 5000. Jadi untuk masuk ke dalam area kolam renang ,total kami sekeluarga membayar Rp 60.000.

Sesampai di kolam renang. Ternyata suasana cukup ramai. Di sebelah kanan area kolam renang sedang dilakukan pembangunan kolam renang baru. Ah saya selalu disorientasi arah ketika di luar rumah. Selalu bingung menentukan arah utara, selatan, barat atau timur. Tahunya kanan dan kiri saja heheheh. Jadi harap maklum ya… yang saya maksud sebelah kanan, adalah sebelah kanan dari jalan masuk ke kolam renang. Gitu deh pokoknya…

taman wisata bendungan sutami kolam renang
tangga menurun menuju kolam renang

Untuk menuju kolam renang kita harus melewati tangga menurun. Tenang saja, jaraknya dekat kok. Terdapat 3 buah kolam renang, beberapa buah gazebo, kafetaria dan 2 buah kamar mandi yang berdempetan. Kolam renang ini letaknya bertingkat, yang paling dalam adalah kolam yang terletak di tengah. Kurang lebih 1meter dalamnya. Sedangkan kolam yang lain lebih dangkal lagi. Memang kolam renang di Bendungan Sutami ini didesain khusus untuk anak-anak. Di tengah-tengah kolam yang terbawah terdapat perosotan yang dilengkapi dengan kaleng raksasa yang waktu tertentu menumpahkan airnya. Ketika saya mengintip (cie ngintip…) ke area yang sedang dibangun, nampak dua buah kolam renang yang masih dalam pengerjaan. Dilihat dari kedalamannya, sepertinya memang dikhususkan untuk anak-anak. Sedangkan disisi sebelah kiri, dimana dulunya tempat gazebo saya biasa duduk juga dibangun sebuah kolam kecil.


kolam renang taman wisata bendungan sutami karangkates
berenang sambil berpanas-panas

Anak-anak senang sekali berpindah-pindah kolam. Capek bermain di kolam terbawah pindah lagi ke kolam yang atas. Sedangkan untuk kolam yang tengah, dua anakku yang paling kecil harus menggunakan pelampung. Karena kolamnya lebih dalam dari tinggi badan mereka. Oh ya persewaan ban pelampung juga ada lho, cukup RP 5000 untuk masing-masing ban.

Ketika anak-anak asyik berenang saya pun asyik ngemil sambil berteduh.… jiaaah enggak dirumah enggak pas jalan-jalan kegiatannya sama saja, ngemil hihihi.

Setelah berenang dan bersih-bersih badan, kami segera meninggalkan area kolam renang dan langsung menuju area parkir. Dengan menggunakan mobil kami menuju sisi lain taman wisata bendungan Sutami ini yaitu ke taman bermain. Di taman bermain ini terdapat perosotan, ayunan jungkat-jungkit dan patung-patung binatang. Selain itu juga ada beberapa kandang binatang. Ada yang kandangnya kosong tak berpenghuni, namun ada juga yang berpenghuni.

Salah satu kandang yang berpenghuni adalah sebuah kandang yang ukurannya tidak lebih dari 2x2 meter. Didalamnya terdapat seekor monyet. Ya seekor monyet yang dikurung sendirian dalam kandang yang sempit. Saya tidak tahu jenis monyet apa yang ada di dalam kandang itu.

taman wisata bendungan sutami karangkates
sendirian dan kesepian

Melihat monyet yang sendirian itu saya jadi membayangkan betapa kesepiannya si monyet itu. Hari-harinya dilalui sendirian, padahal monyet adalah salah satu jenis primata yang memiliki sifat sosial dan hidup dalam kelompok. Mungkin tujuan awalnya adalah untuk pendidikan, yaitu memberi pengetahuan pada anak-anak yang berkunjung kesana, bahwa ini lho yang namanya monyet. Tapi menurut saya, yang namanya edukasi itu juga harus menyeluruh. Jangan atas nama edukasi jadi membiarkan binatang terkurung dalam sepi dan sendiri. Lebih baik monyet itu dititipkan di Kebun Binatang saja, disana selain tempat tinggalnya jauh lebih luas juga dia dapat hidup berkelompok dengan monyet lainnya. Apalagi jaman sudah canggih, jika sekedar ingin tahu bentuk binatang kan bisa tanya ke mbah google.

Ketika anak-anak saya melihat monyet itu, rupanya monyet itu sedang gelisah. Berjalan mondar-mandir di dalam kandang sambil menggigit kantong plastic. Anak-anak langsung menghampiri saya dan menceritakan apa yang dilihatnya. Lalu saya suruh mereka mengambilkan kue yang ada di dalam mobil. Akhirnya setelah menghabiskan 5 potong kue, monyet tersebut kembali tenang dan tidak gelisah lagi. Mungkin dia lapar, mungkin dia kesepian… entahlah.

Selain kandang monyet juga ada beberapa rusa dalam kandang yang berukuran kurang lebih dua kali lapangan volley. Setiap ada pengunjung mendekat rusa itu juga mendekat ke pagar pembatas. Apalagi kalau dikasih rumput, mereka berebutan untuk memakannya.

rusa di taman wisata bendungan sutami karangkates malang
rusa-rusa itu langsung mendekat begitu disodori rumput segar


Suasana yang sejuk karena memang dikelilingi pepohonan membuat anak-anak betah bermain-main. Tapi waktu terus berjalan. Akhirnya kami pulang membawa perasaan senang sekaligus prihatin. Senang karena telah berenang di kolam renang. Dan prihatin karena melihat monyet yang terkurung sendirian. Bukan saya saja yang merasakan demikian, anak sulung pun berkali-kali mengatakan “Kasihan monyetnya ya ma, sendirian, kandangnya sempit lagi”. Hmmm semoga pihak yang berwenang segera melakukan sesuatu untuk kebaikan monyet tersebut.



You Might Also Like

4 komentar:

  1. wah....ternyata seru juga ya tempatnya
    saya pernah lewat saja.... mau mampir ke rame banget, terus nggak jadi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tempatnya teduh dan lumayan luas mbak...anak-anak betah disini karena bisa lari-larian hehehe

      Hapus
  2. wah mbak, coba disebarin ke media sosial saja. Siapa tahu bisa membantu agar monyet itu tidak dikurung terus di sana

    BalasHapus