cari tahu : Petis

17.02.00 Retno Kusumawardani 0 Comments

gbr:kokiboongan.wordpress.com


Kemaren sudah posting resep telur bumbu petis. Ada yang kurang rasanya kalau tidak memberi keterangan apa itu petis. Karena tidak semua daerah di Indonesia mengenal apa itu petis. Misalnya saja Jawa Tengah. Meskipun secara letak, Jawa timur dan jawa tengah berbatasan langsung, tidak menjamin semua orang jawa tengah mengenal petis.

Pada waktu msih kuliah, ada seorang kakak kos yang berasal dari Cilacap Jawa Tengah, pada waktu membeli rujak dia heran karena bumbunya mau diberi petis oleh penjualnya.

 “Stop-stop bu, rujaknya mau dikasih apa? Tanya kakak kos saya.
“Ya diberi petis, biar enak.” Jawab ibu penjual rujak.
“nggak usah bu, rujaknya nggak usah diberi petis,”
“lho, gimana se mbak, kalau rujak nggak diberi petis ya nggak enak” jawab ibuknya lagi.
“nggak usah bu… udah gitu aja,udah enak kok “

Akhirnya… karena pembeli adalah raja, ibu penjual rujak itupun menuruti apa kata kakak kos saya.
Kata kakak kos saya, di Cilacap itu tidak ada petis, makanya dia geli sewaktu melihat rujaknya mau ditambahi petis. Sayangnya dia nggak mau mencoba, mungkin kalau sudah mencoba dia akan ketagihan karena rasa rujaknya jadi makin enak hihihi.

Petis memang khas Jawa Timur terutama Sidoarjo, Madura dan Surabaya. Bahkan teman saya yang orang asli Madura bercerita bahwa petis dari Madura itu terkenal enak, bahkan saking enaknya makan nasi hangat sama petis saja sudah nikmat. Tapi Sidoarjo juga tidak kalah, salah satu produk yang menjadi ciri khas dan masuk dalam daftar oleh-oleh khas Sidoarjo adalah petis Sidoarjo. Kini petis sudah dikenal luas hampir seluruh Indonesia.

Petis merupakan salah satu jenis penyedap (seasoning) dengan citarasa yang khas. Beberapa jenis masakan yang menggunakan petis adalah telur bumbu petis, rujak cingur, lontong balap, tahu tek, semanggi, tahu campur dan lain-lain.

Selain itu sambal petis juga nikmat dibuat cocolan gorengan dan kerupuk. Kalau di Sidoarjo ada kerupuk warna-warni yang digoreng dengan pasir, enak sekali kalau kerupuk tersebut dicocol ke sambel petis. Bahkan ibu mertua saya dulu sering membuat petis sendiri dari air rebusan bandeng presto. Kalau bikin sendiri makin nikmat kan, karena jelas bumbu dan prosesnya.

Berikut ini beberapa pengetahuan tentang petis yang saya himpun dari berbagai sumber.
Petis adalah produk olahan dari udang atau kaldu (sari) ikan atau udang yang diberi bumbu-bumbu lalu dipanaskan sampai membentuk pasta yang kental.

Bumbu-bumbu yang dimasukkan antara lain, bawang, gula merah, atau gula pasir dan garam. Sedangkan bahan tambahan untuk mempercepat proses pengentalan dan memperbaiki konsentrasi biasanya ditambahkan tepung beras, kanji atau air tajin.
Pada petis ikan tidak ada pembagian jenis berdasar kualitasnya. Sedangkan pada petis udang terdapat pembagian kualitas yaitu, kualitas super, istimewa, sedang dan biasa.

Petis udang
Berdasarkan bahannya, petis udang ada dua macam yaitu :
·        #Petis dari sari udang. Yaitu berasal dari bagian kepala, ekor dan kulit udang. Seperti kita ketahui kepala udang memiliki kandungan kaldu tertinggi, yang memiliki citarasa yang kuat dan khas.
Bahkan hasilnya lebih pekat dan sedap bila dibandingkan dengan daging udang.
Kepala dan kulit udang direbus kemudian disaring. Tambahkan bumbu lalu panaskan lagi hasil saringan tadi sampai mengental.
·        #Petis dari daging udang. Daging udang yang sudah hancur diberi air kemudian diremas-remas lalu disaring. Ulangi sampai tiga kali. Tambahkan bumbu lalu panaskan hingga menjadi pasta yang kental, dinginkan lalu dikemas.


Petis ikan
Seperti petis udang, petis ikan dibuat dengn cara merebus kaldu ikan yang berasal dari pengolahan pindang ikan. Karena pindang ikan ini asin, maka air rebusannya juga asin. Hasilnya petis juga lebih asin bila dibandingkan dengan petis udang.
Kandungan gula yang cukup tinggi  menjadikan petis ini awet sampai 3 sampai 12 bulan tergantung cara penyimpanannya. Apabila sudah dibuka, lebih baik disimpan di dalam kulkas untuk mencegah tumbuhnya jamur. Tumbuhnya jamur pada petis, menandakan bahwa petis sudah rusak.

Sumber :
Tabloidnova
Nepetis.com
Bisnisukm.com
 kokiboongan.wordpress.com

You Might Also Like

0 komentar: